Media Dinamika Global

Sabtu, 13 September 2025

DPD Serikat Pekerja Nasional NTB Dukung Penuh Event MotoGP 2025


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Dalam rangka menyongsong penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Kuta Lombok – Oktober 2025, kami keluarga besar (Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya event internasional ini. 

Ketua DPD SPN NTB, Lalu Wira Sakti mengatakan, kami berharap perhelatan akbar ini dapat berjalan aman, lancar, dan sukses, sehingga mampu menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat NTB, membuka peluang ekonomi, serta semakin memperkuat citra NTB Makmur dan Mendunia.

Sehubungan dengan hal tersebut, "kami menghimbau kepada seluruh jajaran DPC SPN se-Provinsi NTB, khususnya DPC SPN Lombok Tengah, agar senantiasa menjaga kondusivitas, ketertiban, dan persaudaraan di wilayah penyelenggaraan acara," ucapnya. Minggu, (14/9/25).

Lanjut Lalu Wira Sakti, Mari bersama kita tunjukkan bahwa NTB adalah tanah yang ramah, penuh semangat kebersamaan, serta siap menyambut tamu dari berbagai penjuru dunia.

"Dengan semangat gotong royong, kita wujudkan NTB yang damai, produktif, dan semakin dikenal di kancah internasional," pungkasnya. (Surya Ghempar).

Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan Hadapi Warisan Hutang, Prioritaskan Penyelesaian Sesuai Hukum


Deli Serdang. Media Dinamika Global.id. Bupati Deli Serdang, Asriludin Tambunan, kini dihadapkan pada tantangan berat berupa warisan hutang dari pemerintahan sebelumnya. Salah satu isu krusial adalah tunggakan pembayaran pekerjaan swakelola kepada sejumlah rekanan yang belum diselesaikan.

Di antara kasus yang menonjol adalah hutang kepada PT. Intan Amanah dan CV Siliwangi Putra, rekanan pengadaan aspal Iran dan material konstruksi seperti batu pecah dan sertu sejak tahun 2014. Total hutang mencapai lebih dari Rp. 4 miliar dan telah menjadi sengketa hukum yang panjang.

Kedua perusahaan tersebut telah memenangkan gugatan di semua tingkatan pengadilan, termasuk di Kasasi dan Peninjauan kembali ( PK ) dengan nomor perkara 174/Pdt.G/2021/PN Lbp dan 122/Pdt.G/2023/PN Lbp. Putusan tersebut memerintahkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk membayar penuh hutang beserta denda sebesar 6 persen per tahun jika pembayaran terlambat.

Akibat keterlambatan pembayaran, Pemkab Deli Serdang kini harus membayar lebih dari Rp. 5 miliar, termasuk denda. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh Bupati Asriludin Tambunan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kuasa hukum dari pihak rekanan, Joko Suandi ,S.H ., M.H menyatakan, "Kami berharap Bupati Deli Serdang sekarang, Asriludin Tambunan, dapat mematuhi hukum yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung. Kami percaya, Bupati kita adalah orang yang bijaksana dan taat hukum , walaupun pekerjaan dan hutang ini ada jauh sebelum beliau menjabat ."

Dinas SDABMBK menyadari potensi dampak hukum lebih lanjut jika pembayaran hutang ini terus ditunda. Beban denda sebesar 6 persen merupakan kerugian finansial yang signifikan bagi daerah dan berpotensi pada tuntutan hukum tindak pidana korupsi .

Menyadari adanya putusan pengadilan yang bersifat inkrah, Bupati Asriludin Tambunan dan Dinas SDABMBK  harus memprioritaskan pembayaran hutang ini akan menjadi pokok utama dalam penggunaan anggaran daerah. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap supremasi hukum dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

Saat Inspektorat Deli Serdang dikonfirmasi awak media ini pada hari Kamis 11/09/2025 , mengatakan " Pemkab Deli Serdang akan melakukan upaya hukum Peninjauan kembali ( PK ) ke pengadilan ." Jelasnya .

Menanggapi pernyataan pihak Inspektorat Deli Serdang Joko Suandi,SH.,M.H mengatakan  " Bahwa PK Tidak menghalangi dan menunda eksekusi pembayaran . Yang artinya apabila pihak pemkab melakukan upaya hukum PK untuk yang kedua kalinya maka pemkab wajib membayar hutangnya dengan sesegera mungkin mengingat ada denda dan bunga yang harus diselesaikan , yaitu PT intan amanah sudah 12% dan CV Sliwangi putra  Sudah 6% .Dan apabila pemkab deliserdang bersikeras tidak mau membayar maka kerugian negara akan semakin besar dan patut diduga bisa dilakukan upaya hukum kembali' masuk ke rana tipikor " pungkasnya . (Tim/HD)

Jejak Sori Jo dan Naga Nuri: Awal Mula Masuk Islam di Tanah Sape dan Soro


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Jauh di pesisir utara Teluk Sape, Kabupaten Bima, terukir sebuah legenda yang menjadi tonggak sejarah masuknya Islam di tanah Mbojo. Terlepas dari fakta sejarah bahwa cerita turun temurun dari mulut ke mulut, Diceritakan kembali oleh Almukarram KH Muhammad Saleh Daeng Malewa bin Muhammad Tayeb Daeng Pagilling bin Daeng Mapaccing sekitar tahun 2005 beralamat di Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, bahwa kisah ini bukan hanya tentang sebuah tempat, melainkan tentang petunjuk spiritual yang mengarahkan para saudagar Bugis Makassar ke sebuah takdir yang telah digariskan. Legenda ini dikenal sebagai Sori Jo.

Kandasnya Perahu dan Nur (Cahaya Terang) yang Menuntun

Kisah ini berawal dari sekelompok saudagar Bugis Makassar yang tengah berlayar di kegelapan malam, menuju arah selatan. Di tengah perjalanan, perahu mereka kandas di sebuah perairan tak dikenal. Dalam bahasa Bugis, "sore" berarti kandas, dan "jokong" adalah perahu. Dari peristiwa inilah, nama Sori Jo, singkatan dari "Sore Jokong" (perahu kandas), lahir. Di tengah keputusasaan, tiba-tiba muncul sebuah cahaya Nur (cahaya suci) yang sangat terang di hadapan mereka. Mereka berusaha mendekati cahaya itu, namun setiap kali mereka mendekat, cahaya tersebut menjauh. Para saudagar tetap gigih mengejarnya hingga tanpa mereka sadari, perahu mereka telah sampai di daratan. Seseorang di bagian haluan perahu berteriak, "Sampe mi!" yang berarti "sudah sampai". Kata "sampe" ini kemudian diserap oleh lidah orang Soro menjadi "Sape", yang kini menjadi nama sebuah kecamatan di ujung timur Pulau Sumbawa. Peristiwa ini menyadarkan para saudagar bahwa cahaya Nur itu adalah petunjuk dari Allah SWT yang telah mengantarkan mereka ke sebuah hilir sungai, atau dalam bahasa Bima disebut "nanga". Karena peristiwa ini, tempat tersebut dikenal sebagai Nanga Nur (Hilir Cahaya Nur) hingga saat ini.

Desa Soro dan Sori Jo: Simpul Sejarah dan Ketakwaan

Setelah peristiwa tersebut, Sori Jo menjadi tempat permukiman para leluhur Desa Soro, Kecamatan Lambu. Dari sinilah, para saudagar Bugis Makassar mulai menyebarkan agama Islam. Ada dua versi asal-usul nama Desa Soro. Versi pertama, kata Soro berasal dari kata "Surau", tempat salat para saudagar Bugis Makassar saat awal penyebaran Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Desa Soro adalah salah satu pusat dakwah Islam pertama di Bima. Versi kedua, kata Soro diartikan sebagai "pucuk daun" yang belum mekar, menggambarkan masyarakatnya yang memiliki akhlak terpuji dan ketakwaan yang tinggi. Makna ini diperkuat oleh fakta sejarah bahwa Desa Soro telah melahirkan banyak ulama karismatik, bahkan bergelar Wali Allah. Salah satunya adalah Syekh Nurul Mubin (Ama Bibu), yang diberi gelar "Karama Mangge" karena makamnya berada di bawah naungan pohon asam (Mangge) yang rindang. Beliau juga dikenal sebagai "Karama Ma Suwu Mudu Makkah" atau Wali Allah yang memadamkan kebakaran di Mekkah dari tanah Bima.

Dengan demikian, Sori Jo bukan sekadar legenda. Ia adalah narasi tentang sebuah perjalanan spiritual, jejak sejarah, dan cerminan dari ketakwaan mendalam yang mengakar kuat di tanah Bima, di mana cahaya Nur tidak hanya menuntun perahu, tetapi juga hati manusia.

Sumber: Oleh: Suhardin Sp.d.MM

(Team.MDG.03)

Legenda Tragis Pantai Terbelah Lariti: Kisah Ibu dan Anak di Pesisir Soro Kec. Lambu. Bima


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, terbentang sebuah pantai unik yang membelah lautan saat air surut, dikenal dengan nama Lariti. Di balik keindahan alamnya, tersimpan sebuah legenda pilu tentang seorang janda bernama Lariti dan putera semata wayangnya, La One, yang kisahnya diceritakan turun temurun oleh Ompu Bila. 

Kehidupan Sulit di Tolomoti

Dahulu kala, di sebuah dusun bernama Tolomoti di Desa Soro, hiduplah Ibu Lariti dan putera kecilnya, La One. Mereka hidup dalam kesederhanaan, di mana Ibu Lariti setiap pagi harus berjuang mengais pasir di Kali Soro demi mendapatkan kerang sungai (Kajapi) untuk sekadar menyambung hidup. Namun, hasil yang didapat tak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua, terutama seiring bertambahnya usia La One.

Melihat keterbatasan ibunya, La One tumbuh menjadi anak yang minder dan enggan bergaul dengan teman-teman sebayanya. Namun, ia juga tidak ingin terus menerus terkurung dalam gubuk reot mereka. Dalam himpitan ekonomi dan ketidakberdayaan Ibu Lariti memenuhi kebutuhan La One yang semakin meningkat, sebuah peristiwa tragis tak terhindarkan.

Dalam kemarahan dan frustrasi, La One tega mengusir ibunya dari rumah. Kata-kata pedih terlontar dari bibir seorang anak kepada ibunya: "Losa ina, aina dulamu watisipu rakamu piti mamboto" yang artinya: "Keluar ibu, dan jangan kembali ke rumahku sebelum engkau kembali dengan uang yang banyak".

Kaduha Lano: Pengorbanan Sang Ibu di Lautan

Terluka oleh perkataan puteranya, hati Ibu Lariti hancur berkeping-keping. Dalam keputusasaan yang mendalam, ia memilih jalan tragis, yakni "Kaduha Lano" atau menghanyutkan diri ke lautan.

Dengan langkah gontai, Ibu Lariti berjalan menuju ujung timur wilayah Desa Soro dan masuk ke dalam laut. Sambil melangkah semakin dalam, ia melantunkan doa mantera dengan suara lirih: "Duha kaduha ra lano" (segeralah pasang naik air laut). Kemudian dilanjutkannya dengan mantera yang semakin pilu: "kolu ra tatu'u ku, kolu ra lokoku, kolu ra wo'oku, kolu ra tutaku" (Sampailah di atas lututku, sampailah di atas perutku, sampailah di atas leherku). Saat mantera terakhir selesai terucap, air laut yang semula tenang perlahan mulai pasang, hingga mencapai leher Ibu Lariti.

Penyesalan La One dan Lahirnya Lariti

La One, yang awalnya mengira ucapan ibunya hanyalah ancaman belaka, akhirnya tersadar bahwa sang ibu benar-benar telah pergi "kaduha lano". Dipenuhi penyesalan yang mendalam, ia segera menyusul ibunya ke pantai. Namun, penyesalan itu datang terlambat. Sang ibu telah ditelan oleh ombak.

Di bibir pantai, La One menangis sejadi-jadinya. Ia meratap, memohon maaf kepada ibunya, dan berjanji dalam isak tangisnya untuk selalu menaati ibunya dan tidak akan pernah lagi membuatnya marah. Dengan hati yang hancur, La One bersumpah: "Saya tidak akan makan dan minum serta tidak akan kembali ke rumahku sehingga ibuku kembali bersamaku". Selama seminggu lamanya, La One setia menanti kembalinya sang ibu di tepi pantai. Hingga akhirnya, muncul gumpalan pasir yang semakin lama semakin memanjang, membelah lautan. Masyarakat setempat percaya bahwa gumpalan pasir itu adalah jelmaan Ibu Lariti. Sejak saat itulah, tempat tersebut dinamakan Lariti, atau pantai dengan tumpukan pasir yang membelah laut ketika air pasang surut, menjadi pengingat abadi akan kisah tragis seorang ibu dan penyesalan seorang anak.

"Sumber Cerita Legenda Asal Mula Pantai Lariti Oleh: Suhardin Deo

(Team.MDG.03)

Jaga Kamtibmas, Babinsa dan Ompu Risa Gelar Ronda Malam.

Kades Risa, Mukhrim H.Ismail Bersama Babinsa Risa, Serma Suhardi, Saat melakukan Ronda malam. Pada hari sabtu malam (13/09).


Bima. Media Dinamika Global.Id_Upaya menjaga keamanan dan menekan kegiatan kriminalitas, Babinsa Risa Koramil 04 Woha, Serma, Suhardi, Laksanakan ronda malam bersama Kades Risa, Mukrim H.Ismail, Dengan melaksanakan pengecekan dan pemantauan di setiap Pos Kamling yang ada di setiap Rukun Tengga (RT), Pada hari Sabtu Malam tanggal (13/09).

Babinsa Risa, Serma Suhardi, Mengatakan, Manfaat ronda malam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mencegah potensi konflik sosial dan meningkatkan rasa kebersamaan dan kesadaran menjaga lingkungan. Ujar Babinsa.

Babinsa juga menambahkan dengan melaksanakan Ronda Malam merupakan upaya menjaga keamanan dan menekan terjadinya tindakan kriminalitas, seperti aksi pencurian, perkelahian, peredaran narkoba dan minuman keras.

"Keterlibatan TNI dalam Ronda Malam selain menjaga kamtibmas, Kita juga dapat berbaur secara langsung dan duduk bersama dengan warga Desa Binaan". tambah Babinsa.


Sementara itu, Kades Risa, Mukhrim H.Ismail, Mengatakan, Merespon dengan baik langkah Danramil Woha mengagendakan kegiatan Ronda Malam Perdana di Desa Risa dan berharap agar setiap warga setempat ikut berpartisipasi secara aktif untuk terlibat dalam ronda malam, Untuk sama-sama menjaga kamtibmas dan menjamin rasa aman di masing-masing lingkungan kita.


“Selain untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Kegiatan ronda malam ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antara masyarakat". terang Ompu Risa.(Mdg/04)



PW NU NTB Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Ramah dan Jaga Keamanan Daerah

Wakil Sekretaris PW NU NTB, Suaeb Qury, (Ist/Surya).

Mataram, Media Dinamika Global.Id || Menjelang monentun Event MotoGP Internasional yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal, 3-5 Oktober 2025, kali ini dapat dukungan penuh dari PW NU Provinsi NTB.

PW NU NTB melalui Wakil Sekretaris PW NU NTB, Suaeb Qury menyampaikan sebentar lagi akan dilaksanakan Event MotoGP Internasional di Sirkuit Mandalika adalah pembuktian awal bagi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mensukseskan acara perhelatan akbar MotoGP ini.

"Keterkibatan semua pihak dan steakholder adalah kunci utama tetmasuk didalamnya intruken organisasi keagamaan untuk menyeruhkan kepada masyarakat untuk menjaga nama NTB bersama-sama menjaga keamanan dan stabiltas sebelum dan menjelang MotoGP," ucapnya.

lebih lanjut Suaeb Qury, Organnisani kemasyarakatan  dan keagamaan sperti NU Muhammadiyah dan NW cukup banyak andil untuk daerah NTB, termasuk dalam perhelatan MotoGP, apalgi kalau jamaah masing organisasi keagamaan ikut ambil bagian memberikan rasa aman dan kenyaman bagi para pengunjung dan para penonton dari maca megara mau pun domestik.

"Kebersamaan dan partisapsi masyarakat, khususnya di Lombok tengah dan pada umumnya di suluruh kabupaten/kota di NTB juga paling utama," terangnya.

Suaeb Qury mengajak masyarakat NTB bahwa pentingnya menjaga keamanan selama berlangsungnya MotoGP. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa event ini berjalan lancar dan aman. Keamanan adalah prioritas utama agar para pengunjung, baik lokal maupun mancanegara, merasa nyaman dan menikmati event internasional ini.

"Peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga organisasi. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati. Keberhasilan acara ini merupakan cerminan dari sikap kita sebagai masyarakat NTB yang santun dan ramah," lanjutnya.

Ditambahkan Suaeb Qury, kesuksesan MotoGP Mandalika dapat membuka peluang bagi lebih banyak event internasional di masa depan. "Ini adalah kesempatan kesekian kalinya bagi kita untuk memperlihatkan potensi dan keindahan NTB. Dengan kerjasama dan dukungan penuh dari masyarakat, saya yakin kita bisa mencapai kesuksesan yang diharapkan," tutup Suaeb Qury. 

Redaksi _ Surya Ghempar.

PKKMB STIKES Yahya Bima, Mahasiswa Baru Didorong Bijak Bermedia Sosial


Bima NTB, Media Dinamika Global.id. — Acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (11/9/2025), tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menekankan pentingnya etika bermedia sosial bagi generasi muda di era digital.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima, yayasan STIKES Yahya Bima, rektor, ketua prodi, panitia pelaksana pkkmb, dosen pembimbing dan dosen pengajar sekaligus menjadi pembicara dalam PKKMB tersebut. Rektor membawakan materi bertema “Membangun Pribadi yang Berkualitas melalui Pemanfaatan dan Etika Penggunaan Media Sosial yang Terarah.”

Menurut rektor STIKES Yahya Bima, media sosial kini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, dapat menjadi sarana memperluas wawasan, membangun jaringan, dan menampilkan prestasi. Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa menghadirkan dampak negatif bila digunakan tanpa etika dan kesadaran hukum.

“Mahasiswa harus memahami bahwa regulasi seperti Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, hingga Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sudah mengatur penggunaan ruang digital. Karena itu, sikap bijak mutlak diperlukan,” kata rektor

Ia menegaskan, generasi muda dituntut mampu menjadi duta anti-hoaks, menjaga sopan santun, serta membangun personal branding yang sehat di dunia maya. “Saring sebelum sharing. Mari jadikan ruang digital kita tetap sehat, aman, dan produktif,” ujarnya.

PKKMB STIKES Yahya Bima ini merupakan ajang mahasiswa baru mengenal budaya akademik sekaligus membangun pondasi menuju keberhasilan studi. Pihak kampus menekankan, orientasi bukan sekadar seremonial, melainkan gerbang pembentukan karakter mahasiswa kesehatan yang berintegritas, kredibel, dan berkarakter kuat.(Sekjend MDG)

Jumat, 12 September 2025

Gubernur NTB Apresiasi BASANTB WIKI, Dorong Pemuda Aktif Suarakan Isu Sosial


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menerima audiensi perwakilan BASANTB WIKI, sebuah platform digital yang dikelola Yayasan Youth ECCO Indonesia, di ruang kerjanya, Jumat (12/9/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal menyambut baik kehadiran platform itu dan menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam isu-isu sosial dan publik.

“Pemuda NTB memiliki potensi besar. Dengan wadah seperti BASANTB WIKI, suara dan ide mereka dapat lebih mudah tersampaikan dan menjadi bagian dari pengambilan keputusan publik,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak para pemuda, mahasiswa, dan pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan BASANTB WIKI yang akan digelar pada 24–25 September 2025.

Iqbal, Project Officer BASANTB WIKI, memaparkan program kerja serta rencana kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. Ia mengatakan BASANTB WIKI hadir untuk meningkatkan partisipasi dan peran pemuda terhadap isu-isu sosial dan publik di NTB.

“Pada tanggal 24 dan 25 September mendatang, kami akan mengadakan Konferensi Pemuda NTB bertajuk Berugak Pemuda (Bersama dalam Ruang Aksi dan Kolaborasi) di Hotel Lombok Plaza. Kami juga mengundang Gubernur NTB untuk hadir sebagai keynote speaker, memberi arahan dan inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.

Ia menambahkan, konferensi tersebut akan mencakup pengembangan kapasitas pemuda, mulai dari critical thinking, problem solving, persuasive writing, hingga forum diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menentukan tiga isu prioritas dari perspektif pemuda. (Surya Ghempar).

Gubernur NTB Dorong Hilirisasi dan Desa Berdaya untuk Tekan Kemiskinan


Mataram, Media Dinamika Global.Id ||  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa fokus pembangunan daerah saat ini diarahkan pada pengentasan kemiskinan melalui hilirisasi sektor pangan serta penguatan program desa berdaya. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIII dengan tema “Ekosistem Inovasi Industri Pangan untuk Pertumbuhan Ekonomi”, yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, Jumat (12/9).

“Kami punya potensi melimpah dari jagung, kopi, coklat, hingga tuna. Namun masalah utama NTB adalah hilirisasi. Karena itu, strategi kami adalah memperkuat ketahanan pangan dan pariwisata agar ekonomi rakyat bisa naik,” ujar Iqbal.

Ia menekankan bahwa tingkat kemiskinan di NTB masih sekitar 11,5% –12% meski provinsi tersebut kaya sumber daya alam. Untuk itu pemerintah meluncurkan program "Desa Berdaya" yakni transformasi desa miskin menjadi desa mandiri melalui intervensi dua tahun bertahap.

Selain menggenjot sektor pertanian dan perikanan, Pemprov NTB juga tengah menyiapkan "NTB Capital" yakni badan usaha yang dirancang untuk menarik investasi dan memastikan keterlibatan pemerintah daerah dalam proyek strategis. “Dengan NTB Capital, investor akan lebih mudah masuk karena ada jaminan kepastian dan keterlibatan daerah,” tambahnya.

Miq Iqbal juga menyoroti pentingnya inovasi untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan penyimpanan hasil panen agar harga produk pertanian tetap stabil. “Petani selalu menjual saat panen raya sehingga harga jatuh. Dengan storage yang memadai kita bisa tahan dulu sampai harga membaik,” jelasnya.

Di akhir sambutannya Miq Iqbal mengajak para peserta kunjungan untuk turut memberikan masukan, solusi, sekaligus menikmati produk-produk lokal NTB. 

“Restoran di sini enak-enak, buahnya segar, dan produk UMKM sangat berkualitas. Jangan lupa untuk berkontribusi pada ekonomi lokal,” katanya. (Surya Ghempar).

Pemprov NTB Luncurkan Buku Metadata NTB Satu Data 2025, Perkuat Tata Kelola Data untuk Perencanaan Pembangunan yang Inklusif


Mataram, Media Dinamika Global.Id || Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan Buku Metadata NTB Satu Data Tahun 2025 di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Acara ini dihadiri oleh PJ. Sekda NTB, jajaran pimpinan perangkat daerah, Kepala Bappeda NTB, Kepala BPS NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, serta mitra pembangunan, termasuk Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar), Kamis, 11 September 2025.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia (SDI), sesuai amanat Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Permendagri Nomor 5 Tahun 2024 tentang Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri (SDPDN).

Dalam sambutannya, Pj. Sekda NTB, Lalu Moh. Faozal, menegaskan bahwa peluncuran Buku Metadata merupakan langkah strategis mendukung pencapaian target RPJMD Provinsi NTB 2025–2029 dan visi besar NTB Makmur Mendunia dalam RPJPD 2025–2045.

“Ke depannya, metadata ini akan menjadi panduan bagi OPD dalam memproduksi data daerah untuk perencanaan dan penganggaran di Provinsi NTB,” ujar Pj. Sekda NTB.

Buku Metadata NTB Satu Data 2025 memuat 921 jenis data daerah, meliputi data sektoral rutin, data pendukung IUP, data SPM, dan data prioritas nasional. Penyusunannya melibatkan Forum Satu Data NTB, dengan Bappeda sebagai koordinator, Diskominfotik sebagai walidata, BPS sebagai pembina data, serta OPD selaku produsen data.

Proses penyusunan metadata ini didukung oleh Program SKALA, yang memfasilitasi pendampingan teknis dan penguatan kapasitas aparatur daerah.

Team Leader Program SKALA, Petra Karetji, menyampaikan bahwa nilai dari data tidak hanya terletak pada angka-angka, tetapi pada bagaimana data mampu meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat kebijakan agar berdampak nyata pada kehidupan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang selama ini kurang terjangkau.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, H. Yusron Hadi, ST., M.UM menyampaikan bahwa metadata ini tersusun setelah dinas kominfotik selaku wali data menelaah kebutuhan data data sektoral yang merujuk kepada perencanaan, pelaksanaan dan pencapaian target pembangunan di dalam RPJMD. 

“Kehadiran metadata ini dapat meningkat akurasi, kualitas data, dan performa data sebagai rujukan yang sahih dalam menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Kita berharap, data baik level provinsi hingga ke desa akan sinkron dan update. Saya kira ini sebuah terobosan dan inovasi yang dilakukan Pemprov NtB, sebagaimana SKALa sampaikan bahwa barangkali metadata ini adalah produk kali pertama pemerintah daerah di Indonesia,” pungkasnya. (Surya Ghempar).