Media Dinamika Global

Minggu, 08 Juni 2025

Wali Kota Bima Buka MTQ Ke-16 Tingkat Kelurahan Mande


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima Hj. Badrah Ekawati, A. Rahman, SE, S.Tr.Keb menghadiri acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Ke-16 Tingkat Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima Tahun 2025, bertempat di Lapangan Mantika Kelurahan Mande, pada Minggu (8/6) malam.

Wali Kota Bima turut didampingi Plt. Camat Mpunda, Lurah se Kecamatan Mpunda. Selain itu, dihadiri oleh Ketua Baznas Kota Bima, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, RT/RW se Kelurahan Mande, Babinsa Kelurahan Mande, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mande, serta masyarakat kelurahan setempat.

Pembukaan MTQ Ke-16 tingkat Kelurahan Mande dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pribadi sebanyak 10 unit kipas angin dari Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Badrah Ekawati, A. Rahman, SE, S.Tr.Keb, 2 unit kulkas dan 10 kipas angin bantuan pribadi dari Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, serta penyerahan 4 unit genset dan 8 unit AC masjid bersumber dari Dankel Kelurahan Mande Tahun 2025.

Dalam amanatnya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyampaikan, Musabaqah Tilawatil Qur'an bukan hanya sekadar perlombaan saja, bukan hanya untuk mencari juara saja, tetapi yang lebih penting MTQ adalah ruang spritual, tempat kita meneguhkan kembali ikatan batin dengan Al-Qur'an yang tidak hanya dibaca indah-indah saja, tetapi untuk dihayati, diamalkan dan dijadikan pedoman dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial.

Wali Kota menegaskan, ruh yang sebenarnya dari pelaksanaan MTQ ini adalah membumikan Al-Qur'an. Dengan harapan TPQ tumbuh subur ditengah-tengah kita, tumbuh subur keinginan anak-anak kita untuk belajar Al-Qur'an.

"Saya berdiri saat ini bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi yang paling utama adalah saya berdiri sebagai saudara sesama muslim yang memiliki tujuan menjaga cahaya alqur'an tetap menyala ditengah-tengah masyarakat kita," ungkap Wali Kota Bima.

Ini semua memerlukan dukungan dari semua pihak ditengah zaman yang makin cepat, ditengah zaman yang makin gaduh, serta ditengah zaman yang makin mudah menjauhkan kita dari nilai-nilai keislaman.

H. Man sapaan akrab Wali Kota menyebut, kelurahan Mande adalah kelurahan yang tumbuh pesat. Banyak kos-kosan, mahasiswa dan pendatang berbaur menjadi satu di kelurahan Mande. Ini menandakan dinamika dan keterbukaan masyarakat yang luar biasa. Namun, pertumbuhan tanpa arah akan membawa kerawanan, dan keterbukaan tanpa nilai akan menyebabkan kehampaan.

"Melalui MTQ ini menjadi penegasan bagi kita semua, bahwa nilai Qur'ani harus hidup dan hadir ditengah-tengah kehidupan sosial dan ditengah dinamika pembangunan," pungkasnya.(Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Sesalkan Aksi Pencurian Kabel dan Pemotongan Pohon Bunga di Jalan Gatot Soebroto Sadia


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima mengungkapkan, Kota Bima adalah rumah besar bagi kita semua. Sejatinya sebuah rumah tempat kita hidup, Kota Bima rumah besar yang harus kita jaga bersama. Tetapi masih saja ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin meruntuhkan rumah besar (Kota Bima) yang kita cintai.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Bima di acara Pembukaan MTQ Ke-16 tingkat Kelurahan Mande pada Minggu (8/6) malam, buntut dari adanya aksi pencurian kabel listrik lampu jalan dan pemotongan pohon dan bunga di sepanjang Jalan Gatot Soebroto Sadia oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Sebulan yang lalu, sepanjang jalan Gatot Soebroto Sadia-Sambinae semua lampu jalan nyala. Kemudian di minggu berikutnya, lampu jalan antara Sadia-Sambinae padam. Penyebabnya adalah semua kabel dipotong dan dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tidak hanya itu, pada momen Idul Adha kemarin pohon dan bunga di Jalan Gatot Soebroto dipotong," ungkap Wali Kota Bima.

Wali Kota menegaskan, Gerakan Kota Bima BISA bukan hanya sekadar slogan, ini adalah gerakan moral dan sosial dalam rangka mengajak masyarakat untuk mewujudkan Kota Bima bersih, indah, sehat dan asri. Kota Bima ini rumah besar kita yang patut dijaga bersama.

"Kota Bima, rumah besar kita semua bukan hanya milik saya dan Wakil Wali Kota saja, tetapi milik seluruh masyarakat yang wajib dijaga bersama. Sebuah rumah tanpa ada rasa cinta dari kita, menjebol dinding rumah, maka rumah besar ini akan runtuh," tegasnya.

"Tindakan ini merugikan seluruh masyarakat. Karena kabel yang dicuri, pohon dan bunga yang dipotong dibeli menggunakan uang rakyat, uang APBD kita. Niatnya apa wallahualam," tambahnya.

Wali Kota Bima mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Rumah Besar (Kota Bima) yang telah dibangun dengan darah dan airmata oleh para pemimpin terdahulu. Kewajiban kita semua merawat dan menjaganya.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mewujudkan itu semua. Tapi saya meyakini kalau semua elemen memiliki mimpi yang sama merawat rumah besar (Kota Bima) ini, maka harapan dan cita-cita kita menciptakan Kota Bima BISA mampu diwujudkan dimasa akan datang," tutupnya.(Sekjend MDG)

Aturan Pencairan Dana Desa Tahun 2025, Kepala Desa se-Indonesia Tak Berkutik Lagi, Simak Ketentuannya


Kopdeskel, Media Dinamika Global.id.-- Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih menjadi syarat wajib untuk pencairan dana desa tahap kedua.

Desa yang belum memiliki atau belum tergabung dalam koperasi ini tidak akan memperoleh tambahan dana dari pemerintah pusat.

“Yang paling utama harus segera membentuk koperasi karena yang menjadi syarat utama pencairan dana desa tahap dua harus punya, terbentuknya Koperasi Merah Putih. Kalau seandainya tidak maka sampai kapanpun dana desanya tidak akan dicairkan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Obar dalam acara Diseminasi Riset Celios, dilansir dari Desa Merdeka, Sabtu (7/6/2025).


Obar menjelaskan informasi terkait aturan baru tersebut sudah disampaikan kepada perangkat desa terkait melalui masing-masing Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Menurutnya, para gubernur dan bupati/wali kota telah mengeluarkan surat apabila ingin mencairkan dana desa tahap dua, maka harus membentuk Koperasi Merah Putih.


Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai salah satu Kepala Desa di Kabupaten Bandung Barat itu menjelaskan skema penyaluran dana desa 2025 terbagi menjadi dua tahap.


Sementara itu, besaran, skema, serta tahap pencairan dana desa berbeda-beda antara satu dengan lainnya.


Ia menjelaskan ada desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri yang dana desanya dibagi dalam dua tahap.


“Kalau yang mandiri itu dana desanya 60% tahap satu, tahap dua 40%. Kalau yang maju, berkembang, tertinggal itu di 60-40, jadi 40% waktu tahap satu, tahap duanya 60%,” jelasnya.


Terkait besarannya, ia menyebut ada desa yang mendapatkan dana desa di angka Rp800 juta hingga Rp3 miliar.


Untuk desa yang dipimpinnya, Obar menyebut mendapatkan dana desa paling sedikit di angka Rp1,2 miliar.


Sementara itu, ada 78.719 desa/kelurahan yang sudah membentuk Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus per 4 Juni 2025.


Target desa dan kelurahan yang tergabung dalam program ini mencapai 83.762, sedangkan jumlah desa/kelurahan yang sudah tersosialisasi program ini ada 83.199.


Itu artinya, masih ada 5.043 desa/kelurahan yang dana desanya berpeluang tidak dicairkan karena belum tergabung dalam program Koperasi Merah Putih(Sekjend MDG)


Peristiwa Berdarah Kembali Lagi Terjadi Didesa Kore Kecamatan Sanggar


Bima-NTB, Media Dinamika Global.id.-Peristiwa berdarah terjadi di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/6/25). Seorang pria bernama Apriadin (29) tewas setelah ditusuk oleh sepupunya sendiri, Angga (34).

Tak hanya itu, ayah korban, Samsudin (55), juga menjadi korban. Ia dibacok pelaku hingga mengalami luka serius di bagian pinggang kanan dan kini dalam kondisi kritis.

“Kejadiannya sekitar pukul 12.00 Wita saat korban dan ayahnya sedang memagari ladang. Tiba-tiba pelaku datang bersama adiknya dan terjadi cekcok,” kata Kapolsek Sanggar Iptu Eric Asyari.

Cekcok mulut berujung tragedi itu terjadi ketika korban dan ayahnya memilih menghindari konflik dan berniat pulang. Namun pelaku mendadak emosi, mengambil pisau dari tangan adiknya, Dian (34), dan langsung menusuk Apriadin dari belakang.

“Tusukan mengenai bagian dada kanan korban. Setelah itu, pelaku juga mengejar ayah korban dan membacoknya,” ungkap Eric.

Setelah melakukan aksi kekerasan, Angga dan adiknya melarikan diri dari lokasi. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Sanggar.

“Apriadin dinyatakan meninggal dunia di puskesmas dan langsung dibawa ke rumah duka. Sementara ayahnya masih menjalani perawatan intensif,” ujar Eric.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu dua terduga pelaku. Motif pasti penyerangan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (Sekjend MDG).

Pengerusakan Pot Bunga Viral di Medsos, Dua Pria Asal Diamankan Polres Sumbawa Barat


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id — Gerak cepat ditunjukkan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa Barat dalam mengungkap kasus pengerusakan sejumlah pot bunga di Alun-Alun Kota Taliwang yang sempat viral di media sosial. Aksi tak terpuji itu terjadi pada Minggu dini hari (08/06/2025) sekitar pukul 03.30 WITA.

Video kejadian yang diunggah oleh seorang pemilik akun berinisial YB di media sosial memperlihatkan dengan jelas  sejumlah  pot-pot bunga di taman kota Taliwang. 

Pot-pot tersebut tampak berserakan di sekitar taman, menimbulkan kekhawatiran dan kecaman dari masyarakat netizen. Video itu dengan cepat menyebar luas dan memantik desakan warganet agar pihak kepolisian segera mengusut pelaku.

Merespons informasi yang beredar, Tim Puma  Polres Sumbawa Barat langsung bergerak melakukan penyelidikan dengan digital forensik, tak butuh waktu lama, pada siang harinya, polisi berhasil mengamankan dua pemuda yang diduga kuat sebagai pelaku.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H., mengatakan bahwa dua remaja yang diamankan masing-masing berinisial RS (18) dan FR (17), keduanya berasal dari Kecamatan Brang Rea.

“Kedua terduga pelaku kami amankan di rumah masing-masing untuk menjalani pemeriksaan terkait aksi pengerusakan pot bunga di Alun-Alun Kota Taliwang,” jelas AKP Zainal.

Dari hasil interogasi, keduanya mengakui perbuatannya. Mereka mengaku melampiaskan kemarahan setelah kunci sepeda motor milik salah satu pelaku hilang. Saat itu, mereka bersama beberapa temannya tengah duduk-duduk di taman sambil mengkonsumsi minuman keras. Setelah dalam kondisi mabuk dan merasa frustasi karena kunci motor tidak ditemukan, mereka pun bertindak anarkis dengan menendang dan merusak pot-pot bunga yang ada.

Aksi cepat dan sigap Polres Sumbawa Barat dalam menangani kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian agar para pelaku diberikan sanksi tegas sebagai efek jera.

"Kami terus berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik. Tidak ada toleransi bagi aksi-aksi vandalisme yang merusak fasilitas umum,” tegas AKP Zainal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama generasi muda, untuk menjaga etika dan perilaku di ruang publik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Surya Ghempar).

Personel Polsek KPL Tano Laksanakan Pengamanan di Obyek Vital Pelabuhan Poto Tano


Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id – Guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano, personel piket Polsek KPL Tano Polres Sumbawa Barat melaksanakan kegiatan pengamanan di obyek vital Pelabuhan Poto Tano pada Minggu, 8 Juni 2025.

Kegiatan pengamanan dilakukan terhadap aktivitas penyeberangan kendaraan dan penumpang yang berlangsung di pelabuhan tersebut. Petugas memastikan setiap proses berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur, baik dari sisi keamanan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Kapolsek KPL Tano Iptu Nurlana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan laut.

“Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas serta menjamin kelancaran operasional pelabuhan, mengingat Pelabuhan Poto Tano merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K melalui Kasi Humas AKP Zainal Abidin, S.H menegaskan bahwa kegiatan pengamanan di pelabuhan merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan dan jalur transportasi laut.

“Polres Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam aspek pengamanan dan pengawasan di lokasi-lokasi strategis seperti pelabuhan. Kehadiran anggota di lapangan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar AKP Zainal Abidin.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di Pelabuhan Poto Tano terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya insiden maupun gangguan yang menghambat aktivitas pelabuhan.

Kegiatan pengamanan ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Surya Ghempar).

Pilar Keamanan Jamin Rasa Aman Pada Pengunjung Pantai Wane.




Bima. Media Dinamika Global_Untuk menjamin rasa aman pada pengunjung Pantai Wane, Babinsa Koramil Monta bersama Babinkamtibmas Polsek Monta melaksanakan pemantauan dan pengamanan di kawasan wisata Pantai Wane Desa Tolotangga Kecamatan Monta. Pada minggu tanggal08/06).


 Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Monta dan diikuti oleh Babinsa dari tiga desa, yaitu Serka Saharullah (Tolotangga), Serka Arya Tony Haris (Nontotera), dan Sertu Rifaid (Tolouwi) dipimpin Bati Tuud Serma Rajulan. Selain menjaga keamanan, mereka juga berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk memastikan kenyamanan pengunjung serta mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM lokal.  


"Kehadiran Bapak-bapak Babinsa dan Babinkamtibmas membuat kami merasa lebih aman saat berlibur di sini. Kami bisa menikmati pantai tanpa khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan," ujar salah seorang pengunjung asal Bima. Pemantauan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di Pantai Wane, yang semakin ramai dikunjungi wisatawan. Langkah ini juga sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas dan kenakalan remaja. Beberapa pengunjung lain juga menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan wisata yang nyaman.  


Hasil pemantauan menunjukkan situasi Pantai Wane dalam kondisi aman dan kondusif. Terjalin komunikasi yang baik antara aparat keamanan, Pokdarwis, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta pengelolaan area wisata.


 "Kami sangat mendukung upaya ini karena selain meningkatkan rasa aman, juga berdampak positif pada usaha kecil di sekitar pantai," geliat pedagang kuliner di lokasi wisata. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung, potensi pertumbuhan UMKM lokal juga semakin terlihat, membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Ujar Ketua Pok Darwis Ompu Jalo.(Mdg/04

Peredaran Narkoba di Desa Taloko Memprihatinkan, APH Polsek Sanggar Diminta Bersikap.











Bima. Media Dinamika Global.Id_Peredaran Narkoba di Desa Taloko kecamatan Sanggar Kabupaten Bima  perlu menjadi perhatian khusus oleh Aparat Penegakan Hukum (APH ) dari Polsek Sanggar, karena maraknya peredaran Narkoba berjenis sabu-sabu khusus di Desa Taloko menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.


Hal itu, dibeberkan oleh salah satu lembaga   BCW NTB, Kabid Hukum dan Ham, Endri, Mengatkan, Dimana peredaran narkoba di Desa Taloko sudah menjadi hal biasa seperti menjual sayur- Sayuran, dimana anak- anak di bawah umur di paksa untuk mengunakan barang haram berupa narkoba.


 "Dimana letak kerja  Polsek Sanggar dan  Polres Bima untuk memberantas yang namanya peredaran Narkoba di Dsa Taloko. sedangkan kejahatan narkoba adalah kejahatan yang luar biasa ( extraordinary crime) yang bersifat khusus, semestinya hal itu harus menjadi perioritas yang seharusnya di lakukan oleh APH". Ujarnya pada media ini.


Endri  juga mendesak pihak polsek sanggar  agar segerah menangkap oknum yang berinisial B karna dimana kuat dugaan kami bahwa dia adalah bandar besar dan dalang dari perederan narkoba di desa taloko.


"ketika pihak APH tidak mau serius dalam penangkapan dan pembasmian narkoba di Desa Taloko, kuat dugaan  jajaran APH bermain mata dan membekingi  narkoba". Duganya.


Dengan tidak adanya keseriusan APH menangani peredaran narkoba di Desa Taloko itu,  Endri juga telah melakukan pengaduan secara langsung di Polda Ditnarkoba NTB dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi ntb mengenai  bandar- bandar narkoba di Desa Taloko. 


 "Dampak narkoba ini lebih buruk dari virus Corona, karena bukan hanya mematikan bagi generasi muda, tetapi merusak semua lini kehidupan masyarakat". Ujarnya. (Mdg/04)

Fahri Hamzah Buka Suara Terkait PPS, Saya Bukan Wakil Rakyat

Fahri Hamzah saat wawancara (Surya Ghempar).

Mataram, Media Dinamika Global.Id - Ditengah-tengah perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa terkait Pembentukan Percepatan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Berkali kali masyarakat Pulau Sumbawa menyuarakan aspirasi mendesak pemerintah pusat baik, baik Presiden RI Prabowo Subianto, Mentri dalam negeri (Mendagri) Republik Indonesia, dan DPR RI agar Provinsi Pulau Sumbawa segera di bentuk.

Ironisnya lagi, 6 orang aktivis Mahasiswa Cipayung Bima dipenjara atas dasar memperjuangkan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa.

Kendati demikian, Ini tanggapan Fahri Hamzah sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Republik Indonesia.

Saat diwawancara Media Dinamika Global.Id dan sejumlah lainnya terkait dengan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Fahri Hamzah saat wawancara sejumlah awak media, (Surya Ghempar)

Fahri Hamzah mengatakan, bahwa saya bukan anggota DPR RI, bukan wakil rakyat sekarang. Kembalikan ke wakil rakyat sepenuhnya.

"Saya nggak boleh melenceng, tugas saya untuk mengurus rumah. Eksekutif itu harus tetap tegak lurus, beda dengan Legislatif, Partai pun bisa dilawan," pungkas singkat Fahri Hamzah sebelum naik diatas mobilnya di depan kedai Tuwa Kawa kota Mataram. Minggu (8/6/25) Minggu malam. (Surya Ghempar).

Ketua Umum KP4S Dompu Kecam Wamendagri Tak Profesional dan Mencederai Warga Pulau Sumbawa

Ketua Umum KP4S kabupaten Dompu, Arif Rahman, SH (Ist/MDG).

Kabupaten Dompu, Media Dinamika Global.Id - Ketua Umum KP4S Dompu mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Wakil Menteri Dalam Negeri "Bima Arya" yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya penjabat negara.

Dalam pernyataan Wamendagri bahwa "PEMEKARAN PULAU SUMBAWA TIDAK MUNGKIN".

"Selain Moratorium, Pembentukan DOB belum dibuka Karna kondisi keuangan negara yang tidak memungkinkan untuk pemekaran suatu daerah dan pemerintah lebih fokus untuk kegiatan yang produktif".

Menangkapi pernyataan Wamendagri tersebut, Ketua Umum KP4S kabupaten Dompu, Arif Rahman, SH mengatakan, bahwa pernyataan dan kebijakan yang diambil oleh Wamendagri tidak memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Hal ini dianggap merugikan, terutama dalam konteks pembangunan dan pengelolaan sumber daya di daerah Pulau Sumbawa," ucap Arif Rahman disapa akrab WAO saat diwawancara awak media ini. Minggu, (8/06/25).

Arif Rahman menegaskan dan membeberkan poin penting sebagai berikut: 

1. Terkait persoalan sehat tidaknya keuangan negara seharusnya leading sektornya berada pada menteri keuangan.  Kan beliaulah yang berwenang untuk menyampaikan bukan Wamendagri. Kemendagri hanya berbicara ranah administratif bukan financial. Terbukti di Indonesia telah banyak DOB yang terbentuk saat moratorium seperti di kepulauan Riau dan Papua (Mekar saat moratorium).

2. Wamendagri bukan orang pulau Sumbawa tidak faham dan tidak tahu aspirasi yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat Pulau Sumbawa dan  juga berasal dari partai pendukung pemerintah NTB saat ini.

3. Kami meminta kepada Wamendagri untuk mencabut pernyataannya karna dinilai tidak Proporsional dan sangat menciderai rasa keadilan masyarakat Pulau Sumbawa.

4. Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa bukan hadiah dari Pemerintah Pusat melainkan Hak yang harus diperjuangkan.

Kendati demikian, kami meminta kepada pemerintah pusat lebih peka terhadap aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa dan segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada.

"Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam memperjuangkan hak dan kepentingan warga Pulau Sumbawa agar tidak terabaikan," tegasnya.

Ketua Harian KP4S kabupaten Dompu  M. Tajul Arifin, S.Sos (Ist/MDG).

Senadah, Ketua Harian KP4S kabupaten Dompu  M. Tajul Arifin, S.Sos menyebutkan bahwa atas pernyataan Wamen tersebut Dinilai tidak profesional dan sangat menciderai rasa keadilan kami warga masyarakat yang ada di pulau Sumbawa.

"Saya mendesak Kemendagri "Bima Arya" segera mencabut kembali pernyataannya karena itu mencederai warga Pulau Sumbawa pada umumnya," pungkasnya. (Tim MDG).