Media Dinamika Global

Senin, 13 April 2026

Wali Kota Bima Hadiri Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211


Dompu, Media Dinamika Global.id.— Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Lapangan Beringin Dompu, Sabtu (11/4).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dompu Bergerak Bersama untuk Dompu Maju”, yang mencerminkan tekad kuat seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Kehadiran Wali Kota Bima menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Bima terhadap Kabupaten Dompu dalam mempererat hubungan sinergis antar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat silaturahmi serta kerja sama lintas wilayah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat Pemerintah Provinsi NTB, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Bupati Bima, Bupati Sumbawa, Bupati Sumbawa Barat, Asisten I Setda Provinsi NTB, unsur Forkopimda Kabupaten Dompu, serta seluruh perangkat pemerintah lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan budaya serta kegiatan seremonial yang menggambarkan kekayaan tradisi dan semangat masyarakat Dompu dalam membangun daerahnya.

Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas capaian dan kemajuan yang telah diraih Kabupaten Dompu selama 211 tahun perjalanan sejarahnya. Ia berharap, semangat “bergerak bersama” yang diusung dalam peringatan kali ini dapat terus menjadi energi kolektif dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Kabupaten Dompu semakin maju, sejahtera, dan mampu menjadi daerah yang unggul serta berdaya saing, dengan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ujar Wali Kota Bima.

Peringatan Hari Jadi ke-211 ini tidak hanya menjadi refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Dompu, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.(Redaksi Sekjend MDG)

Dugaan Gudang BBM Ilegal di Tenayan, Hasil Cek Lapangan: Lokasi Kosong, Tidak Ada Aktivitas Penimbunan

 


Pekanbaru – Menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan adanya gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah Kulim dan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, tim awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang disebut-sebut dalam informasi tersebut.

Hasilnya, fakta di lapangan tidak menemukan adanya aktivitas maupun keberadaan gudang BBM ilegal sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.

Tim media melakukan crosscheck secara menyeluruh di dua titik yang disebutkan, yakni di Jalan Palembang serta area di seberang Kantor Camat Tenayan Raya. Dari hasil pantauan langsung, lokasi tersebut dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas penimbunan atau distribusi BBM ilegal.

Tidak ditemukan tangki penyimpanan, kendaraan pengangkut BBM, maupun aktivitas mencurigakan yang mengarah pada praktik ilegal seperti yang dituduhkan.

Salah satu warga di sekitar lokasi juga menyampaikan bahwa area tersebut bukanlah gudang BBM. Ia menjelaskan bahwa pagar yang terpasang di lokasi tersebut dibuat semata-mata untuk alasan keamanan lingkungan.

“Pagar itu dipasang supaya tidak ada orang luar atau maling yang keluar masuk sembarangan. Bukan untuk menyembunyikan aktivitas ilegal,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, situasi di sekitar lokasi juga terpantau kondusif tanpa adanya aktivitas mencurigakan. Lalu lintas warga berjalan seperti biasa dan tidak ada indikasi adanya kegiatan ilegal yang berlangsung di tempat tersebut.

Dengan adanya hasil verifikasi langsung ini, informasi yang sebelumnya beredar terkait dugaan gudang BBM ilegal di lokasi tersebut patut dipertanyakan kebenarannya.

Awak media menegaskan pentingnya melakukan konfirmasi dan pengecekan lapangan sebelum menyebarluaskan informasi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta mengedepankan fakta yang telah terverifikasi.

KUASA HUKUM BADAI NTB HIMBAU AKTIVIS DAN MASYARAKAT UNTUK TERUS MENYUARAKAN BAHAYA NARKOBA: JANGAN TAKUT


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pertama saya ingin menyampaikan bahwa Proses ini Adalah rambu-rambu darurat buat para aktivis, tidak saja di kota bima bahkan di ntb dan seluruh Indonesia, karena apa? karena hanya dengan narasi dugaan dan berisi himbauan untuk melaporkan ke APH, seseorang aktivis Perempuan hari ini ternyata sudah kita uji di pengadilan status tersangkanya juga tetap berlaku.

Yang kedua, bahwa hari ini sekalipun putusan tidak berpihak kepada kami perjuangan tidak usai sampai disini, banyak hal yang sangat menarik dalam pertimbangan hakim tadi, salah satunya yang menjadi acuan Adalah buku ekspedisi, dan ini akan kami kejar sampai ujung manapun bahwa kami menduga ada Upaya-upaya bagaimana kemudian alat bukti ini kita anggap tidak sah. Dan ini kita akan buktikan berikutnya.

Yang ketiga, ini himbauan kepada Kawan-kawan semuanya, buat aktivis seluruh Indonesia jangan takut menyuarakan narkoba, yakin keadilan akan menemukan jalannya sendiri, entah hari ini, esok atau kapanpun, tetap berjuang Kawan-kawan sekali lagi jangan pantang menyerah, hari ini bukanlah akhir dari perjuangan badai ntb, dan saya sekaligus mempersilakan bila perlu kita mendorong secepat mungkin agar sidang badai ini segera diuji dipengadilan negeri apakah unsur-unsur yang disangkakan kepada badi ntb terkait pasal 27A kemudian terkait undang-undang PDP bisa dibuktikan dalam persidangan nanti biar para saksi para ahli, dihadirkan semuanya. Kita uji, jangan di tunda-tunda, ini terkait dengan HAM, jangan kemudian ada orang yang sudah ditetapkan tersangka hampir saru tahun tidak dilimpahkan kepengadilan.

Ini menjadi catatan buruk, sekaligi kita dorong sekeras dan sekuat mungkin agar kasus badai ini segera dilimpahkan kepengadilan.

Kita akan berjuang Kembali Bersama Kawan-kawan, sekali lagi jangan takut untuk menyeruakan tidak untuk narkoba. Terangnya.(Redaksi Sekjend MDG)

Pemkot Bima Terima CSR Bank BNI Cabang Bima Berupa Fasilitas Kursi Taman


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BNI Cabang Bima berupa 6 unit kursi (bench) taman yang diserahkan secara simbolis di halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (13/4).

Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhruranji, ME, sebagai representasi Pemerintah Kota Bima yang didampingi oleh seluruh Asisten Setda Kota Bima, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bima. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang nyaman dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan Pimpinan BNI Cabang Bima, I Gede Widiartha, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Bima. Ia menegaskan komitmen Bank BNI untuk terus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui penyerahan fasilitas kursi taman ini, kami berharap dapat memberikan nilai tambah bagi ruang-ruang publik di Kota Bima serta memperkuat kolaborasi yang telah terbangun dengan Pemerintah Kota Bima,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi Bank BNI Cabang Bima. Ia menilai bahwa dukungan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dunia usaha terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi Bank BNI Cabang Bima. Sinergi seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang lebih tertata, asri, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis 6 unit kursi taman sebagai bagian dari program CSR Bank BNI Cabang Bima yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bima, dalam hal ini yaitu, Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha terus terjaga dan semakin diperkuat, guna menghadirkan pembangunan yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bima.(Redaksi Sekjend MDG)

Kantor Hukum Haraka Berhasil Kembalikan Dana Tebusan Sertifikat Ke Tangan Pemilik Warga Desa Sai

Kantor Hukum Haraka telah berhasil mengembalikan Dana
Tebusan Sertifikat Warga Desa Sai, (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global - Kantor Hukum Haraka telah berhasil mengembalikan Dana Tebusan Sertifikat Warga Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima melalui somasi. Tim Kuasa Hukum dari Lombok Tengah mengumumkan keberhasilan dalam memperjuangkan hak finansial warga Desa Sai terkait perkara penyalahgunaan uang untuk penebusan sertifikat tanah hak milik salah satu warga dusun jati.

"Setelah melalui rangkaian somasi tegas, pihak lawan akhirnya sepakat untuk mengembalikan sejumlah uang yang dijanjikan sebagai dana penebusan sertifikat yang sebelumnya telah digadaikan ke Bank Swasta di Kabupaten Bima,"ungkap Advokat Kantor Hukum Haraka, Marwan, S.H.,C.L.A pada media ini, Senin (14/4/2026). 

Marwan menjelaskan, Kedudukan perkara bermula sertifikat yang digadaikan untuk keperluan modal bertani, dan Kasus ini merupakan sengketa yang bisa di bawa ke ranah pidana maupun ke perdata. Dimana sertifikat milik warga Desa Sai biasanya menjaminkan di bank swasta yang berloaksi di Kabupaten Bima guna mendapatkan sejumlah uang untuk modal bertani dan setiap tahun akan di tebus kembali setelah panen hasil pertanian. ​

Menyikapi hal tersebut dan efektivitas somasi dalam penyelesaian perkara, Kantor Hukum Haraka mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi guna menuntut pertanggungjawaban berupa pengembalian dana. Uang tersebut diproyeksikan sebagai kompensasi atau biaya tebusan agar sertipikat yang tertahan di pihak ketiga dapat segera diambil kembali oleh warga.

​"Langkah somasi ini kami ambil untuk memastikan adanya kepastian dana bagi klien kami. Dengan kembalinya uang tersebut, warga kini memiliki kemampuan finansial untuk menebus kembali hak atas tanah mereka yang sempat tergadai akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab," lanjutnya.

"Kami juga menghimbau jika warga desa sai yang mengalami hal serupa bisa datang dan konsultasikan ke kantor kami agar segera bisa di bantu,"ungkap Advokat kelahiran Desa Sai ini.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/04/gubernur-iqbal-paparkan-strategi.html

Marwan menambahkan, Penyelesaian kasus ini membuktikan bahwa tekanan hukum yang tepat dapat memaksa pihak yang lain untuk bertanggung jawab secara materil. Kantor Hukum Haraka menegaskan akan terus mendampingi warga Desa Sai pada umumnya masyarakat Kabupaten Bima hingga proses penebusan sertifikat dari pihak ketiga selesai sepenuhnya dan dokumen kembali ke tangan pemilik yang sah.

Redaksi |

Program Nasional KNMP Masuk Bima, Wali Kota Siap Perkuat Ekonomi Nelayan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE didampingi oleh Asisten II serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menerima kunjungan Tim Survey Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Senin, 13 April 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang kerja Wali Kota Bima dan menjadi bagian dari rangkaian agenda strategis pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan kawasan pesisir berbasis potensi lokal.

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Program ini mengedepankan konsep pembangunan kawasan nelayan yang terintegrasi, mencakup penataan lingkungan permukiman, peningkatan sarana dan prasarana perikanan, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan usaha berbasis hasil kelautan dan perikanan.

Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan survei ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima memiliki komitmen kuat dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir yang lebih maju dan sejahtera.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program. Dengan pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan, diharapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat nelayan dalam jangka panjang.

Ketua Tim survey dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Taufiq Budiman Atmamiharja menyampaikan tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melakukan identifikasi dan verifikasi secara langsung terhadap potensi wilayah pesisir yang dinilai layak untuk dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. 

Melalui kegiatan survei ini, tim berupaya mengumpulkan data dan informasi komprehensif terkait kondisi sosial, ekonomi, serta infrastruktur pendukung di kawasan nelayan juga menilai kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program, baik dari sisi kebijakan, ketersediaan lahan, hingga komitmen lintas sektor.(Redaksi Sekjend MDG)

Memanas di Panipahan! Aksi Massa Nyaris Ricuh, Brimob Polda Riau Tampil Humanis Redam Situasi

 


Rokan Hilir – Suasana Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, mendadak memanas pada Minggu (12/04/2026). Ratusan warga yang tersulut emosi berusaha membobol sebuah rumah yang diduga milik bandar narkoba, memicu ketegangan hingga nyaris berujung chaos.


Teriakan massa, dorongan demi dorongan, serta situasi yang semakin tak terkendali membuat kondisi keamanan di lokasi berada di titik rawan. Amarah warga yang memuncak nyaris berubah menjadi tindakan yang lebih besar dan sulit dikendalikan.


Di tengah situasi yang kian memanas, Tim Pengendalian Huru Hara (PHH) Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Riau yang dipimpin oleh Danyon B Pelopor AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil., bersama personel gabungan Polres Rokan Hilir bergerak cepat menuju lokasi.


Dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir dan Danyon B Pelopor kehadiran aparat menjadi penyeimbang di tengah tekanan massa.


Dengan perlengkapan lengkap dan kesiapsiagaan tinggi, personel Brimob tidak mengedepankan tindakan represif. Pendekatan humanis dan komunikasi persuasif justru menjadi kunci. Aparat dengan sigap menenangkan massa, meredam emosi, dan mengurai ketegangan yang sempat memuncak.


Selama kurang lebih dua jam, personel berjibaku mengendalikan situasi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Massa yang semula memanas berangsur tenang dan kondisi yang sempat berada di ambang kericuhan berhasil dikembalikan menjadi aman dan kondusif.


Ditempat terpisah Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kesiapsiagaan personel serta sinergitas yang solid di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh personel selalu diingatkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Setiap personel kami tekankan untuk tetap profesional, tidak terpancing provokasi, serta mengedepankan langkah persuasif dalam menangani setiap dinamika di lapangan,” tegas Kombes I Ketut


Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa kehadiran Brimob bukan hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa terlindungi serta memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.


Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis yang dikedepankan aparat mampu meredam potensi konflik. Di balik situasi yang sempat memanas, sinergitas dan profesionalisme menjadi kunci utama.

Buka Latsar CPNS Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri Pemprov NTB, Wagub: Tetap Rendah Hati, Jangan Lupa Perjuangan Orang Tua

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri membuka kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) calon pegawai negeri sipil Lingkup Pemerintah Provinsi NTB angkatan VIII - X Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Senin 13 April 2026. 

Kegiatan Latsar diikuti sebanyak 114 peserta yang terdiri dari berbagai OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB tanpa guru. Kegiatan akan dilaksanakan selama delapan hari yang dimulai pada tanggal 13 - 18 April 2026.

Ummi Dinda sapaan akrabnya wagub NTB mengingatkan bagi seluruh peserta Latsar CPNS untuk tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan tetap bersyukur. Pencapaian sampai pada titik ini tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua.   Status boleh berubah tetapi sikap dan pribadi yang selalu dirindukan tetap menjadi yang utama.

"Kalian sudah menjadi bagian dari ASN Pemprov NTB. Pencapaian kalian saat ini adalah perjuangan dan doa orang tua, istri/suami dan keluarga," ungkap Ummi Dinda. 

Ummi Dinda mengungkapkan bahwa bapak ibu yang resmi menjadi ASN, hadir dari latar belakang dan ekonomi yang berbeda-beda.  Tentu hal ini tidak mempengaruhi untuk mengikuti aturan dan regulasi sebagai seorang ASN, saling support antara sesama menjadi faktor penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kita harus percaya bahwa setiap kebaikan yang kita dilakukan akan memberikan tanda-tanda kesuksesan dalam karir kita ke depannya," imbuhnya.

Wagub juga mendorong peserta untuk terus belajar, mengasah kemampuan dan skill dalam bekerja. Karena itu akan menjadi pondasi awal dalam menentukan karir sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, belajar bukan hanya pada pendidikan formal, sebagai abdi negara tetap belajar bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. 

"Tetap jaga kedisiplinan terutama dalam mengenakan seragam ASN. Karena itu adalah identitas bapak ibu semua," jelas Ummi Dinda. 

Perempuan kelahiran Dompu tersebut, mengucapkan selamat kepada seluruh ini peserta Latsar. Tetap jalin persaudaraan  dan tetap saling mendoakan antar sesama karena sepuluh atau dua puluh tahun mendatang, kalian adalah pemimpin.

Redaksi |

Gubernur Iqbal Paparkan Strategi Ketahanan Pangan Hingga Pengentasan Kemiskinan di Tim PKDN Sespimti Polri

Gubernur Iqbal bersama Tim PKDN Sespimti Polri, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Gubernur NTB  Lalu Muhamad Iqbal memaparkan bahwa saat ini Pemprov NTB memfokuskan pembangunan pada tiga agenda besar, dengan prioritas utama yakni ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan hingga menjadikan NTB menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Berkaca pada tingkat kemiskinan di NTB berada di angka 12 persen, dengan 2 persen tergolong miskin ekstrem atau sekitar 114 ribu jiwa yang tersebar di 106 desa. Menjadi alasan Pemprov NTB mencari jalan keluar untuk pengentasannya salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan.

“Permasalahan kemiskinan menjadi akar dari berbagai persoalan di NTB. Sekitar 60 persen masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian menjadi kunci utama. Termasuk yang saat kami lakukan ada namanya program desa berdaya,” jelas Gubernur Iqbal saat audiensi bersama tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri di ruang kerjanya (13/4).

Selanjutnya di sektor pertanian, gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu, menjelaskan NTB saat ini tercatat sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia, sementara produksi berasnya masuk dalam 10 besar nasional. Untuk upaya peningkatan produktivitas serta ketahanan pangan terus dilakukan melalui revitalisasi sistem irigasi. 

“Saat ini, kaki melakukan optimalisasi lahan (Oplah), hasilnya sekitar 14 ribu hektare lahan telah mendapatkan pengairan, yang memungkinkan petani melakukan panen hingga tiga sampai empat kali dalam setahun”, terangnya.

Di sisi lain, upaya pemprov NTB untuk tetap menjadi produsen jagung terbesar terus didukung, namun kata Iqbal harus tetap mempertimbangkan dampak yang lainnya seperti penyediaan lahan tanam tidak harus merusak hutan. Oleh karena itu dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, menawarkan solusi yakni melalui penerapan sistem tumpang sari. 

“Yang sudah terlanjur mungkin susah. Lahan yang belum ditanami jagung kita diarahkan untuk ditanami pohon penopang seperti tanaman buah guna menjaga struktur tanah dan keseimbangan ekosistem,” jelas Gubernur Iqbal.

Tak lupa Gubernur miq Iqbal juga menyebut sebagai produsen jagung yang besar harus barengi dengan langkah yang berkesinambungan melalui industrialisasi, agar efek sebagai produsen dirasakan langsung ke masyarakat bukan hanya diekspor keluar. Sebagai bentuk dukungan terhadap industrialisasi pertanian, Pemprov NTB telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. dengan nilai investasi senilai Rp1,3 triliun.

“Kita sudah ada MOU bersama Kementan untuk pengembangan industri jagung, termasuk penyediaan pangan hingga sektor pakan”, lanjutnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga terus dikembangkan untuk menjadikan destinasi wisata yang berkelas dunia, tentunya melalui perbaikan sarana hingga sistem tata kelola disetiap destinasi unggulan. Saat ini sudah ada tujuh destinasi wisata berstandar internasional, dan untuk tahun ini, tiga destinasi lainnya sedang dalam tahap pengembangan," kata Miq Iqbal.

Sebelumnya perwakilan Tim Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Serdik Sespimti Polri  Irjen Pol. Drs. Agus Djaka Santoso mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan menggali potensi serta karakteristik daerah sebagai bagian dari penguatan kebijakan nasional yakni “Ketahanan Pangan dalam mendukung Indonesia Emas”.

“Kami ke sini, ingin melihat potensi hingga strategi pembangunan daerah khususnya di sektor pangan serta kesejahteraan masyarakat”. jelas Agus selaku Widiaswara Kepolisian Utama Tingkat I pada Sekolah Tinggi Pimpinan Polri itu.

Kegiatan PKDN Sespimti Polri ini sendiri dilaksanakan di enam wilayah kepolisian daerah termasuk Polda NTB dan diikuti 57 peserta didik. Selanjutnya dengan PKDN ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta didik dengan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas.

Redaksi |

Soal Warga Dompu Meninggal di Surabaya, Akhirnya Pemda dan Baznas NTB Akan Bantu Keluarga Almarhumah

Keluarga Almarhumah saat perjalanan menuju ke Dompu, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global – Setelah sempat menuai sorotan dan kritik publik, Pemerintah Kabupaten Dompu bersama Baznas mulai merespons musibah yang dialami keluarga almarhumah St Arma, warga Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, yang meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026) kemarin.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga di Dompu. Mereka mengaku telah dihubungi oleh Dinas Sosial Kabupaten Dompu yang menyatakan akan memberikan atensi dan berupaya membantu meringankan beban keluarga.

“Alhamdulillah, hari ini ada kabar dari Dinas Sosial. Mereka mau berkoordinasi dengan Baznas. Semoga bisa dibantu agar meringankan beban keluarga,” ujar salah satu anggota keluarga, Nurkomala yang diwawancarai media ini, Senin (13/4/2026). 

Dinas Sosial Dompu diketahui tengah menjalin koordinasi dengan Baznas Dompu, sekaligus berkomunikasi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB agar turut berkoordinasi dengan Baznas NTB guna mempercepat penanganan bantuan.

Selain itu, pihak keluarga juga telah dihubungi oleh Baznas yang meminta kelengkapan dokumen, mulai dari kronologi kejadian, identitas almarhumah, hingga dokumen pendukung lainnya sebagai syarat pengajuan bantuan.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/04/tragis-warga-dompu-wafat-di-surabaya.html?m=1

Di tengah proses tersebut, jenazah almarhumah St Arma kini telah tiba di Pulau Lombok menggunakan ambulans dan selanjutnya akan langsung diberangkatkan menuju rumah duka di Kabupaten Dompu. Dalam perjalanan tersebut, turut mendampingi anak kandung almarhumah, Rangga.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar di Simpasai. Tangis haru dan doa terus mengalir dari kerabat dan masyarakat sekitar yang berharap keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Sebelumnya, peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah keluarga mengaku kesulitan membiayai pemulangan jenazah dari Surabaya ke Dompu. Jarak yang jauh dan biaya tinggi membuat keluarga kebingungan, bahkan sempat mencari bantuan ke berbagai pihak tanpa kepastian.

Kondisi tersebut juga menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk pegiat sosial, yang menilai perlunya kehadiran nyata pemerintah dalam situasi darurat kemanusiaan.

Kini, dengan mulai adanya respons dari pemerintah daerah dan Baznas, keluarga berharap proses bantuan dapat segera terealisasi dan meringankan beban yang mereka tanggung.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kehadiran negara sangat dibutuhkan, bukan hanya dalam program pembangunan, tetapi juga dalam situasi duka dan darurat yang dialami masyarakat. (Red)