Media Dinamika Global

Sabtu, 11 April 2026

MUI NTB Kukuhkan Pengurus Baru 2025–2030, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara Jaga NKRI


Mataram, Media Dinamika Global - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung pada Sabtu, 11 April 2025, bertempat di Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi ulama dan umara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari NTB.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Nusron Wahid selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI, perwakilan Ketua Umum MUI Pusat Masduki Baidlowi, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, anggota DPR RI Dapil NTB Fauzan Khalid, Ketua MUI NTB Dr. TGH. Badrun, M.Pd., Sekretaris MUI NTB Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A., serta Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI NTB dan Rektor UIN Mataram serta para pejabat pemerintah di lingkungan provinsi NTB dan kota Mataram.

Ketua panitia, Ir. H. Lalu Winengan, M.M. yang juga menjabat sebagai Bendahara MUI NTB, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Selanjutnya, pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat tentang susunan Dewan Pengurus MUI Provinsi NTB masa khidmat 2025–2030 oleh Sekretaris MUI NTB, Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A. Pembacaan SK ini menegaskan legalitas struktural sekaligus mandat keorganisasian bagi kepengurusan baru.

Prosesi pengukuhan pengurus MUI NTB secara resmi dilaksanakan oleh Ketua Umum MUI Pusat yang diwakili oleh Ketua MUI Pusat Bidang Infokom dan Digitalisasi, KH. Masduki Baidlowi, M.Si. Pengukuhan ini menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam mengemban amanah keumatan dan kebangsaan.

Dalam sambutannya, Ketua MUI NTB Dr. TGH. Badrun, M.Pd. menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tokoh nasional dan daerah serta seluruh undangan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa MUI NTB saat ini menghimpun 124 ulama dari berbagai latar belakang keilmuan dan otoritas keagamaan yang masuk dalam jajaran kepengurusan MUI NTB dan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan keumatan. Ia menyoroti beberapa isu krusial, seperti praktik perjudian (sabung ayam) di beberapa lokasi, kekerasan seksual, serta maraknya kasus narkotika di berbagai wilayah NTB. Hal ini, menurutnya, membutuhkan kolaborasi serius antara ulama dan pemerintah dalam penanganannya.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MUI yang baru dilantik, seraya mendoakan agar diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

Dalam arahannya, ia menekankan dua hal penting. Pertama, perlunya perluasan peran ulama dari sekadar bahtsul masail (forum pembahasan hukum Islam) menuju ijtihad sosial, yakni keterlibatan aktif dalam menjawab problem sosial seperti pernikahan dini, perjudian, dan kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di lingkungan pesantren yang dapat menggerus kepercayaan publik.

Kedua, ia memaparkan tiga prioritas utama pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan (yang saat ini masih berada pada kisaran dua digit), penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sektor pariwisata berkelas internasional.

Perwakilan MUI Pusat, KH. Masduki Baidlowi, M.Si., mengawali sambutannya dengan hadis Nabi “Khairunnas anfa‘uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya). Ia menekankan dua hal utama.

Pertama, pentingnya memahami dan merealisasikan visi MUI yang mencakup nilai-nilai strategis seperti Baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr, kuntum khaira ummah, ‘izzul Islām wal muslimīn, serta prinsip al-Islām ya‘lū wa lā yu'la alaih—yang semuanya berorientasi pada terwujudnya Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai ini menjadi guiden principles dalam menjalankan tugas keumatan dan kebangsaan sebagai khadimul ummah (pelayan umat).

Kedua, ia menyoroti tantangan serius di era digital, di mana otoritas keilmuan ulama mulai “terdisrupsi” oleh algoritma platform digital seperti ChatGPT, Gemini dan platform lainnya. Informasi keagamaan seringkali diakses secara instan tanpa kedalaman metodologis, bahkan cenderung mengikuti tren viral daripada kebenaran Ilahiyah dan ilmiah. Fenomena ini juga berimplikasi pada komersialisasi agama. Oleh karena itu, MUI sebagai lembaga yang telah mengadopsi standar manajemen berbasis ISO diharapkan mampu menghadirkan pelayanan umat yang profesional dan berbasis kearifan lokal (local wisdom).

Dalam orasi kebangsaannya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengutip ajaran dalam manaqib Abdul Qadir al-Jilani yang menekankan pentingnya tiga elemen utama dalam membimbing masyarakat: ilmu ulama, pengabdian para teknokrat (hukama), dan kebijakan politik yang berpihak pada umat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kontribusi nyata lintas sektor dengan semangat “yanfa‘un-nās” (memberi manfaat bagi manusia). Dalam perspektif Al-Qur’an, ia mengutip konsep “innamā yakhsyallāha min ‘ibādihil ‘ulamā’”—bahwa ulama sejati adalah mereka yang memiliki tiga karakter utama: (1) ‘alim (berilmu dan memiliki sanad keilmuan), (2) yakhsyallāh (takut kepada Allah yang tercermin dalam konsistensi ucapan dan tindakan), dan (3) ‘ibādih (berdedikasi sebagai penggerak umat).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengabdian ulama dalam berbagai bidang strategis, meliputi ibadah, kesehatan, ekonomi, pendidikan, integrasi agama dengan sains dan teknologi, serta pelestarian budaya.

Secara akademik, kegiatan ini merefleksikan penguatan peran ulama dalam kerangka socio-religious leadership, yakni sebagai aktor transformasi sosial yang menjembatani nilai-nilai normatif agama dengan realitas kebangsaan. Silaturahmi kebangsaan yang terbangun juga menjadi bentuk social capital yang memperkuat kohesi sosial dan kepercayaan publik.

Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan MUI NTB masa khidmat 2025–2030 ini tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga penegasan komitmen bersama dalam menjaga harmoni, stabilitas, dan keutuhan bangsa. Dari NTB, sinergi ulama dan umara diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan moral dan sosial dalam menjaga NKRI yang berkeadaban, inklusif, dan berkemajuan.

Redaksi  |

Dosen Universitas Mbojo Bima (Umbo) Lakukan Sosialisasi PMB Di SMAN 1 Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Tim dosen dari Universitas Mbojo Bima (Unmbo) melakukan kunjungan ke SMAN 1 Wawo untuk menyelenggarakan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala sekolah, para guru dan siswa kelas XII. 

Dalam sosialisasi tersebut, para dosen memaparkan berbagai informasi penting, mulai dari jalur seleksi masuk (seperti SNBP, SNBT, dan jalur mandiri), profil program studi yang tersedia, sistem perkuliahan, fasilitas kampus, hingga peluang beasiswa dan prospek karir lulusan. Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif yang antusias diikuti oleh para siswa.

Profil Universitas Mbojo Bima merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Mbojo Bima. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 784/E/0/2022 Tanggal 02 November 2022 tentang Perubahan Bentuk STISIP Mbojo Bima menjadi Universitas Mbojo Bima. 

Tim PMB yang hadir antara lain yakni :

1. Muh. Addarunnafis

2. Dewi Nur Anjani

3. Marsinah

4. Muhammad Wardhani

Salah satu dosen, Muh. Addarunnafis menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan lengkap kepada calon mahasiswa agar dapat menentukan pilihan pendidikan tinggi dengan tepat sesuai minat dan bakat. 

"Kami ingin membantu siswa mempersiapkan diri sejak dini, baik dari segi persyaratan maupun strategi memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan cita-cita mereka," ujarnya. Sabtu (11/4/2026) Pukul 11.25 Wita. 

Kepala SMAN 1 Wawo, Irwan, S. Pd juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerjasama antara sekolah dan universitas dapat terus terjalin baik demi kemajuan pendidikan siswa.

Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya universitas untuk menjangkau calon mahasiswa secara langsung dan membangun jembatan komunikasi yang baik dengan lingkungan sekolah menengah atas. (MDG05)  

Road to Kemala Run 2026, Polda Sumbar Asah Kemampuan Personel dan Siapkan Ajang Nasional


Padang – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menggelar kegiatan Road to Kemala Run 2026 pada Sabtu (11/4/2026) pagi di Mapolda Sumbar. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai, dengan diikuti oleh jajaran pejabat utama, kapolres/ta, serta puluhan personel yang turut ambil bagian sebagai peserta lari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama, kemudian secara resmi dilepas oleh Irwasda Polda Sumbar. Para peserta mengikuti kategori lari 5K dan 10K dengan rute start dan finish di lingkungan Polda Sumbar. Setelah mencapai garis akhir, para finisher menerima medali dan refreshment sebagai bentuk apresiasi.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti sarapan bersama di lapangan apel, dilanjutkan dengan sambutan dari Kabiro SDM Polda Sumbar selaku ketua pelaksana dan perwakilan Kapolda Sumbar yang disampaikan oleh Irwasda. Kegiatan juga dimeriahkan dengan hiburan serta pengumuman pemenang untuk kategori 5K Polki, 5K Polwan, dan 10K Polki.

Kabiro SDM Polda Sumbar dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan strategis menuju Police Women Run 2026 yang akan digelar di Padang.

“Road to Kemala Run 2026 ini menjadi sarana pembelajaran bagi personel, khususnya dalam manajemen perlombaan (race management), sekaligus mengukur kemampuan fisik setelah latihan yang telah dilaksanakan selama ini,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki tiga makna penting, yakni sebagai ajang mempererat silaturahmi antar runner di lingkungan Polda Sumbar, sebagai sarana evaluasi kemampuan fisik personel, serta sebagai media pembelajaran dalam mempersiapkan event berskala lebih besar ke depan.

Sebanyak 75 personel yang terlibat dalam kegiatan ini direncanakan juga akan mengikuti ajang serupa di Bali pada 19 April 2026 mendatang. Partisipasi tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kesiapan dalam penyelenggaraan event nasional.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, aman, dan tertib, mencerminkan semangat SDM Unggul, Polri Presisi, dan Culture Policing yang terus digaungkan di lingkungan Polri.

Jumat, 10 April 2026

Danposramil Lambu Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Pembinaan Siswa SMAN 1 Lambu Usai Ujian Nasional


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Danposramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, Pelda Binhamtoro, melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan kepada siswa-siswi SMAN 1 Lambu yang telah menyelesaikan Ujian Nasional, Sabtu (11/04/2026).



Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di halaman SMAN 1 Lambu, yang berlokasi di Jalan Lintas Dam Diwu Moro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Dalam arahannya, Pelda Binhamtoro menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum pasca ujian.

Ia mengimbau para siswa agar tidak melakukan tindakan negatif seperti tawuran, konvoi di jalan raya, maupun kegiatan konsumsi minuman keras yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kami berharap para siswa dapat menjaga sikap dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Lambu, Danposramil Lambu beserta satu orang anggota, Wakapolsek Lambu, Babinsa Desa Rato, Bhabinkamtibmas Desa Rato, wakil kepala sekolah, para guru, serta 205 siswa kelas 12.

Seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan pengawasan berjalan dengan aman dan tertib, dan berakhir pada pukul 12.20 WITA.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat tetap menjaga perilaku positif serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Anggota Posramil Lambu Hadiri Pemilihan BPD Dusun Panta Paju Desa Soro


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Anggota Posramil Lambu, Koramil 1608-03/Sape, Serka Masykur menghadiri kegiatan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun Panta Paju, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.05 WITA tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat dusun guna memilih perwakilan masyarakat dalam struktur pemerintahan desa.




Selain Serka Masykur, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Soro, Ketua BPD Desa Soro, Babinsa Desa Soro, Bhabinkamtibmas Desa Soro, Kepala Dusun Panta Paju, serta seluruh masyarakat Dusun Panta Paju yang turut berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan.

Kehadiran aparat TNI dan unsur terkait lainnya bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Pemilihan anggota BPD ini diharapkan dapat memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan desa serta meningkatkan kualitas pemerintahan di tingkat lokal.

(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Keamanan Lingkungan


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaan masing-masing pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait kesehatan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Pada pukul 08.30 WITA, Serka Masykur selaku Babinsa Desa Soro melaksanakan komsos bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan pribadi dan keluarga dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berbagai penyakit. Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam praktik judi online, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kriminal lainnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta melaporkan setiap permasalahan hukum kepada pihak berwenang atau pemerintah desa.




Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, Serka Bambang selaku Babinsa Desa Lambu, Kecamatan Lambu, melaksanakan komsos dengan warga binaan. Ia memberikan pemahaman terkait pentingnya faktor keamanan saat masa panen, khususnya bagi petani yang menggunakan mesin perontok (thresher). Menurutnya, penggunaan alat tersebut harus dilakukan oleh tenaga yang memiliki keterampilan guna menghindari kecelakaan kerja.

Pada pukul 10.00 WITA, Sertu Syaifullah Babinsa Desa Sangia juga melaksanakan komsos dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini difokuskan pada upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati antarwarga. Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu hidup rukun dan menjaga keharmonisan di lingkungan.

Sementara itu, pada pukul 10.30 WITA, Koptu Mahru Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, melaksanakan komsos dengan warga binaan. Dalam arahannya, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, menghindari tindakan kriminal, serta menjauhi narkoba dan minuman beralkohol. Ia juga mengajak warga untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai upaya mencegah perbuatan negatif yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan harmonis.(Team.MDG.03)

Dompu Nihil di Kursi Eselon II NTB, Feryal MP Pertanyakan Keadilan Birokrasi

Feryal Mukmin Pratama (Ketua MIO NTB), (Ist/Surya).


Opini

Ketimpangan representasi birokrasi kembali menjadi sorotan di Nusa Tenggara Barat. Kali ini, kritik datang dari Jurnalis Senior asal Dompu sekaligus Ketua DPW Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia NTB, Feryal MP.

Feryal menilai, absennya satu pun pejabat asal Dompu dalam jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi NTB bukan sekadar persoalan administratif, tetapi mencerminkan adanya ketimpangan geopolitik dalam tubuh birokrasi daerah.

“Kalau kita bicara meritokrasi, itu penting. Tapi jangan sampai meritokrasi dijadikan satu-satunya kacamata, sementara realitas geopolitik diabaikan. NTB ini bukan hanya soal kompetensi individu, tapi juga soal keterwakilan wilayah,” tegas Feryal.

Menurutnya, selama ini Gubernur NTB kerap menyampaikan bahwa distribusi jabatan di tingkat provinsi juga mempertimbangkan keterwakilan daerah sebagai bentuk integrasi dan keadilan pembangunan. 

Tujuannya jelas, memastikan seluruh kabupaten/kota merasa memiliki peran dalam roda pemerintahan provinsi. Namun, fakta terbaru justru menunjukkan sebaliknya.

Dari hasil seleksi terbuka (pansel) jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah diumumkan, tidak ada satu pun nama pejabat asal Dompu yang berhasil menembus posisi eselon II. 

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah benar tidak ada satu pun birokrat Dompu yang layak, ataukah ada faktor lain yang bermain?

“Apakah semua orang Dompu tidak punya kualitas? Atau jangan-jangan ada variabel lain yang tidak terlihat dalam proses seleksi ini?” ujar Feryal.

Ia juga menyoroti bahwa jika melihat komposisi pejabat yang lolos, keterwakilan dari wilayah lain di Pulau Sumbawa masih terlihat, sementara Dompu justru nihil. Ini memperkuat dugaan adanya ketidakseimbangan dalam distribusi kekuasaan birokrasi.

Padahal, secara politik, Dompu memiliki kontribusi signifikan dalam kontestasi Pilkada NTB, termasuk dalam kemenangan pasangan Iqbal-Dinda. Fakta ini, menurut Feryal, semestinya menjadi pertimbangan strategis dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.

“Geopolitik itu bukan sekadar bagi-bagi jabatan. Tapi bagaimana memastikan semua wilayah merasa dihargai. Kalau ada daerah yang terus-menerus tidak terwakili, itu bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Feryal mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh masyarakat Dompu bahkan telah melakukan silaturahmi langsung dengan Gubernur NTB, menyampaikan aspirasi serta potensi sumber daya aparatur yang dimiliki daerah tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil konkret.

Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat Dompu untuk melakukan refleksi internal.

“Ini juga jadi catatan penting bagi kita di Dompu. Kalau memang tidak ada yang lolos, berarti kita juga harus jujur melihat kualitas birokrasi kita. Kenapa sampai tidak mampu menembus tiga besar dalam seleksi jabatan pratama?” katanya.

Feryal menegaskan, kritik ini bukan untuk melemahkan semangat meritokrasi, melainkan untuk meluruskannya. Sebab, meritokrasi yang ideal seharusnya tidak hanya berbasis pada indikator administratif semata, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial, politik, dan pemerataan wilayah.

“Kalau meritokrasi justru menghasilkan ketimpangan, berarti ada yang salah dalam implementasinya. Bisa jadi indikatornya tidak tepat, atau prosesnya yang tidak sepenuhnya objektif,” pungkasnya.

Dalam beberapa pemberitaan media nasional maupun regional, isu keterwakilan daerah dalam birokrasi memang kerap menjadi perdebatan. Banyak ahli menilai bahwa merit system di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, mulai dari intervensi politik hingga bias dalam proses seleksi.

Kondisi di NTB saat ini menjadi contoh nyata bagaimana idealisme meritokrasi berbenturan dengan realitas geopolitik daerah.

Dan bagi Dompu, ini bukan sekadar soal jabatan, tetapi soal eksistensi dalam peta kekuasaan birokrasi provinsi.

Penulis: Feryal MP Jurnalis Senior (Ketua MIO NTB). 



Momentum Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bima Ke-24 Tahun di Halaman Kantor Walikota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk terus berbenah di berbagai sektor pembangunan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Bima, Jumat, 10 April 2026.



Upacara peringatan HUT ke-24 Kota Bima turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bima, Bupati Dompu, Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Sumbawa, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Bima, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Turut hadir juga mantan Wali Kota Bima, H. M. Qurais H. Abidin.


Dalam amanatnya, H. Rahman menyampaikan bahwa usia 24 tahun menjadi momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penguatan komitmen pembangunan ke depan.


“Hari ini, tepat 24 tahun perjalanan Kota Bima, kita berdiri bersama bukan sekadar memperingati usia, tetapi merenungkan perjalanan, mensyukuri pencapaian, dan meneguhkan harapan masa depan,” ujarnya.


Ia menegaskan, perjalanan Kota Bima selama lebih dari dua dekade diwarnai berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga dinamika sosial. Namun, melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat, daerah ini mampu bertahan dan terus berkembang. “Kota kecil juga berhak untuk bermimpi besar,” tegasnya.


Pada peringatan HUT ke-24 ini, Pemerintah Kota Bima mengusung tema “Kota Bima Berbenah, Kota Bima Bisa” yang menekankan pentingnya perubahan di berbagai aspek pembangunan.

“Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen perubahan. Berbenah dalam pelayanan, berbenah dalam tata kota, berbenah dalam mentalitas kerja, dan berbenah dalam cara kita mencintai daerah ini,” ujarnya.


Pada akhir amanatnya Walikota Bima mengajak seluruh masyarakat memeriahkan rangkaian HUT ke-24 Kota Bima, salah satunya melalui Pawai Rimpu Mantika yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026.

(Redaksi Sekjend MDG)

Tongkat Estafet Kepemimpinan KOTI Mahatidana Berpindah, Eri Bukit Siap Perkuat Sinergi di Pekanbaru

 


Pekanbaru – Tongkat estafet kepemimpinan Komando Inti (KOTI) Mahatidana Pemuda Pancasila resmi berpindah tangan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat. Berdasarkan arahan Ketua MPC Pemuda Pancasila, Iwan Pansa, Syafrizal secara resmi menyerahkan mandat jabatan Komandan KOTI kepada Eri Bukit. Jumat 10 April 2026.


Prosesi sertijab ini dihadiri jajaran pengurus MPC Pemuda Pancasila, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru bagi organisasi loreng oranye dalam memperkuat peran dan kontribusinya di tengah masyarakat.


Penyegaran untuk Penguatan Organisasi

Dalam sambutannya, Syafrizal menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan seluruh anggota selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga semangat dan soliditas.


“Pergantian kepemimpinan adalah hal yang lumrah sebagai bentuk penyegaran organisasi. Saya yakin Bung Eri Bukit mampu membawa KOTI Mahatidana menjadi lebih solid, progresif, dan tetap menjaga marwah organisasi,” ujar Syafrizal.


Usai resmi menerima mandat, Eri Bukit langsung menegaskan komitmennya untuk membawa KOTI Mahatidana lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya penguatan internal organisasi sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.


Adapun beberapa fokus utama kepemimpinannya meliputi:

- Penguatan sinergitas dengan Pemerintah Kota dalam mendukung program pembangunan.

 - Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan menjadikan anggota KOTI sebagai garda terdepan.

- Mendorong kegiatan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan humanis dan aksi nyata.


“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Ibu Wali Kota serta seluruh jajaran Forkopimda. KOTI Mahatidana bukan hanya tentang kekuatan, tetapi juga tentang pengabdian. Kami hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kota yang kita cintai,” tegas Eri Bukit. 


Perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sertijab secara tertib dan khidmat. Pemerintah berharap di bawah kepemimpinan baru, KOTI Mahatidana semakin berkontribusi positif dalam pembangunan daerah.


KOTI Mahatidana juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak generasi muda yang kreatif, disiplin, serta berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di Kota Pekanbaru.


Dengan kepemimpinan baru ini, KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila diharapkan semakin solid dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai organisasi yang hadir untuk masyarakat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Kabupaten Dan Kota Siap Siaga Hadapi El Nino Godzilla Berdampak Terhadap Produksi Pangan dan Perekonomian Daerah.


Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino Godzilla yang berdampak besar terhadap produksi pangan dan perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat 10 April 2026.

Ia menegaskan bahwa Provinsi Lampung harus bersiap menghadapi fenomena yang diprediksi terjadi mulai Mei hingga September 2026.

Menurutnya, dampak El Nino akan sangat luas, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang berpotensi mengalami gagal panen dan gangguan produksi.

"Fenomena El Nino ini akan sangat mempengaruhi produksi pangan kita. Karena itu, kita harus kompak, bersinergi, dan berkolaborasi dalam melakukan langkah mitigasi sejak dini," ujar Mirza.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Pemprov Lampung terus berkoordinasi dengan BMKG dan BBWS untuk memperkuat langkah antisipasi bersama pemerintah kabupaten/kota. 

Berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Lampung akan memasuki musim kemarau sejak Mei, dengan puncak pada Juli hingga September. Curah hujan yang diprediksi rendah, setiap kabupaten/kota harus mengantisipasi risiko kekeringan dari sekarang.

"Kehadiran saya dan wakil gubernur menandakan ini menjadi perhatian serius dalam menghadapi ini. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga produksi pangan dan kelangsungan hajat hidup orang banyak," katanya.

Mirza menekankan bahwa Lampung merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi, jagung, dan singkong. 

Produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menyuplai wilayah lain di Indonesia.

"Bukan hanya kepada masyarakat Lampung, secara tidak langsung ini juga menjadi tanggung jawab kita terhadap masyarakat luar yang selama ini menikmati hasil panennya dari Lampung," ujarnya.

Mirza mengambil contoh jika produksi jagung menurun, maka akan berdampak pada kenaikan harga pakan, yang kemudian memicu kenaikan harga ayam dan telur.

Ia menyebut dampak tersebut akan berpengaruh besar terhadap petani, stabilitas ekonomi, hingga pertumbuhan ekonomi Lampung yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

"Pertumbuhan ekonomi Lampung sangat ditopang oleh tiga komoditas utama. Jika produksi dan harga terganggu, maka pertumbuhan ekonomi juga akan ikut menurun," tegas Mirza.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa El Nino Godzilla berpengaruh langsung terhadap ketahanan pangan, bukan hanya di Lampung, tetapi juga nasional.

Lampung sendiri berhasil meningkatkan produksi padi dari 2,73 juta ton GKG pada tahun 2024 menjadi 3,25 juta ton GKG pada tahun 2025. 

"Ini capaian yang harus kita jaga, apalagi Lampung adalah salah satu lumbung pangan nasional," ujar Jihan.

Jihan menyebut fenomena ini juga berpotensi berdampak pada sektor kesehatan dan lingkungan. 

"Kita harus antisipasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi seperti ISPA, berpotensi mengalami krisis air bersih, serta meningkatnya risiko karhutla," katanya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan terpadu melalui penguatan sumber daya air, seperti optimalisasi pompa, sumur bor, embung, serta perbaikan jaringan irigasi. 

Selain itu, sektor pertanian juga didorong untuk menerapkan pola tanam adaptif dan penggunaan benih tahan kekeringan.

"Kesiapsiagaan karhutla juga harus ditingkatkan melalui pemantauan hotspot, patroli rutin, serta respons cepat di wilayah rawan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa cuaca juga perlu dipertimbangkan untuk menekan dampak kekeringan ekstrem," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong untuk melakukan percepatan masa tanam sebelum musim kemarau dan penguatan cadangan pangan.

"Langkah tindak lanjut harus segera dilakukan secara jelas, mulai dari penetapan status siaga di daerah rawan, koordinasi rutin antar OPD, hingga integrasi sistem peringatan dini berbasis data sampai ke tingkat daerah," pungkasnya.(Fs/Red)