Media Dinamika Global

Minggu, 04 Januari 2026

Muhajirin Siringo Ringo Desak BPKAD Rohil Optimalkan Aset Kebun Sawit Demi PAD


BAGANSIAPIAPI – Tokoh muda Rokan Hilir, Muhajirin Siringo Ringo, menyoroti pentingnya tata kelola aset daerah yang lebih transparan dan produktif. 

Secara khusus, ia meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rokan Hilir untuk mengelola aset perkebunan kelapa sawit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) secara profesional guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Muhajirin menilai, selama ini status pengelolaan perkebunan sawit milik Pemkab terkesan tidak transparan, terutama terkait siapa pihak yang menyewa atau mengelola lahan-lahan tersebut.

Menurut Muhajirin, sudah saatnya Pemkab Rohil melakukan pendataan ulang dan penertiban terhadap seluruh titik perkebunan sawit yang menjadi aset daerah. 

Ia menyayangkan jika potensi sebesar itu tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah hanya karena administrasi yang kurang jelas.

"Sudah cukup selama ini perkebunan sawit milik Pemkab tidak jelas siapa yang menyewa dan bagaimana skema bagi hasilnya. Ini adalah potensi PAD yang sangat besar jika dikelola dengan serius," ujar Muhajirin kepada media.

Meski memberikan kritik terhadap kondisi masa lalu, Muhajirin menyatakan optimisme yang tinggi terhadap perubahan di tubuh BPKAD saat ini. 

Ia meyakini di bawah kepemimpinan Sarman, BPKAD akan mampu melakukan terobosan dalam menyelamatkan dan mengoptimalkan aset daerah.

"Saya yakin penuh, di bawah kepemimpinan Kanda Sarman, BPKAD bisa bekerja lebih baik lagi. Beliau memiliki integritas dan kemampuan untuk merapikan carut-marut aset kita selama ini," tambahnya.

Optimalisasi sektor perkebunan ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Dengan pengelolaan yang baik, hasil dari perkebunan sawit tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program-program pembangunan di Rokan Hilir.

Muhajirin berharap BPKAD segera melakukan langkah-langkah strategis, mulai dari inventarisasi lahan hingga penerapan sistem sewa yang transparan dan kompetitif sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Festival Seni dan Olahraga Tingkat SD/MI Se Kecamatan Sape Bekerjasama dengan Sanggar La Nggoli


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Ayo Daftar dan Tunjukkan Aksimu

1. Lomba tahfiz juz ke 30

1. Peserta terdiri dari masing-masing 1 orang (PA&PI)

2. Pakaian seragam sekolah/Sesuaikan

3. Aspek penilaian: tajwid, tartil, & kelancaran

4. Pilihan surah an-naba, asy-syams, At-Tin, Ad-duha, al-lail, al-alaq, al-insyirah, al-Qariah, al-alzazalah, al-humazah.

2. Lomba Lari Spirint 60 Meter

-. Aspek kecepatan

-. Seragam olahraga masing-masing

-. Bersepatu

3. Lomba Senam Kreasi

Peserta terdiri dari 4-8 orang

Senam anak Indonesia hebat berdurasi (+/-) 2 Menit

Senam kreasi berdurasi antara (+/-) 4 Menit

Peserta boleh PA/PI saja.(campur PA dan PI)

Kostum: baju olahraga/ sesuai Kreativitas.

4. Lomba Fashion show

Peserta terdiri 2 orang.(berpasangan PA&PI)

Untuk perempuan wajib berjilbab

Tema fashion show di bebaskan kepada peserta.(Formal, Semi formal, sport, casual, santai dll/ Sekjend MDG)

Sat Samapta Polres Tulang Bawang Sapu Bersih Kawasan Wisata Menggala Timur.


Tulang Bawang, Lampung - Mediadinamikaglobal.id || Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan. Sat Samapta Polres Tulang Bawang melaksanakan Patroli Kota Presisi dan Preventif di sejumlah titik strategis dan kawasan wisata di Kecamatan Menggala Timur, Minggu 05 Januari 2026.

Kegiatan patroli yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini menyasar Wisata Candi Cakat Raya dan Wisata Waterboom Taman Bahagia, dua lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Patroli dilakukan guna mencegah potensi tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas, serta konflik sosial di wilayah hukum Polres Tulang Bawang.

Patroli dipimpin oleh personel Sat Samapta yang terdiri dari AIPTU Jon Heriyanto, AIPDA Andri Febriansah, AIPDA Nur Qori Amin, M.H., BRIPDA Nufail Ma’arif, dan BRIPDA Alvie Sahrin. Para personel bergerak aktif melakukan pemantauan situasi, patroli dialogis, serta menyampaikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat.

Selain melakukan peninjauan keamanan, petugas juga menjalin komunikasi langsung dengan warga dan pengunjung wisata. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tindak kejahatan, menjaga barang bawaan, serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Tulang Bawang, IPTU I Ketut Suwardi Artono, S.H., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli Kota Presisi ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat yang beraktivitas, khususnya di kawasan wisata, merasa aman, nyaman, dan terlindungi dari segala bentuk gangguan kamtibmas,” tegas IPTU Ketut.

Ia menambahkan, pendekatan dialogis menjadi kunci dalam patroli kali ini, agar terbangun sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap masyarakat semakin peduli dan proaktif menjaga kamtibmas,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Menggala Timur terpantau aman, kondusif, dan terkendali. Patroli Kota Presisi ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dan komitmen Polres Tulang Bawang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Fs/Red)

Jejak Sunyi Yang Menjelma Keberhasilan Tidak Selalu Terlihat Terimakasih Panitia MIBA LBC STIT Sunan Giri Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Di setiap langkah yang dilalui, kegiatan ini tumbuh dalam suasana hangat dan penuh makna. Rasa bangga dan bahagia mengiringi terselenggaranya rangkaian acara yang berjalan dengan baik, diperkuat oleh kehadiran para narasumber yang luar biasa—menyemai pengetahuan, membuka cakrawala, dan meninggalkan kesan yang menetap dalam ingatan para peserta.

Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan dengan caranya masing-masing. Kepada panitia, kerja keras kalian adalah jejak-jejak sunyi yang menjelma keberhasilan—tidak selalu terlihat, namun terasa hingga akhir perjalanan kegiatan ini.

Seperti akar yang menembus tanah, Lbima Crafts Stit Bima meneguhkan pijaknya. Tumbuh perlahan, bergerak bersama, dan tetap berdiri kokoh. Dari kebersamaan inilah langkah-langkah kecil dirangkai, menjadi harapan dan arah menuju perjalanan yang lebih luas di masa depan, kreatif tanpa batas, sampela Mbojo.(Sekjend MDG)


SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima Meraih Juara 3 Sebagai Sekolah Terbanyak Inovasi Daerah 2025


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima kembali meraih juara ketiga sebagai sekolah terbanyak inovasi Tahun 2025.

Penyerahan Piagam penghargaan ini disampaikan oleh Bapak Andi Ihwan selalu eks Kepala Brida Kotabima. Adapun yang meraih juara 1 dan 2 sebagai sekolah terbanyak inovasi adalah SDN 2 Suntu kota Bima dan SMPN 2 Kota Bima.

SDN 5 pada Tahun ini hanya mampu menyuguhkan 11 Inovasi oleh 13 guru. Juga hal ini menunjuk progres yang signifikan dibanding tahun 2024 sebagai juara ke 2 namun hanya 6 inovasi.

Kami siap untuk meluncurkan lagi banyak inovasi kami akan targetkan 20 inovasi. Demikian informasi kami sebagi bentuk semangat meningkatkan mutu pendidikan.(Sekjend MDG) 

Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Dikritik Netizen Karena Tak Pajang Foto Sang Pahlawan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.– Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima menjadi sorotan hangat di jagat maya. Bukan karena layanan penerbangan, melainkan karena minimnya representasi visual dari tokoh pahlawan yang namanya diabadikan pada bandara kebanggaan masyarakat Bima tersebut. Seperti dikutip Media Kampoeng Media

​Sorotan ini bermula dari unggahan seorang pengguna Facebook bernama Dewi Ratna Muchlisa , yang viral setelah menyoroti ketiadaan foto, replika, maupun narasi sejarah Sultan Muhammad Salahuddin di area terminal penumpang. Unggahan tersebut memicu reaksi nitizen  mengenai pentingnya identitas daerah di fasilitas publik.

​”Aneh, Nama Ada Tapi Orangnya Tidak Ada”

​Dalam unggahannya, Dewi ratna muchlisa mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi interior bandara. Menurutnya, sebagai gerbang utama masuknya wisatawan ke Bima, bandara seharusnya menjadi tempat pertama untuk memperkenalkan sosok Sultan Muhammad Salahuddin.

​”Aneh, bandara ini namanya Sultan Muhammad Salahuddin, tapi tidak ada foto pahlawan dari Bima tersebut. Seharusnya ada edukasi agar pengunjung tahu siapa sosok di balik nama besar ini,” ucapannya

dalam kutipan yang viral di media sosial.
​Kritik ini pun diamini oleh banyak netizen. Masyarakat merasa pengunjung, terutama wisatawan luar daerah, kehilangan kesempatan untuk mengenal sejarah lokal karena minimnya ornamen sejarah di dalam gedung terminal yang megah tersebut.

​Tuntutan Fungsi Edukasi dan Identitas Daerah


​Selain sebagai tempat transit, warga berharap Bandara SMS Bima bisa berfungsi sebagai “jendela budaya” atau mini museum. Kehadiran foto resmi, lukisan, atau ringkasan sejarah perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin dianggap krusial untuk:

​Memperkuat Identitas Daerah: Menunjukkan kebanggaan atas pahlawan lokal kepada dunia luar.

​Fungsi Edukasi: Memberikan pengetahuan sejarah bagi generasi muda dan pendatang.
​Estetika Berbasis Budaya: Menambah nilai estetika interior dengan sentuhan kearifan lokal.

​Respons dan Harapan ke Depan
​Menanggapi aspirasi tersebut, pihak otoritas bandara diharapkan segera menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima untuk pengadaan aset visual yang autentik.

​Meski dalam beberapa renovasi terakhir unsur budaya seperti motif Tenun Mente sudah mulai dimasukkan ke dalam desain interior, keberadaan sosok “Wajah” Sultan Muhammad Salahuddin tetap dianggap sebagai komponen yang tak boleh dilupakan.

​Sebagai informasi, Sultan Muhammad Salahuddin adalah Sultan Bima terakhir (memerintah 1915–1951). Beliau merupakan tokoh religius-nasionalis yang sangat berjasa dalam menyatakan bergabungnya Kesultanan Bima ke pangkuan NKRI pasca kemerdekaan.


​Keluhan masyarakat ini menjadi pengingat bagi pengelola fasilitas publik bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang merawat ingatan sejarah dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

​Penulis: Redaksi Online
Editor: Bram Pajarewo

Langkah Awal MIBA LBC Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima di Pantai Ule Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pelaksanaan Mengasah Intelektual Bersamam Alam (MIBA) 2025 resmi dimulai di Pantai Ule, Kota Bima (29/12/2025). Hari pertama kegiatan ini berlangsung lancar dan semangat dari seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti proses awal dalam rangkaian pembinaan anggota baru Laskar Bima Craft.

Meskipun kegiatan dilaksanakan di bawah tenda sederhana beratapkan terpal dan beralaskan tikar plastik di tepi pantai, suasana pelaksanaan tetap berjalan khidmat. Kegiatan dimulai pukul 13.00 hingga 15.20 WITA, dengan materi pembuka berjudul “Mencari Makna Hidup” yang disampaikan oleh Bapak Adi Haryanto, M.Pd, dosen muda STIT Bima, serta dipandu oleh Siti Nurrahmah dari Universitas Nggusuwaru.

Dalam penyampaian materi, peserta dibagikan potongan ayat Al-Qur’an dan hadis secara acak. Peserta kemudian diminta untuk mencari sambungan dari potongan tersebut melalui interaksi dengan peserta lain. Dari proses ini terbentuk kelompok-kelompok kecil secara alami, yang selanjutnya bertugas menerjemahkan dan menjelaskan hikmah di balik teks yang diperoleh. Hasil pembahasan setiap kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lainnya, disertai sesi diskusi dan tanggapan yang berlangsung dinamis.

Melalui metode pembelajaran ini, peserta diajak untuk memahami makna kebersamaan dan kesalingan dalam kehidupan, serta menyadari bahwa nilai-nilai tersebut telah diatur dan dipandu oleh Tuhan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah. Materi disampaikan dengan gaya yang komunikatif, ringan, dan mengalir, sehingga suasana kegiatan tetap fokus namun tetap terasa nyaman bagi seluruh peserta.

Hari pertama pelaksanaan MIBA menjadi tahap awal dari proses pengkaderan anggota baru LBC. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai dasar organisasi, seperti kebersamaan, semangat belajar, dan komitmen untuk tumbuh bersama.(Sekjend MDG)

LETKOL ARHANUD SAMUEL ASDIANTO LIMBONGAN, S.KOM.,S.MC. SILATURRAHIM DI UNIVERSITAS NGGUSUWARU


Bima, Media Dinamika Global.id.-- 1/1/2026. Dandim 1608/ Bima melakukan kunjungan di Universitas Nggusuwaru dan diterima oleh rektor dan wakil rektor 2 dan wakil rektor 3 bersama kaprodi dan mahasiswa lingkup universitas Nggusuwaru dan kegiatan berlangsung di Ruang rapat dosen gedung E Lantai II berjalan dengan lancar dengan penuh suasana keakraban. 

Selesai silaturrahim di ruang rapat dan dilanjutkan keliling bersama di luar kampus dengan pindad maung (harimau) dengan driver langsung oleh Dandim 1608/Bima Letkol Arhanud Samuel Asdianto Limbongan, S. Kom,. S, Mc. didampingi oleh Dr. Tasrif, M.Pd. (Rektor UNSWA), Wakil Rektor II (Ahmad Yani, M.M), Wakil Rektor III (Amiruddin, S.Pd.,M.Pd), Ketua LPM (Dr. Ahmad Sandi, M.M), Kaprodi BK (Faijin, M.Pd) dan Tim Humas serta mahasiswa. 

Pindad Maung ( Harimau ) adalah kendaraan Sipil dan taktis rantis ringan tempur jarak dekat modular 4x4 yang sangat kuat dan bandel diproduksi oleh PT Pindad (Persero) Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Maung dirancang memiliki kemampuan modular untuk digunakan dalam berbagai varian operasi. Nama Maung berarti harimau.

Ikuti akun official Resmi Universitas Nggusuwaru (UNSWA) Bima

IG : Unswa_bima_campus

Tiktok:Unswa_bima_campus

FB : Universitas Nggusuwaru Unswa

Youtube: Universitas Nggusuwaru Bima

Humas Universitas Nggusuwaru (UNSWA) Bima.(Sekjend MDG)


Sabtu, 03 Januari 2026

Revi Siswa SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima Menyabet Medali Emas Kejurnas IPSI Lotim Championship III Tahun 2025


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// SDN 5 Berkarya. Reviana Callysta Yunita Putri yang merupakan siswi Kelas 6-A SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima pada Sabtu (27/12/2025) berhasil menyabet Medali Emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat IPSI Lombok Timur Championship III Tahun 2025 yang dilaksanakan di GOR PORDA Selong - Lombok Timur 27-29 Desember 2025.

Revi sapaan akrab Reviana Callysta Yunita Putri ini raih medali tersebut turun di Kelas Tanding H (40-42 Kg) Putri pada Usia Dini 2-B (10-12 Tahun).

Kejurnas pencak silat ini diikuti oleh 1.128 pesilat dengan jumlah Kontingen 150. Kontingen tersebut merupakan utusan sekolah, perguruan silat se Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Revi yang merupakan utusan dari Kontingen Perguruan Silat "Putra Bima" Indonesia untuk Ranting SDN 5 Rabangodu Utara.

Championship III di Lombok Timur ini mempertandingkan Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja, Remaja dan Dewasa pada kategori Tanding, Tunggal, Ganda, Beregu dan Solo Kreatif.

Kepala SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima Suhardin, M. Si mengaku sangat senang dan bangga atas prestasi yang luar biasa ini. "Ini merupakan kado akhir tahun yang luar biasa yang dipersembahkan oleh ananda Revi," ungkap Ketua PGRI Senior ini. Suhardin mengapresiasi dqn sangat berterima kasih kepada para pembina dan pelatih yang telah belerja maksimal sehingga prestasi bergengsi ini bisa tercapai. Lebih lanjut pria yang biasa dipanggil Bang Arjuna ini menyampaikan bahwa selama kepemimpinannya, SDN 5 Rabangodu Utara banyak mengukir prestasi - prestasi tingkat nasional bahkan internasional. "Untuk prestasi tingkat Kota atau lokal kita beri kesempatan sekolah-sekolah yang baru mulai berkembang, " pungkasnya (Sekjend MDG)

DPD IMM NTB Sebut Polres Bima Kota Diduga Otak Dibalik Skenario Kasus Kifen yang Hebohkan Warga

Sekbid Hukum dan HAM DPD IMM NTB, Firmansyah (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global.Id - Beberapa hari terakhir ini  menghebohkan publik terkait dengan seorang remaja bernama Kifen warga asal kecamatan Wera diduga hilang di Gunung Sangiang Api Bima saat berburu rusa bersama rekan-rekannya, hingga sampai sekarang belum ditemukan.

Kasus tersebut menjadi tanda tanya semua pihak, sehingga munculnya berbagai opini yang mencuak di tengah-tengah masyarakat dan media sosial (Medsos), penyebab atas peristiwa itu belum mampu di buktikan secara jelas atas kebenarannya.

Sekbid Hukum dan HAM DPD IMM NTB, Firmansyah, menceritakan kronologis bahwa kasus dugaan hilang Kifen di kawasan puncak Gunung Sangiang Api, Kabupaten Bima. Kejadian tersebut pada hari Minggu (14/12/2025) pagi. Korban terpisah dari tiga rekan-rekannya saat melakukan aktivitas berburu di gunung tersebut. Rekan-rekannya berinisial M, A, dan K mulai mendaki dan berburu pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 Wita.

"Mereka tiba dan beristirahat di lokasi yang dikenal sebagai Karombo Wera sekira pukul 19.00 Wita. Peristiwa kasus Kifen bermula pada Minggu pagi, 14 Desember 2025, Kifen dan inisial A mendahului mendaki ke puncak, sementara inisial M dan K menyusul kemudian," kata  Firmansyah pada awak media ini. Sabtu, (3/1/26).

Sambung Firmansyah, sekitar pukul 08.00 Wita, rekan-rekannya menyusul bertemu dengan inisial A yang sudah turun kembali. Namun, setelah melewati batas waktu yang disepakati, Kifen tidak muncul.

"Kemudian rekan-rekannya melakukan pencarian mandiri, naik hingga ke puncak dan turun ke titik pertemuan terakhir dengan inisial A, tetapi Kifen belum ditemukan hingga sampai hari ini," tuturnya.

Kedati demikian, hal ini mengandung spekulatif karena perkembangan kasus diduga  banyak kejanggalan. "Kasus tersebut membuat kegaduhan untuk masyarakat Bima dan sekitarnya, kerena merasa kebingung atas peristiwa tersebut," tambahnya.

Firmansyah menegaskan, bahwa Polres Bima kota dinilai seolah-olah menganggap remeh kasus tersebut dan parut dipertanyakan kinerja Polres Bima Kota yang memiliki kelengkapan alat dan personil memiliki keahlian dalam penyelidikan dan penyidikan untuk menangani kasus, sekaligus sebagai pelayan masyarakat dan  tidak mampu terbongkar kasus tersebut.

"Polres Bima Kota diduga ada permainan dibalik kasus ini, sehingga Kapolres tidak bekerja ekstra dalam mengungkap kasus menimpah Kifen," tegasnya.

Tiga hal kasus diluar hukum:

1. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

2. Pengejaran orang yang diduga melakukan kejahatan.

3. Penanganan yang diduga tindakan pidana.

Kasus-kasus seperti ini hampir tidak ada ditindaklanjuti proses hukumnya lebih ekstra. Laporan-laporan masyarakat pada umumnya juga tidak ditindaklanjuti, tidak ada proses penyelidikan dan penyidikan secara komprehensif oleh Polres Bima Kota.

Kalaupun kasus itu diduga penembakkan, bagaimana mungkin pihak Polri tidak bisa membongkarnya dengan kelengkapan alat detektif dan personil yang memiliki ahli di bidang penyelidikan dan penyidikan.

Atas hal tersebut, kami menyatakan sikap.

1. Segera Proses hukum para pelaku yang diduga terlibat skenario pembunuhan "Kifen".

2. Segera lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut mengenai keterlibatan para pihak diduga terlibat dalam kasus hilangnya Kifen.

3. Apabila kasus Kifen tidak mampu diungkap oleh Polres Bima Kota, lebih baik angkat kaki di Kota Bima karena tidak mampu menuntaskan masalah-masalah Hukum di wilayah Bima.

Redaksi ||