Media Dinamika Global

Rabu, 14 Januari 2026

Implementasi Inpres Swasembada Pangan, Bupati Ratu Wulla Lepas 113 Penyuluh Pertanian SBD ke Kementerian Pertanian


TAMBOLAKA, Media Dinamika Global.id.// – Dalam suasana penuh syukur, damai, dan pengharapan, Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., menghadiri acara Pelepasan Penyuluh Pertanian ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Kegiatan yang dipadukan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian SBD pada Selasa (14/01/2026).

Rangkaian acara diawali dengan Ibadat Oekumene yang dipimpin oleh Pater Yohanes Kopong, O.Carm dan Pendeta Adeleyda Paramita Natara, S.Th. Ibadat berlangsung khidmat, memperkuat semangat kebersamaan dan spiritualitas seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara di lingkungan sektor pertanian sebelum memasuki tugas baru di bawah naungan Pemerintah Pusat.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pengalihan status kepegawaian penyuluh pertanian ini merupakan langkah strategis nasional. Hal ini selaras dengan mandat pusat dalam memperkuat ketahanan pangan Daerah maupun Nasional.

"Pengalihan status Kepegawaian ini merupakan bagian penting dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang Percepatan Swasembada Pangan. Kebijakan ini menegaskan betapa pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian Nasional," ujar Bupati Ratu Wulla.

Bupati menjelaskan bahwa transisi ini telah melalui proses birokrasi yang panjang dan tertib, dimulai dari pengalihan data pegawai oleh BKPSDM Kabupaten SBD hingga tahap verifikasi dan validasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat. Berdasarkan hasil validasi tersebut, sebanyak 113 orang penyuluh pertanian asal Kabupaten SBD resmi dialihkan ke Kementerian Pertanian, yang terdiri dari 51 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 62 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meski status administrasi berpindah ke pusat, Bupati Ratu Wulla memberikan pesan kuat agar para penyuluh tetap menjaga loyalitas dan dedikasi bagi bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala

"Pemerintah Daerah menaruh harapan besar kepada saudara-saudari sekalian untuk tetap menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program-program Pemerintah Daerah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumba Barat Daya. Teruslah bekerja dengan panggilan hati, profesional, dan penuh tanggung jawab," pesannya.

Momentum pelepasan yang dibalut dalam suasana Natal dan Tahun Baru ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para penyuluh untuk meningkatkan kinerja di bawah naungan Kementan RI, sekaligus memastikan sinergi antara Pusat dan Daerah tetap berjalan harmonis demi kemajuan petani di Sumba Barat Daya.(Sekjend MDG)


Selasa, 13 Januari 2026

Penyampaian Informasi Oleh Kepala Sekolah SDN 21 Tolomundu Kota Bima Setelah Kegiatan Imtaq


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Siswa SDN 21 tolomundu Kota Bima sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar, mereka terlebih dahulu melaksanakan kegiatan imtaq pagi. Imtaq ini dilangsungkan di lapangan basket mulai pada pukul 07.00 wita. Imtaq ini dimulai dari shalat dhuha dan dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna.

Pihak sekolah dalam menjalankan program Imtaq pagi. Semua Bapak/Ibu guru mendampingi siswa SDN 21 kota Bima saat kegiatan berlangsung, sementara wali kelas setiap hari mencatat siswa binaanya baik yang imtaq maupun tidak mengikuti Imtaq pagi. Tidak hanya itu, wali kelas selain mencatat siswa binaanya, ia juga setiap hari mengisi daftar hadir dan hasil daftar hadir siswa dan wali kelas akan menjadi bahan evaluasi bagi kepala sekolah.

 selaku guru Pendidikan Agama Islam SDN 21 sebagai imam melaksanakan shalat dhuha dan memimpin dalam membaca Asmaul Husna, serta zikir dan doa. Setelah itu, juga menyampaikan tentang kegiatan Imtaq. Sebagai salah satu dalam membentuk karakater kita dengan menanamkan nilai-nilai religius, moral, dan sosial melalui kegiatan rutin seperti shalat dhuha, membaca Al-Qur’an, membaca Asmaul Husna. Selain itu, kegiatan Imtaq juga membangun karakter seperti disiplin, jujur, tanggung jawab, dan cinta damai. Jadi, menjadi siswa tidak hanya cerdas secara akdemik, tetapi juga berakhlak mulia. Jelasnya Sulami dalam ceramahnya tadi pagi.

Sementara, ibu sulami S.pd, kepala sekolah pada kesempatan pagi ini ia menyampaikan tentang tanggal- tanggal penting seleksi mulai dari pembuatan akun sampai dengan tanggal pelaksanaannya. Lalu sulami menyampaikan informasi ini khusus untuk siswa SD 21 tolomundu kota Bima.

Kegiatan Doho kambolo Sama Kepala sekolah ibu Sulami , S. Pd berama Bapak/ibu tenaga pendidik dan kependidikan Mawarduasatu Kotabima setelah kegiatan IMTAQ.(Sekjend MDG)

Keracunan MBG di SDN 11 Bima Dialami Penjaga Sekolah, Bukan Siswa


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpuda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Yusuf, menjelaskan duduk perkara insiden keracunan yang menimpa penjaga sekolah dan guru SDN 11 Kota Bima beserta para keluarga mereka usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami gejala keracunan berupa mual hingga diare.

Penjaga hingga guru sekolah SDN 11 beserta para keluarga mereka mengalami keracunan pada Rabu, 8 Oktober 2025 dan telah mendapat perawatan dari RSUD Kota Bima. Kini mereka semua telah diizinkan pulang usai perawatan.

Yusuf mengatakan para korban mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG di luar waktu yang telah ditentukan. Dirinya menjelaskan bahwa terdapat keterlambatan konsumsi MBG yang melebihi waktu aman konsumsi yaitu 4-6 jam sejak siap didistribusikan.

“Hasil penelusuran menunjukkan bahwa makanan disimpan dan kemudian dikonsumsi lebih dari batas waktu aman konsumsi, bahkan sampai keesokan harinya sebelum dimakan,” kata Yusuf dalam keterangan pers, Rabu (15/10/2025).

Oleh karenanya, dia meminta agar seluruh sekolah penerima manfaat MBG mengonsumsi hidangan itu di sekolah dan tidak membawa pulang.

“Kami berusaha memperkuat pengawasan dan komitmen terhadap keamanan pangan MBG. Kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama,” kata dia.

Kepala Sekolah SDN 11 Kota Bima, Hartuti, menyampaikan bahwa para korban keracunan tersebut bukanlah siswa aktif yang ada di sekolahnya. Menurutnya, tidak ada satu orang pun siswa dan guru yang mengalami keracunan program MBG, saat hidangan MBG dikonsumsi di sekolah-sekolah pada Rabu, 8 Oktober 2025.

“Pasien yang dirawat merupakan keluarga sekuriti dan guru, bukan siswa aktif, dan hingga saat itu belum ada laporan tambahan dari orang tua siswa lainnya,” ujarnya.

Menanggapi insiden keracunan tersebut, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, berharap semua komponen yang berkaitan erat dengan Program MBG bisa memahami dan menerapkan SOP yang ada.

"BGN berusaha agar Program MBG di seluruh lokasi berjalan dengan baik dan zero accident. Maka dari itu, kami berharap agar seluruh pihak bisa menerapkan SOP yang sudah ditetapkan," terangnya.(Sekjend MDG)

Bapak dan Ibu Guru SDN 21 Kota Bima Mengikuti Kegiatan Senam Bersama


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, sekolah melaksanakan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh siswa-siswi serta Bapak dan Ibu Guru. Kegiatan senam ini dilaksanakan pada pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai.Kehadiran dan partisipasi Bapak serta Ibu Guru dalam kegiatan senam memberikan contoh yang baik kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga kesehatan, bergerak aktif, serta menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan senam bersama juga menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan antara guru dan peserta didik, Minggu 11 Januari 2026.

SDN 21 Kota Bima Pemaparan Informasi Terkait Penilaian Kinerja di Ruang GTK Oleh Ibu Risqy Amalia, S.Pd


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Dalam kegiatan ini, pihak sekolah menyampaikan alur penilaian, penggunaan aplikasi pendukung, serta dokumen-dokumen yang diperlukan dalam proses penilaian. Melalui pemaparan ini, diharapkan seluruh guru dapat mempersiapkan perangkat kerja secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan penyampaian informasi ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik serta mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

MTs Darussakinah Sape Bersama Sanggar Langgoli Sukses Gelar Festival Seni dan Olahraga Tingkat SD/MI Se-Kecamatan Sape,HAB Kementerian Agama Ke-80


Sape, Bima, NTB | Media Dinamika Global.id — MTs Darussakinah Sape bekerja sama dengan Sanggar Langgoli sukses menggelar Festival Seni dan Olahraga tingkat SD/MI se-Kecamatan Sape dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80.


Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin, 12 Januari hingga Rabu, 14 Januari 2026. Acara ditutup secara resmi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba.

Beragam cabang lomba dipertandingkan dalam festival ini, antara lain Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 dan Juz Amma, Fashion Show, Senam Kreasi, serta Lari Sprint 60 meter. Seluruh perlombaan diikuti oleh siswa-siswi SD/MI dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Sape.

Berdasarkan data panitia, lomba Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 dan Juz Amma diikuti oleh 29 peserta. Lomba Fashion Show diikuti oleh 6 peserta, sementara Senam Kreasi yang dilaksanakan pada hari terakhir diikuti oleh 5 tim perwakilan sekolah. Adapun lomba Lari Sprint 60 meter diikuti oleh peserta dari 11 sekolah.

Pada hari terakhir dan Penutupan Festival ini turut dihadiri oleh Kepala MTS Darusakinah Sape,Ketua Komite,Dewan Pembina, Pengawas serta para dewan guru dari masing-masing sekolah peserta. Hadir pula Ketua Yayasan As Sakinah, Drs. H. Abdul Hamid, M.Si, yang memberikan sambutan sekaligus menutup kegiatan secara resmi.

Sambutan Ketua Yayasan As-Sakinah Sekaligus Menutup Acara dengan Resmi

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, pihak sekolah, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara.


Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi, bakat, dan minat siswa sejak usia dini, baik di bidang keagamaan, seni, maupun olahraga, serta mempererat tali silaturahmi antar sekolah di Kecamatan Sape.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat berprestasi, sportivitas, dan kebersamaan di kalangan siswa sejak usia dini.

Acara dilanjutkan dengan Pembagian hadiah dan Foto Bersama.

(Team MDG.03)

Pemprov NTB Bergerak Cepat Tangani Dampak Banjir Lobar dan Loteng


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas serta Dinas Kesehatan untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa malam (13/1/2026).

Gubernur Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat mengingat kondisi banjir yang belum surut. 

Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar mendesak bagi warga terdampak, seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak. 

Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik yang juga Kepala Dinas Kominfotik menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan terbaru dari BPBD NTB, terdapat satu orang korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat.

"Korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR,berusia 69 tahun, yang berasal dari Sekotong," tandasnya.

Dirinya menjelaskan, koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.

Di Lombok Barat, banjir terjadi di Kecamatan Sekotong, Desa Persiapan Pengantap, dengan dampak 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak, dan kondisi banjir dilaporkan belum surut. Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta update lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 WITA, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir dan sampai saat ini, Kepala BPBD NTB, Sadimin juga terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga.  Demikian pula Kepala Dinas Sosial NTB, Masyhuri bersama Baznas NTB terus melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.

Redaksi ||

Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat, satuan pelayanan pelabuhan laut Bima, Saat Memberi Penjelasan,


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat, satuan pelayanan pelabuhan laut Bima, ambil sampel darah ternak sapi di Kota Bima milik pengusaha Dompu tanpa kelengkapan administrasi bidang peternakan Dinas Pertanian Kota Bima.

Kabid Peternakan Pertanian Kota Bima, Drh Juwaihar mengatakan, pengusaha Kabupaten Dompu yang minta pengambilan sampel darah di bidang peternakan Kota Bima, hanya CV Karya Sejahtera milik Anto. Sementara yang lain, tidak ada permintaan.

“CV milik Anto ajukan surat permintaan pengambilan sampel darah di kami sebanyak 50 ekor. Sementara CV Dikah yang akan muat pada Kamis 15 Januari 2026 sebanyak 200 ekor, keberadaan sapinya diduga Kelurahan Kumbe. Namun administrasnya, tidak diurus di kami,” terang Juwaihar, Selasa 13 Januari 2026.

Kasatpel Balai Karantina Bima, Salam, SP mengatakan, pengambilan sampel darah untuk CV Dikah pada Selasa 13 Januari 2026, berlangsung pagi. Sapi tersebut akan diberangkatkan menuju pelabuhan Kalimantan Selatan.

“CV Dikah merupakan milik pengusaha yang beralamat dan beroperasi di Kabupaten Dompu,” katanya, Selasa 13 Januari 2026.

Pengambilan sampel darah milik CV Dikah, sapinya berada di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasana’e Timur Kota Bima berjumlah 200 ekor.

Tahapan sebelum Balai Karantina mengambil sampel darah, setelah CV Dikah penyelesaian proses administrasi dari Dinas.

“Administrasi yang di input di aplikasi, sudah lengkap. Akhirnya kami tindaklanjuti dengan pengambilan sampel darah,” terangnya.

Oleh karena sapi berada di kandang Kota Bima, seharusnya administrasi diurus di Dinas Pertanian Kota Bima. Tapi operasi CV Dikah, tidak terdaftar di Pertanian Kota. Namun Balai Karantina Bima, abaikan administrasi Kota dan mengikuti keinginan pengusaha.(Sekjend MDG)

Kapolda NTB Temui Gubernur NTB, Perkuat Sinergi Keamanan


Mataram, Media Dinamika Global.Id — Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., Selasa (13/1/2026), melaksanakan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal. Pertemuan berlangsung pukul 13.30 Wita di Ruang Kerja Gubernur NTB.

Audiensi tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kapolda NTB hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi, serta sinergi antara Polda NTB dan Pemerintah Provinsi NTB, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Irjen Pol. Edy Murbowo menyampaikan komitmen Polda NTB, untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Koordinasi dengan pemerintah provinsi terus kami jaga, agar situasi kamtibmas tetap kondusif, serta mendukung agenda pembangunan daerah,” ujar Kapolda NTB.


Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik audiensi tersebut. “Sinergi pemerintah daerah dan Polda NTB menjadi kunci menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat NTB,” kata Gubernur NTB.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB juga menyerahkan cinderamata kepada Gubernur NTB, sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan antar pimpinan daerah.

Audiensi tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor, demi NTB yang aman, damai, dan sejuk menuju "NTB Makmur Mendunia".

Redaksi ||

Dana Desa 2026 Dipotong Untuk Koperasi Desa Merah Putih: Efisiensi Anggaran Atau Pengalihan Beban


Foto: Muhammad Fakhrur Rodzi, S.IP.,M.IP

(Lingkar Pinggir Bima/Ketua Cabang Pemuda Muhammadiyah Kec Woha)

Woha NTB, Media Dinamika Global.id.// Tahun 2026 menjadi titik krusial bagi arah kebijakan pembangunan desa. Pemerintah pusat mengambil langkah kontroversial dengan memangkas sebagian Dana Desa sekitar 30% untuk dialihkan ke pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan ini diklaim sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan kemandirian desa di pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, di balik semangat besar tersebut, muncul pertanyaan mendasar:dan kritis dari elemen masyarakat/stakeholders, apakah pemotongan Dana Desa benar-benar solusi, atau justru memindahkan beban pembangunan ke pundak desa itu sendiri?

Dana Desa sejak awal dirancang sebagai instrumen afirmatir dari pusat yang diberikan langsung kepada desa. Ia bukan sekadar angka dalam APBN, melainkan harapan hidup bagi desa-desa yang tertinggal infrastruktur, pelayanan dasar, dan akses ekonomi. Jalan tani, irigasi, air bersih, posyandu, hingga pemberdayaan masyarakat desa tumbuh dari Dana Desa. Ketika dana ini dipotong, yang terdampak bukanlah angka statistik, melainkan denyut kehidupan masyarakat desa itu sendiri.

Di sisi lain, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih sejatinya adalah gagasan mulia untuk kemandirian, kemajuan ekonomi masyarakat Desa. Koperasi dimaksudkan sebagai motor ekonomi desa, wadah usaha kolektif, serta alat melawan dominasi tengkulak dan rantai distribusi yang timpang yang menguntungkan orang-orang tertentu yang mempuyai modal di desa. Namun, persoalan muncul ketika pembiayaan koperasi tersebut justru diambil dari Dana Desa. Desa dipaksa membiayai program nasional yang desain, arah, dan indikator keberhasilannya banyak ditentukan dari atas.

Masalahnya bukan pada koperasinya, tetapi pada cara negara menghadirkannya. Koperasi seharusnya tumbuh dari kebutuhan dan kesadaran warga, bukan lahir dari pemotongan anggaran yang sebelumnya sudah direncanakan untuk kepentingan lain. Banyak desa masih bergulat dengan persoalan dasar: akses jalan, jalan tani, gang, kemiskinan struktural, pengangguran pemuda,kenakalan remaja dan lemahnya kapasitas aparatur desa dalam proses penyelenggaraan pelayanan dan kinerja. Dalam kondisi seperti ini, pemotongan Dana Desa berpotensi menciptakan ketimpangan baru bagi desa ditengah minimnya akses pendapatan alternative yang dimiliki desa yang tidak bias mengelola potensi desa yang dimiliki.

Lebih jauh, tidak semua desa memiliki kesiapan yang sama untuk mengelola koperasi. Keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola, serta minimnya pendampingan berisiko menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sekadar formalitas administratif. Jika koperasi gagal, desa menanggung dua kerugian sekaligus: Dana Desa berkurang dan harapan ekonomi tidak terwujud.

Kebijakan ini juga menyisakan persoalan keadilan fiskal. Ketika negara ingin membangun koperasi sebagai program strategis nasional, semestinya pembiayaannya berasal dari anggaran pusat atau skema khusus yang tidak menggerus Dana Desa. Desa bukan objek eksperimen kebijakan, melainkan subjek pembangunan yang harus dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan.

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk koperasi mencerminkan cara pandang pembangunan yang masih elitis: desa dianggap selalu mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan pusat, apa pun konsekuensinya. Padahal, esensi otonomi desa adalah memberikan ruang bagi desa menentukan prioritasnya sendiri, sesuai potensi dan kebutuhan local.

Ke depan, pemerintah perlu melakukan koreksi serius. Koperasi Desa Merah Putih harus ditempatkan sebagai penguat, bukan pengganti pembangunan desa. Dana Desa tidak boleh menjadi sumber tambal sulam kebijakan nasional. Tanpa evaluasi menyeluruh, kebijakan ini justru berpotensi melemahkan fondasi desa yang selama ini perlahan dibangun. Jika koperasi adalah masa depan ekonomi desa, maka ia harus dibangun dengan dana yang adil, perencanaan matang, dan partisipasi warga yang nyata. Sebab pembangunan desa bukan soal efisiensi anggaran semata, melainkan soal menjaga harapan dan martabat masyarakat desa.(Sekjend MDG)