Media Dinamika Global

Sabtu, 27 Desember 2025

Pra-MIBA STIT Sunan Giri Bima Budaya Bima dalam Perspektif Sastra dan Humaniora: Bersama La Ndolo Conary


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pada kesempatan Pra-MIBA STIT Bima, Bang La Ndolo menyuguhkan pemaparan mengenai budaya Bima dalam perspektif sastra dan humaniora. Dalam pemaparannya, beliau terlebih dahulu menjelaskan dua dimensi awal sastra. Menurutnya, sastra tumbuh dan berkembang seiring dengan kehidupan manusia. Sekitar tahun 5000 SM, manusia mulai mengenal tulisan, yang sekaligus menandai lahirnya aksara. Selanjutnya, sekitar tahun 1500 M, manusia diperkenalkan dengan huruf Latin yang berkembang dalam peradaban Yunani dan kemudian menyebar luas ke berbagai belahan dunia.

Dalam konteks lokal, masyarakat Bima telah lama hidup berdampingan dengan sastra, terutama dalam bentuk tradisi lisan seperti kapatu mbojo, dongeng, dan cerita-cerita rakyat. Sastra tidak hanya lahir dari masyarakat Bima sendiri, tetapi juga direkam oleh orang-orang luar yang menceritakan berbagai peristiwa kebudayaan Bima. La Ndolo menuturkan bahwa dua tahun silam, dirinya didatangi oleh profesor dari UII dan BRIN yang secara khusus datang untuk menggali kapatu mbojo dan puisi-puisi dalam bahasa Bima. Hal ini menunjukkan bahwa sastra Bima memiliki nilai penting dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakatnya.

Secara historis, sastra tulis di Bima mulai berkembang pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an, seiring dengan masuk dan berkembangnya Islam di wilayah Bima. Sejak saat itu, sastra menjadi medium ekspresi budaya dan sarana penyebaran nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Dari sudut pandang humaniora, La Ndolo menyoroti perubahan perilaku masyarakat Bima, khususnya di kalangan pemuda dan pemudi. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini lebih dominan mengonsumsi budaya yang kurang mencerminkan nilai kesantunan, seperti penggunaan kata-kata kasar, misalnya "anjir", serta kecenderungan mengikuti tren tanpa refleksi kritis. Padahal, masyarakat Bima pada masa lalu dikenal dengan tutur kata yang santun dan beretika. Namun, di era digital, nilai-nilai tersebut perlahan diabaikan dan ditinggalkan.

Pada kesempatan Pra-MIBA STIT Bima, Bang La Ndolo menyuguhkan pemaparan mengenai budaya Bima dalam perspektif sastra dan humaniora. Dalam pemaparannya, beliau terlebih dahulu menjelaskan dua dimensi awal sastra. Menurutnya, sastra tumbuh dan berkembang seiring dengan kehidupan manusia. Sekitar tahun 5000 SM, manusia mulai mengenal tulisan, yang sekaligus menandai lahirnya aksara. Selanjutnya, sekitar tahun 1500 M, manusia diperkenalkan dengan huruf Latin yang berkembang dalam peradaban Yunani dan kemudian menyebar luas ke berbagai belahan dunia.

Dalam konteks lokal, masyarakat Bima telah lama hidup berdampingan dengan sastra, terutama dalam bentuk tradisi lisan seperti kapatu mbojo, dongeng, dan cerita-cerita rakyat. Sastra tidak hanya lahir dari masyarakat Bima sendiri, tetapi juga direkam oleh orang-orang luar yang menceritakan berbagai peristiwa kebudayaan Bima. La Ndolo menuturkan bahwa dua tahun silam, dirinya didatangi oleh profesor dari UII dan BRIN yang secara khusus datang untuk menggali kapatu mbojo dan puisi-puisi dalam bahasa Bima. Hal ini menunjukkan bahwa sastra Bima memiliki nilai penting dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakatnya.

Secara historis, sastra tulis di Bima mulai berkembang pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an, seiring dengan masuk dan berkembangnya Islam di wilayah Bima. Sejak saat itu, sastra menjadi medium ekspresi budaya dan sarana penyebaran nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Dari sudut pandang humaniora, La Ndolo menyoroti perubahan perilaku masyarakat Bima, khususnya di kalangan pemuda dan pemudi. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini lebih dominan mengonsumsi budaya yang kurang mencerminkan nilai kesantunan, seperti penggunaan kata-kata kasar, misalnya "anjir", serta kecenderungan mengikuti tren tanpa refleksi kritis. Padahal, masyarakat Bima pada masa lalu dikenal dengan tutur kata yang santun dan beretika. Namun, di era digital, nilai-nilai tersebut perlahan diabaikan dan ditinggalkan.

Dalam pernyataannya, La Ndolo menegaskan bahwa perubahan zaman merupakan keniscayaan, tetapi akar budaya, terutama kesantunan dalam bertutur harus tetap lestari dan hidup dalam ruang dan waktu apa pun. Ia kemudian mengaitkan hal ini dengan falsafah hidup masyarakat Bima, yakni maja labo dahu. Menurutnya, maja labo dahu selain dari pada relasi vertikal antara manusia dan Tuhan, ia juga sebagai laku hidup sosial di tengah masyarakat.

Ungkapan seperti maja kai ba ade eda mpoa dou ma karawi (malu rasanya melihat orang bekerja sementara kita tidak ikut bekerja) dan dahu kai weha ntau dou (takut mengambil milik orang lain) mencerminkan nilai moral yang kuat dalam kehidupan masyarakat Bima. Dari falsafah inilah lahir budaya karawi kaboju (gotong royong), cempe rima (saling membantu), dan kasama weki (kebersamaan), yang dahulu tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Bima.

Dalam praktik cempe rima, masyarakat Bima pada masa lalu tidak memerlukan uang untuk menggaji tenaga kerja. Sistem yang digunakan adalah saling tukar tenaga, yang dikenal dengan ungkapan bantu kali cempe angi (saling membantu sesama). Setelah satu pekerjaan di ladang selesai, mereka berpindah ke ladang orang lain yang sebelumnya ikut terlibat. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan persepsi masyarakat, sistem ini mengalami transformasi. Upah tenaga yang dahulu berbasis solidaritas kini bergeser menjadi upah berbasis uang.

Lebih lanjut, La Ndolo menjelaskan bahwa masyarakat Bima sangat mengedepankan nilai kemanusiaan. Tradisi berbagi seperti wara si uta mbeca ma ncewi na bage di iwa ra weki na (jika ada kelebihan sayur, maka dibagikan kepada saudara dan tetangga), atau kebiasaan mengantar lauk-pauk seperti daging ayam, daging rusa, atau daging sapi kepada tetangga, merupakan bentuk nyata solidaritas sosial. Budaya ini perlahan terkikis oleh arus zaman, meskipun sebagian masyarakat Bima masih berupaya mempertahankannya.

Penulis menambahkan bahwa perkembangan dunia digital dan tren media sosial, termasuk fenomena FB-Pro, telah membawa sebagian masyarakat Bima pada perilaku yang cenderung amoral. Informasi hoaks menjadi konsumsi sehari-hari, fitnah antarsesama marak di berbagai akun media sosial, ujaran kebencian dan kata-kata kasar menjadi tontonan yang lumrah, bahkan telah dikonsumsi oleh anak-anak. Kondisi ini menunjukkan adanya degradasi nilai dalam ruang sosial digital.

Maka, refleksi terhadap masa lalu menjadi penting, sebab masa lalu adalah cermin untuk menata masa depan yang lebih baik. Tidak semua tren zaman membawa dampak positif. Oleh karena itu, sikap selektif dalam menyerap perubahan menjadi keharusan, mengambil nilai-nilai yang baik dan meninggalkan yang merusak. Hidup bukan semata tentang "apa kata orang", melainkan tentang "apa kata hati" yang berlandaskan nilai, etika, dan kebudayaan.(Sekjend MDG)

Serma Rizaludin Pimpin Kegiatan Patroli Skala Besar, Ajak Warga Sama-sama Menciptakan Keamanan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Anggota Koramil 1608-01/Rasanae melaksanakan kegiatan Patroli Batas Kota dan Siskamling di wilayah teritorial yang di pimpin oleh Serma Rizaludin Babinsa Kelurahan Penaraga yang bertempat di batas Kota Kecamatan Rasbar sampai dengan Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima. Sabtu, (27/12/25).

Adapun personil yang terlibat siskamling sebagai berikut, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae 6 orang, Ketua RT. 10 RW. 04 Kelurahan Penaraga, Ketua Pemuda, Anggota PPM Pemuda Panca Marga 2 Orang.

Sasaran Siskamling kali ini adalah, di sekitar jalan baru Pasar Amahami dan Taman Amahami, serta Lapangan Rabu, dengan rangkaian jadwal kegiatan sebagai berikut, Pukul 20.30 Wita Personil melaksanakan apel pengecekan di Koramil 1608-01/Rasanae

Setelah melaksanakan Apel Pengecekan, sekitar Pukul 21.15 Wita, personil siskamling tiba di Kecamatan Rasanae Barat dan Kecamatan Raba, di titik rawan tempat berkumpulnya anak-anak muda, dan di pos Jaga RT. 10 RW. 04 Kelurahan Penaraga langsung memberikan himbauan pada warga.

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, pada malam hari ini kita Babinsa dan RT, beserta Pemuda Pancasila Marga melaksanakan Patroli Siskamling dalam rangka sama-sama menciptakan keamanan, ujarnya.


Lanjutnya, maka dalam hal ini kami sangat berharap agar setiap warga bisa menghindari hal-hal yang menimbulkan dampak yang tidak baik khususnya di lingkungan Kelurahan Penaraga, dan yang lebih penting lagi adalah jangan menkomsumsi minuman keras dan Narkotika.

Selain itu juga, apabila terjadi permasalahan agar dilaporkan ke Babinsa dan Ketua RT sehingga permasalahan dapat di selesaikan dan selalu menjaga Kamtibmas yang Kondusif tentunya.

Setelah melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan sekitar Pukul 21.35 Wita, Patroli Siskamling selesai dan dilaksanakan dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Aparat Gabungan Menangkap Tiga Pemburu Rusa di Pulau Komodo


Manggarai Barat, Media Dinamika Global.id.// Aparat gabungan menangkap tiga pemburu rusa inisial AB, AD, dan Y di Pulau Komodo, Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (14/12/2025) dini hari. Namun, lima pelaku lain berhasil kabur dengan menceburkan diri ke laut.

"Tim gabungan berhasil menggagalkan upaya kelompok pemburu liar yang diduga kerap memburu satwa dilindungi, khususnya rusa, di kawasan TN Komodo," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dwi Januanto Nugroho, dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Jumat (19/12/2025).

Dwi mengungkapkan penangkapan pemburu rusa itu melibatkan Kapal Pengawas (KP) Badak Laut 01 dan Kapal G1 Komodo. Ia pun mengungkap detik-detik petugas gabungan yang terlibat baku tembak dengan para pemburu.

Menurut Dwi, tim gabungan awalnya menemukan kapal kayu berukuran 10x3,5 meter di sekitar Loh Serikaya, Pulau Komodo sekitar pukul 02.30 Wita. Kapal itu diduga membawa pemburu liar dan rusa hasil buruan.

Petugas kemudian melakukan penyergapan terhadap kapal itu. Namun, kapal berupaya kabur ke luar kawasan TN Komodo. Tim gabungan lantas memberikan peringatan lisan melalui pengeras suara Kapal G1 Komodo, tetapi tak diindahkan.

Personel Polri selanjutnya melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara sekitar pukul 02.33 Wita. Bukannya berhenti, para pelaku justru membalas dengan tiga kali tembakan ke arah Kapal G1 Komodo.

Selanjutnya, terjadi kejar-kejaran kapal pelaku dengan tim gabungan. Kejar mengejar itu terjadi dalam kondisi gelap dan arus laut yang dinamis. Ancaman tembakan dari pelaku juga terus mengarah ke petugas.

Kontak senjata kemudian terjadi di hingga ke luar kawasan TN Komodo, tepatnya perairan Selat Sape, Kabupaten Bima, sekitar pukul 03.45 Wita. "Dalam situasi tersebut, kelompok pemburu tetap melawan dan menembaki tim gabungan," terang Dwi.

Tim gabungan akhirnya melakukan penenggelaman kapal karena pelaku terus melakukan perlawanan bersenjata kepada petugas. Kapal pemburu itu akhirnya tenggelam di perairan lokasi baku tembak tersebut. Tiga pemburu akhirnya ditangkap dan lima lain kabur dengan melompat ke laut.

Baru pada pagi hari tim gabungan menyelam di lokasi baku tembak untuk mencari barang bukti tambahan. Penyelaman itu berbuah hasil. Petugas menemukan 10 selongsong peluru, 8 peluru aktif kaliber 5.56 mm, 1 ekor rusa, dan satu pucuk senjata api rakitan lengkap dengan magazine yang masih terpasang.

Petugas juga menemukan pisau, senter kepala (headlamp), dan smartphone. Kapal kayu milik pemburu rusa itu juga diamankan petugas untuk kepentingan penyelidikan.

Kapal milik tim gabungan juga kena tembak oleh senjata api para pemburu rusa. Kapal itu mengalami kerusakan di bagian lampu sirine, lampu sorot, dan badan kapal.(Tim MDG)

Kapolres Bima Kota Pimpin Sertijab Lima PJU, Tekankan Integritas dan Kesiapsiagaan Nataru


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. memimpin langsung upacara pisah sambut dan serah terima jabatan (Sertijab) lima Pejabat Utama (PJU) Polres Bima Kota, yang berlangsung pada Sabtu (27/12/2025) pukul 09.00 Wita bertempat di Aula Rupatama Polres Bima Kota.

Upacara tersebut meliputi pisah sambut dan Sertijab Kasat Samapta, Kapolsek Rasana’e Timur, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima, serta pelantikan Kasat Intelkam Polres Bima Kota, Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bima Kota bertindak selaku Inspektur Upacara.

Upacara diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Polres Bima Kota serta Bhayangkari Polres Bima Kota.

Dalam sambutannya, Kapolres Bima Kota menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dan rutin dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier personel.

Mutasi jabatan merupakan bentuk penyegaran, kaderisasi, serta optimalisasi jabatan perwira di lingkungan Polri. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi agar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bima Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat di Polres Bima Kota.

“Saya secara pribadi dan selaku pimpinan Polres Bima Kota mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian dan pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Kepada pejabat yang mendapatkan amanah di jabatan baru, Kapolres berharap agar dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik serta mampu mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya melalui inovasi dan kreativitas yang bersifat membangun.

Dengan semangat Polisi BAIK, Kapolres Bima Kota berharap seluruh pejabat dan personel mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, baik di lingkungan internal Polres maupun di tengah masyarakat.(Sekjend MDG)

Bansos Rp300.000 Untuk Warga Jakarta Cair di Desember 2025, Ini Penerimanya


JAKARTA, Media Dinamika Global.id.// Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan sosial (bansos) Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) kepada penerima manfaat Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) untuk periode Desember 2025.

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin mengatakan, bansos PKD bulan ini diberikan kepada 213.789 penerima manfaat, yang terdiri dari 25.450 penerima KAJ, 167.820 penerima KLJ, dan 20.519 penerima KPDJ, dengan masing-masing penerima mendapatkan dana sebesar Rp300 ribu.

"Bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata dia di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Pemprov DKI Jakarta melalui pemberian bansos PKD ingin memastikan bahwa masyarakat rentan, seperti lansia, anak usia dini, dan penyandang disabilitas di Jakarta tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan sosial.(Sekjend MDG)

Suaeb Qury Luncurkan Buku ke-XII “Quotenews Inspirasi”, NTB Mendunia Lewat Karya Literasi


Mataram, Media Dinamika Global – Penulis dan pemerhati isu sosial, Suaeb Qury, kembali menorehkan karya literasi dengan meluncurkan buku ke-XII dan bedah buku berjudul “Quotenews Inspirasi”. Kegiatan ini berlangsung di Bumi Resto Kota Mataram. Sabtu (27/12/25).

Kegiatan launching dan bedah buku ini menjadi momentum penting dalam menggaungkan semangat “NTB Mendunia” melalui karya tulis yang sarat makna dan refleksi. Kegiatan tersebut berlangsung 

Buku Quotenews Inspirasi memuat kumpulan catatan perjalanan hidupnya, jurnalistik, serta refleksi kritis yang lahir dari perjalanan intelektual dan pengalaman sosial penulis. Melalui bahasa yang sederhana namun tajam, Suaeb Qury menghadirkan pesan-pesan inspiratif yang mengajak pembaca berpikir lebih dalam terhadap realitas kehidupan, demokrasi, dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Suaeb Qury menyampaikan bahwa buku ke-XII ini merupakan bentuk konsistensi dalam menjaga tradisi menulis sebagai jalan perubahan. literasi adalah jembatan untuk memperkenalkan identitas dan pemikiran daerah ke tingkat nasional bahkan global.

“NTB memiliki banyak gagasan besar. Lewat literasi, kita bisa berbicara kepada Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Menurut dia, refleksi panjang perjalanan kepenulisan ini, ia tekuni sejak tahun 2000. Dari berbagai opini melalui tulisan, ia kumpulkan selama lebih dari dua dekade. karya-karya ini kini telah menjadi lima buku yang bersih dan siap dibaca publik.

Selain itu, Suaeb juga memaparkan bahwa salah satu buku terbarunya  merupakan juga hasil pengembangan dari tesis akademiknya. Buku tersebut lahir dari proses panjang pengamatan terhadap seribu kultur, yang kemudian ia seleksi dan rangkum melalui konten media sosial selama dua tahun terakhir, lalu serahkan kepada tim editor dan layout buku.

“Dalam proses menulis, tentu ada penyuntingan dan perbaikan. Itu hal yang wajar, karena kita sebagai insan manusia tidak luput dari kekurangan,” ujar Suaeb.

Ia mengakui bahwa semangat menulis tidak lepas dari warisan pemikiran dan keteladanan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Mahbub Junaidi. Dua tokoh tersebut  menjadi inspirasi utama dalam membentuk karakter dan keberanian anak muda NU untuk menulis dan berpikir terbuka.

“Dua tokoh itu menjadi inspirasi kami, anak muda NU untuk berani menulis dan menyampaikan gagasan,” tegasnya.

Suaeb juga mengajak generasi muda agar tidak ragu menempuh jalan literasi sebagai sarana membangun eksistensi dan kontribusi sosial. Menulis adalah salah satu cara paling efektif agar dikenal sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Kalau mau dikenal orang, minimal menulislah. Kalau belum bisa menulis, belajarlah. Salah satunya dengan menghadiri diskusi,  dialog-dialog dan acara seperti ini,” tuturnya.

Lebih jauh Suaeb, bahwa anak muda NU harus terus menghidupkan nilai-nilai keislaman yang telah diajarkan dua tokoh tersebut, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari, mulai dari cara bergaul, berinteraksi, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menutup penyampaiannya, Suaeb Qury memberikan pesan motivasi kepada generasi muda agar tidak pernah lelah berkarya.

“Jangan pernah merasa lelah. Teruslah berkarya, budayakan membaca buku, dan membaca peluang,” pungkasnya.

Acara bedah buku berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh Gubernur NTB melalui Karo SDM NTB, puluhan jurnalis, akademisi, mahasiswa, aktivis, serta pegiat literasi. Para pembedah buku, yakni Dr. Irfan Suriadiata, M.H., Dr. Ufran, S.H, M.H., Dr. Ihsan Hamid, M.Si., Dr. Alvi Sahrin, M.H mengapresiasi karya Quotenews Inspirasi sebagai bacaan yang relevan dengan kondisi kekinian, karena mampu memadukan nilai kehidupan sehari-hari.

Peluncuran buku ini semakin memperkuat posisi Suaeb Qury sebagai penulis produktif yang konsisten melahirkan karya-karya inspiratif. Dua belas buku yang telah diterbitkan menjadi bukti nyata dedikasi dan komitmennya dalam membangun budaya literasi dari daerah untuk NTB dan Indonesia.

Melalui Quotenews Inspirasi, Suaeb Qury tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga menghidupkan harapan bahwa dari NTB, lahir gagasan-gagasan besar yang mampu memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia.

Redaksi ||

BAZNAS NTB GELAR PENGUATAN PENGHIMPUNAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) SE-NTB DALAM OPTIMALISASI POTENSI ZIS


Mataram, Media Dinamika Global.id.– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Penguatan Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) lingkup BAZNAS se-NTB. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor BAZNAS NTB dengan skema hybrid (offline dan online), diikuti oleh para Pimpinan serta Tim Fundraising BAZNAS kabupaten/kota se-NTB, Senin 6 Oktober 22025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi, profesionalisme, dan inovasi dalam penghimpunan dana ZIS di wilayah NTB agar semakin optimal dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, M.A., menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga pengelola zakat.

Penguatan penghimpunan ZIS tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita harus bersatu dalam visi yang sama, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap program penghimpunan dan pendistribusian zakat berjalan sesuai prinsip syariah dan regulasi nasional,” ujar Dr. Iqbal.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas amil dan pemanfaatan teknologi digital.

BAZNAS di seluruh level harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan literasi zakat, peningkatan kualitas layanan, serta digitalisasi penghimpunan menjadi kunci untuk memperluas jejaring muzaki dan meningkatkan kepercayaan publik,” ungkapnya.

Rizaludin menjelaskan, strategi penguatan dilakukan melalui empat langkah utama, yakni pertama, penguatan tim fundraising perorangan yang mencakup ritel, digital, big donor, dan infak operasional. Kedua, memperkuat layanan muzaki dengan memanfaatkan data dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Rizaludin menambahkan, strategi penghimpunan ZIS juga perlu didukung digitalisasi, branding yang kuat, peningkatan kualitas layanan, penguatan literasi zakat, amil yang profesional, serta program yang substantif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kunci fundraising ada pada kelengkapan database muzaki, komunikasi yang terbangun, mutu layanan yang diberikan, dan keberhasilan saluran pembayaran ZIS maupun Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dimiliki,” kata Rizaludin.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk menyamakan langkah BAZNAS se-NTB dalam implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaannya .

BAZNAS NTB berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh BAZNAS kabupaten/kota di NTB untuk memperkuat peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat melalui pengelolaan ZIS yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariah.(Sekjend MDG)

Prodi Ilmu Hukum UM Bima Raih Akreditasi Unggul


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Prodi Ilmu Hukum UM Bima Raih Akreditasi Unggul

Prodi Ilmu Hukum UM Bima Raih Akreditasi Unggul

Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima)  kembali mencatatkan capaian strategis dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Muhammadiyah. Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ekonomi UM Bima resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berdasarkan SK Nomor 8639/SK/BAN-PT/AK/S/XII/2025 yang ditetapkan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Predikat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional ini menjadi pengakuan atas kualitas tata kelola akademik, proses pembelajaran, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang dijalankan UM Bima secara konsisten dan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Hukum dan Ekonomi UM Bima, Taufik Firmanto, menyampaikan bahwa capaian akreditasi Unggul merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Akreditasi Unggul ini adalah hasil konsistensi dalam membangun budaya mutu. Ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian hukum, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Hukum dan Ekonomi UM Bima akan terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), meningkatkan kualitas riset dan publikasi dosen, serta memperluas jejaring kerja sama dengan lembaga penegak hukum dan mitra strategis lainnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Ridwan, yang menilai keberhasilan Prodi Ilmu Hukum meraih Akreditasi Unggul sebagai bukti efektivitas sistem penjaminan mutu internal universitas.

“Capaian ini menunjukkan bahwa UM Bima mampu bersaing di tingkat nasional. Akreditasi Unggul merupakan bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas tata kelola akademik dan lulusan yang dihasilkan,” kata Ridwan.

Menurutnya, universitas akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan ekosistem akademik agar mutu pendidikan tinggi di UM Bima terus meningkat.

Dengan diraihnya predikat Akreditasi Unggul, Program Studi Ilmu Hukum UM Bima diharapkan semakin berperan strategis dalam mencetak sarjana hukum yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika hukum serta kebutuhan masyarakat.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UM Bima sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang konsisten menjaga standar mutu akademik dan kontribusi keilmuan bagi pembangunan daerah maupun nasional.(Sekjend MDG)

Rektor UM Bima Terima Kunjungan Ketua PSSI Kota Bima Untuk Kedua Kali Dalam Rangka Persahabatan Rutin Pertandingan Sepak Bola


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Rektor Universitas Muhammadiyah Bima Assoc. Prof. Dr. Ridwan, SH,. MH. terima kunjungan Ketua PSSI Kota Bima beserta jajaran pengurus untuk kedua kalinya. 

Selain agenda silaturahmi, kunjungan dirangkaikan dengan pertandingan persahabatan lintas kampus dan organisasi yang rutin diselenggarakan tiap Sabtu. 

Dae Andang selaku ketua PSSI Kota Bima mengapresiasi semarak sepakbola yang rutin diadakan tiap akhir pekan oleh UM Bima dan Beliau berharap giat olahraga harus tetap menggeliat di Bima. 

Perhelatan Liga IV PSSI Rayon NTB dalam waktu dekat akan segera digulirkan. 

Rencana jadwalnya kick of pada 14 Janurai 2026. Itu akan berlangsung dimasing-masing Sub Rayon, baik Sub Rayon Pulau Sumbawa pun Sub Rayon Pulau Lombok.

Persatuan Sepak Bola Kota Bima (Persekobi) sendiri akan bergabung pad Sub Rayon Pulau Sumbawa yang akan digelar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai tuan rumah.

Guna memuluskan jalannya laga Liga IV, Persekobi langsung rancangan gas. Disamping menyiapkan materi pemain yang siap bertarung. Talenta usia muda menjadi target pemain yang akan diturunkan.

Pastinya Persekobi menggaet sejumlah sponsor yang mendukung perhelatan tersebut. 

Sabtu 27 Desember 2025, angin segar dukungan sponsorship datang langsung dari Kampus ternama di Bima yang tidak lain, Universitas Muhammadiyah(UM) Bima.

Penandatangan MoU alias kesepaktan kerja sama, berlangsung di Kampus 2 UM Bima, antara Rektor UM Bima Rektor Universitas Muhammadiyah (UM)Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H dengan Persekobi yang diwakili M Tajil Arifin SH.

Rektor UM usai menandatangani MoU tersebut, memastikan akan terus mensuport Sepak Bola di Bima dan akan terus bergandengan tangan dengan Ketua PSSI Kota Bima Dae Andang, guna memajukan olah raga sejuta umat ini.

Pada momen yang sama pula, Dae Andang menyampaikan apresiasi tang tinggi atas dedikasi dan suporting serta spirit yang luar biasa dari Prof Ridwan, dengan kecintaannya pada dunia sepak bola.

"Terimakasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan pada Pak Rektor, "ucap Dae Andang sambil berjabat tangan menyepakati terjalinnya kerja sama ini.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bima Assoc. Prof. Dr. Ridwan, SH,. MH. terima kunjungan Ketua PSSI Kota Bima beserta jajaran pengurus untuk kedua kalinya. 

Selain agenda silaturahmi, kunjungan dirangkaikan dengan pertandingan persahabatan lintas kampus dan organisasi yang rutin diselenggarakan tiap Sabtu. 

Dae Andang selaku ketua PSSI Kota Bima mengapresiasi semarak sepakbola yang rutin diadakan tiap akhir pekan oleh UM Bima dan Beliau berharap giat olahraga harus tetap menggeliat di Bima.(Sekjend MDG)

Jumat, 26 Desember 2025

Kawanan Sapi Dilepas Liar Pemiliknya di Kawasan Amahami, Pemkot Bima Imbau Warga


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pemerintah Kota Bima melalui Satuan Pol PP Kota Bima melakukan penertiban hewan ternak milik warga yang dilepas secara liar mulai kawasan wisata Lawata hingga Amahami dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik yang juga sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Muhammad Hasyim menanggapi menyusul adanya laporan masyarakat terhadap kawanan sapi milik warga yang sering masuk badan jalan dan merusak taman yang baru saja di revitalisasi oleh Pemerintah, pada Jum'at (26/12).

Ia menegaskan kehadiran kawanan sapi milik warga yang dilepas liar ini disamping akan membahayakan pengguna jalan, juga akan merusak pemandangan estetika sebuah kota.

"Pagi tadi tim patroli Satpol PP menertibkan sejumlah sapi milik warga di koridor Lawata hingga Amahami," ungkapnya.

Di jelaskan Hasyim, penertiban tersebut selain menegakkan Perda tentang penertiban hewan ternak, juga menindaklanjuti laporan masyarakat.

Ia mengimbau kepada seluruh pemilik ternak agar meningkatkan kesadaran untuk mengandangkan hewan peliharaannya.

"Jalur Lawata-Amahami maupun jalur lainnya adalah wajah kota. Selain menjaga estetika, ini menyangkut keselamatan pengguna jalan. Pemerintah melalui Satpol PP tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ini terus dilakukan berulang," pungkasnya.(Sekjend MDG)