Media Dinamika Global

Jumat, 06 Juni 2025

Rukun Keluarga Dompu Bagikan Daging Qurban Ke Sesepuh dan Asrama Mahasiswa

Panitia RKD dan penerimaan Manfaat, Foto (Ist/MDG).

Mataram, Media Dinamika Global.Id - Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram melaksanakan pembagian dan pendistribusi daging qurban Idul Adha 1446 H/2025 M kepada sesepuh RKD dan Asrama Mahasiswa yang ada di Mataram. Pembagian gading qurban ini bertempat di Sekretariat Panitia Qurban, di Jalan Bung Karno No.3, Kota Mataram. Sabtu (07/06/25).

Pembagian daging qurban ini diserahkan langsung oleh Ketua Panitia dan jajaran panitia.

Ketua Panitia Qurban, Dr. H. Tamjidillah, M.Pd mengatakan, hari kami dari panitia RKD melakukan pembagian daging qurban kepada warga sesepuh RKD dan Asrama Mahasiswa  Dompu Mataram yang berada di kota Mataram.

Hewan qurban Idul Adha ini, dari Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri satu ekor sapi dan satu ekor dari warga RKD.

"Satu ekor sapi sebanyak 150 bungkus/paket, sedangkan kambing sebanyak 15 bungkus/paket," ucap Ketua Panitia saat diwawancara langsung puluhan awak media.

Ketua Panitia RKD saat Menyerahkan Bantuan ke Penerima Manfaat, Foto (Ist/MDG).

Lanjut Ketua Panita, untuk kambing sudah dipotong kemarin pasca selesai Idul Adha, sekarang membagikan daging kurban sapi sebanyak 150 bungkus/paket.

"Kami menyerahkan atau membagikan daging qurban di sekretariat panitia RKD atau Panitia, baik datang langsung mengambil disini dan juga mengantarkan menggunakan mobil pickup kepada penerima manfaat," terang dr. H.Tamjidillah.

Ketua Panitia berharap semua RKD mudah-mudahan kedepannya bisa berqurban, baik secara pribadi maupun secara kelompok dan ini pertama kali RKD melaksanakan qurban dan hewan qurban ini dari Wakil Gubernur NTB dan warga RKD.

"Semoga tahun depan RKD bisa lebih banyak lagi berqurban dari tahun sekarang ini," harap Ketua Panitia.

Sementara, penerima daging atau penerima beasiswa, Nur dan   Harmina warga RKD yang tinggal di bartais menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Rukun Keluarga Dompu tahun ini sudah bisa berqurban.

"Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Wakil Gubernur NTB "Umi Dinda" sudah menyumbang hewan untuk RKD," ucapnya.

Senadah, Perwakilan Mahasiswa Dompu yang ada di Asrama Mahasiswa RKD Anas menyebut bahwa Rukun Keluarga Dompu (RKD) merupakan orang tua kami yang ada di kota Mataram atau tanah rantauan ini.

"Saya mewakili teman-teman Mahasiswa mengucapkan terimakasih, Selamat Hari Raya idul Adha 1446 H/2025 M. Mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya. (Tim MDG).

Pengamat Harap Negara Tak Diam Usai Muncul Usulan Pemakzulan Wapres, Bisa Ganggu Demokrasi


Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka secara resmi mengemban tugas sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024-2029 pada Minggu, 20 Oktober 2024.


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Usulan pemakzulan Wakil Presiden atau Wapres Gibran Rakabuming Raka dinilai bukan sekadar gagasan politik biasa, melainkan sebuah ancaman serius terhadap stabilitas demokrasi dan konstitusi bangsa. Hal itu seperti disampaikan

"Narasi yang dibungkus seolah-olah demi kepentingan rakyat justru tersembunyi kepentingan sempit yang bisa menyesatkan arah reformasi," ujar Pengamat Hukum dan Politik Pieter C Zulkifli dalam catatan analisis politiknya, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Kamis (5/6/2025).


Dia menegaskan, langkah tersebut sangat berbahaya jika tidak dilandasi bukti hukum yang kuat, karena berpotensi menjadi upaya makar terselubung.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini berpesan, kritik terhadap kekuasaan memang perlu, tetapi bukan berarti segala ketidaksukaan bisa dijustifikasi dengan dalih pemakzulan.

"Usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah salah satu ide paling berbahaya yang pernah muncul dalam lanskap demokrasi Indonesia pascareformasi," ucap Pieter.

"Ia bukan hanya sembrono secara hukum, tapi juga berpotensi mengoyak kepercayaan publik terhadap konstitusi dan stabilitas politik nasional," sambung dia.

Menurut Pieter, dalam konteks ini, surat dari Forum Purnawirawan TNI yang secara terbuka mendesak MPR untuk memakzulkan Wapres Gibran patut dipertanyakan niat dan arah politiknya.

"Dalam demokrasi, gagasan memang tak pernah dilarang. Namun tidak semua gagasan layak diperjuangkan," kata dia.

"Ketika usulan pemakzulan diajukan tanpa dasar hukum yang sahih, tanpa skandal besar yang tak terbantahkan, tanpa pelanggaran berat konstitusi oleh sang Wapres, maka itu bukan sekadar wacana, melainkan potensi ancaman terhadap sistem ketatanegaraan kita," sambung Pieter.

Menurut Pieter, oni adalah bentuk kriminal terhadap Konstitusi. Demokrasi memang memberi ruang untuk kritik dan koreksi.

"Tetapi ketika narasi yang dibangun adalah untuk melawan kehendak rakyat yang telah disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum, diperkuat oleh Mahkamah Konstitusi, dan ditegaskan oleh MPR maka sejatinya, kita sedang menghadapi gerakan politik yang menolak tunduk pada hukum tertinggi negara. Kita patut curiga, bahwa ini bukan soal konstitusi, tapi soal kekuasaan. Bukan demi negara, tapi demi ambisi," terang dia.

Pieter menyatakan, dalam konteks ini juga surat para purnawirawan TNI itu bisa menjadi bukti sikap anti demokrasi dan melawan konstitusi. Dia bahkan mengimbau agar para elite politik tidak perlu merespons surat purnawirawan tersebut.

"Tindakan seperti ini mereka akan memicu disharmoni politik, menggoyang kepercayaan publik, dan memecah konsentrasi pemerintah yang tengah bersiap melanjutkan pembangunan. Dinamika politik harus tetap selaras agar pembangunan bisa berjalan. Jangan seperti anak kecil, enggak suka, minta makzulkan, enggak cocok, ajukan pemakzulan. Kapan negara ini akan maju?," ucap dia.

"Apa jadinya jika tiap ketidaksukaan politik dibalas dengan narasi pemakzulan? Demokrasi kita akan menjadi dagelan. Etika kenegaraan runtuh. Konstitusi akan menjadi sekadar kertas tanpa wibawa," sambung Pieter.

Dia menegaskan, kekuasaan politik harus tunduk pada konstitusi, bukan sebaliknya. Hukum tidak boleh melayani syahwat kekuasaan. Pieter menuturkan, apabila elite bangsa ini masih juga menjadikan hukum sebagai alat politik, maka selama itu pula rakyat tak akan pernah cerdas dan tak akan pernah sejahtera.

"Sebab, mereka dibesarkan dalam budaya kebohongan yang dilanggengkan oleh elite yang tak punya tanggung jawab sosial terhadap bangsanya sendiri," terang Pieter.

 Pieter Zulkifli lantas mengutip pernyataan Socrates yang pernah berkata 'Demokrasi tanpa pendidikan politik yang baik dan benar, maka suara rakyat menjadi dogma berbahaya'.

Dia mengatakan hal itulah yang saat ini terjadi di mana narasi politik berkembang tanpa nalar, didorong oleh emosi dan dendam kekuasaan, bukan oleh akal sehat dan kebajikan publik.

"Kecerdasan rakyat akan lahir bila elite memberi teladan integritas. Sayangnya, sebagian elite politik kita hari ini menunjukkan bahwa mereka lebih haus kekuasaan ketimbang ingin membangun bangsa," kata Pieter.

"Mereka lancang memakai pangkat dan gelar purnawirawan sebagai tameng moral, padahal substansi aksinya bertolak belakang dengan semangat kenegarawanan, mengacaukan stabilitas politik yang baru tumbuh," sambung dia.

Pieter menilai narasi pemakzulan tanpa data hanyalah distraksi yang menguras energi bangsa, menunda agenda besar reformasi hukum, perbaikan ekonomi, hingga penanganan kemiskinan.

Untuk itu, dia berhatap Presiden Prabowo Subianto harus jeli, harus tahu mana yang benar-benar baik, dan mana hanya berpura-pura baik.

Dia juga mendorong agar Presiden Prabowo bersikap tegas. Dia tidak boleh membiarkan pemerintahan lima tahun ke depan dikacaukan oleh kepentingan politik yang menyaru dalam wajah patriotisme semu.

"Prabowo harus dikelilingi oleh orang-orang yang setia, cerdas, dan taktis. Lima tahun kedepan adalah momentum untuk membersihkan negara ini dari para penyamun yang bersembunyi dibalik simbol kehormatan dan retorika palsu. Indonesia tak kekurangan kritik," kata Pieter.

Dia menilai, hal langka sekarang ialah kritik yang jernih, berbasis fakta, dan berorientasi solusi. Pemakzulan tanpa fakta justru menciptakan trauma politik berkepanjangan.

"Pembangunan jalan cepat, reforma agraria, hilirisasi nikel, semua terancam tersendat bila panggung nasional terus dipenuhi drama konstitusional," terang Pieter.

Dia megatakan sudah saatnya dinamika politik dijalankan dengan harmoni. Dia mengamini oposisi kritis memang haris tetap hadir, tetapi loyal kepada konstitusi.

"Pemerintah mesti responsif namun tak alergi kritik. Koherensi semacam itu ialah prasyarat utama agar demokrasi melahirkan kemakmuran, bukan keributan," ucap dia.

Pieter mengingatkan di hadapan tantangan global, seperti perang dagang, krisis alam, disrupsi teknologi, Indonesia mustahil melaju jika energinya disedot polemik pemakzulan yang rapuh argumen.

Oleh karena itu, dia mengajak publik menjaga demokrasi dengan akal sehat, bukan dengan nafsu politik. Menurut dia, konstitusi harus dijaga sebagai rumah bersama, bukan alat mainan kekuasaan.

"Pemakzulan bukanlah alat untuk menyelesaikan ketidaksukaan. Jika ini terus dibiarkan, Indonesia bukan hanya akan kehilangan arah, tapi juga kehilangan martabatnya sebagai negara hukum," kata Pieter Zulkifli.

"Kita ingin Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat. Tapi itu hanya mungkin terjadi jika semua pihak, terutama elite politik dan militer, tunduk pada hukum dan menghormati kehendak rakyat," tegasnya.(Tim MDG)

MTQ Penatoi Berakhir Khidmat dan Bertepatan dengan Malam Takbir

Ket: Dewan Juri dan para juara Qori dan Qoriah, Foto (Ist/MDG).

Kota Bima, Media Dinamika Global.Id – Malam takbir Idul Adha 1446 H/2025 M menjadi momen istimewa bagi warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan yang digelar pada Kamis (6/6) bertepatan dengan malam takbir berlangsung khidmat, diiringi gema takbir dan lantunan ayat suci.

Tahun ini, sebanyak 110 peserta ambil bagian dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Mereka merupakan perwakilan dari seluruh RT di wilayah Penatoi.

Selain itu, dua pondok pesantren yang berlokasi di kelurahan yakni Pondok Pesantren Assidiqiyah dan Pondok Pesantren Abubakar Siddik juga mengirimkan santri-santrinya untuk berpartisipasi dalam ajang tahunan ini.

Ketua RW 02, Sudirman Yusuf, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ memiliki arti penting sebagai sarana pembinaan agar generasi untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an. "Panggung pelaksanaan diupayakan sebaik mungkin agar peserta merasa dihargai dan semakin termotivasi". Ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Musabaqah, Abubakar Latif, menyebutkan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para qori dan qoriah. “Melalui MTQ ini, kita berharap muncul bibit-bibit unggul yang kelak bisa mewakili Kelurahan Penatoi di tingkat kecamatan, kota, bahkan provinsi,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini menunjukkan adanya peningkatan minat. “Kami melihat antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat begitu besar. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang,” terangnya.

.

Camat Mpunda, Ahsanu Rahman, SH., MH., yang hadir langsung pada malam penutupan, memberikan apresiasi atas keberhasilan panitia menyelenggarakan MTQ dengan baik. 

Menurut Camat, penataan panggung yang rapi dan nuansa religius yang terasa kuat menunjukkan kesungguhan panitia dalam menjunjung nilai-nilai kultural dan spiritual Kota Bima.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas panitia yang mampu menghadirkan suasana religius dengan tata panggung yang estetis. Ini sejalan dengan semangat Kota Bima yang Bersih, Indah, Sejuk, dan Aman (BISA),” ucapnya.

Mewakili Wali Kota Bima, Ahsanu juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti MTQ menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong partisipasi publik. “Program Kota Bima BISA hanya dapat berjalan efektif jika semua unsur masyarakat terlibat aktif. Tanpa dukungan kolektif, sulit bagi program ini memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Penatoi, Haerurahman, ST., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam mendukung kegiatan ini. Ia menilai partisipasi warga dari berbagai kalangan menunjukkan masih kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keislaman.

“Partisipasi aktif masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menjadi indikator bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an masih sangat hidup di tengah-tengah warga Penatoi,” katanya.

MTQ tingkat Kelurahan Penatoi tahun ini berlangsung selama beberapa hari dan menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dijaga oleh masyarakat. Selain sebagai ajang pembinaan, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan penguatan ukhuwah antar warga.

(Tim MDG).

Aturan Terbaru Penggunaan Dana BOSP 2025, Mengalami Perubahan Cukup Signifikan, Kepsek-Guru Ayo Cek


Informasi untuk kepsek, Guru, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah menetapkan sejumlah perubahan kebijakan penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan perubahan ini berlaku mulai tahun anggaran 2025.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti menjelaskan perubahan aturan penggunaan BOSP bertujuan untuk mengakselerasi berbagai program prioritas.

Seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan kemampuan abad 21 seperti coding dan kecedasan buatan.

Suharti menilai transformasi pendidikan tidak cukup dengan perubahan kebijakan dalam skala besar namun juga perlu penyesuaian di tingkat yang paling dekat dengan siswa dan sekolah.

“Itulah mengapa pemerintah melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Dana BOSP mulai tahun anggaran 2025,” ujarnya, Rabu (4/6/2025), seperti dilansir dari tayangan YouTube Ditjen PAUD Dikdasmen.

Lebih lanjut, Suharti mengatakan ada tiga poin penting yang harus dipahami dalam penyesuaian aturan penggunaan dana BOSP ini.

Pertama, minimal 10 persen dari dana BOSP harus digunakan untuk penyediaan buku, baik buku teks maupun non-teks.
Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat literasi, numerasi, dan kecakapan belajar siswa dengan dukungan bahan ajar yang layak, relevan, dan berkualitas.

Kedua, penggunaan dana BOSP untuk pemeliharaan sarana dan prasarana dibatasi maksimal 20 persen.

Suharti menekankan hal ini bukan berarti pemerintah mengabaikan kebutuhan perbaikan fisik atau infrastruktur sekolah.
Menurutnya, pemerintah secara paralel justru tengah menjalankan berbagai program besar yang secara khusus ditujukan untuk membenahi aspek fisik.

Aspek tersebut mencakup juga program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran yang semakin diperluas.

Suharti menilai penyesuaian ini juga mendorong agar sekolah menggunakan dana BOSP secara lebih strategis.

Terutama untuk mendorong kegiatan pembelajaran dan kebutuhan yang berdampak langsung bagi peserta didik, seperti alat peraga, bahan ajar kontekstual, dan pengembangan proyek-proyek siswa atau project based learning.

Poin yang terakhir yaitu proporsi honorarium untuk tenaga non-ASN di sekolah negeri disesuaikan menjadi maksimal 20% dan 40% untuk sekolah swasta.

Suharti menegaskan hal ini bukan sebagai bentuk efisiensi anggaran melainkan reprioritasi agar dana operasional lebih banyak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara langsung.

Menurutnya, guru-guru honorer di sekolah negeri saat ini sebagaian besar telah beralih menjadi guru ASN PPPK.

Jumlah guru honorer yang diangkat menjadi PPPK secara nasional pada 2021 sampai 2024 sudah mencapai sekitar 800 ribu orang dan sekitar 77 ribu orang masih dalam proses seleksi.

Suharti menegaskan bahwa gaji dan tunjangan guru PPPK disediakan terpisah, tidak melalui dana BOSP.

Sementara itu, Suharti pun menyadari bahwa perubahan ini bukanlah hal yang mudah namun tetap harus dilakukan bersama dengan semangat gotong royong.

Ia mengatakan penyesuaian ini dilakukan demi menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia.

Melalui penyesuaian ini, pemerintah ingin memastikan dana BOSP dapat berperan lebih besar lagi sebagai pengungkit langsung peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain itu, semakin jelasnya alokasi dan batas penggunaan dana BOSP juga akan menghentikan praktik-praktik pungutan tidak resmi di sekolah yang seringkali terjadi.(Tim MDG)

Babinsa Lanta Kec.Lambu Bersama Warga Binaan Gelar Kegiatan Pembersihan Lapangan Sepak Bola


Sape.Bima.NTB Suatu pekerjaan akan terasa berat jika dikerjakan secara individual, akan tetapi jika pekerjaan tersebut dikerjakan secara bersama-sama sudah pasti pekerjaan itu menjadi ringan, terbukti sekarang ini sekitar mulai Pukul 07:20 Wita,Serka Khairuddin Babinsa Desa Lanta Anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kerja Bhakti bersama dengan beberapa warga binaannya  bergotong-royong membersihkan lapangan sepak bola, sehingga kegiatan pembersihan ini nampak terlihat terasa ringan.

Adapun yang hadir saat kegiatan Gotong Royong tersebut antara lain:

- Kepala Desa Lanta

- Babinsa Desa Lanta

- Kaur Pemerintahan

- Kaur Pembangunan

- Ketua BPD dan Anggota

- Ketua Karang Taruna Desa Lanta Dan Anggota

- Masyarakat dan Pemuda Desa Lanta



Menurutnya kegiatan Gotong Royong tersebut selain untuk membersihkan lapangan juga untuk mendukung salah satu sarana olahraga warga yang ada di Desa binaan dan di jadikan pusat olahraga untuk masyarakat dan Anak-anak muda yang berbakat dan Prestasi dibidang olahraga.

Serka Khairuddin juga mengatakan sebagai Babinsa membantu kegiatan gotong royong demi kemajuan Desa binaan, terbukti saat sekarang ini para Babinsa ikut membantu warga masyarakat dalam pekerjaan Gotong Royong bersama pembersihan lingkungan dan lapangan sepak bola demi menumbuhkan semangat olah raga masyarakat.

Sekitar Pukul 10:30 Wita kegiatan berlangsung dengan lancar tertib dan sukses.(Team.MDG.03)

Babinsa Lanta Kec.Lambu Bersama Warga Binaan Gelar Pembersihan Lapangan Sepak Bola


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Suatu pekerjaan akan terasa berat jika dikerjakan secara individual, akan tetapi jika pekerjaan tersebut dikerjakan secara bersama-sama sudah pasti pekerjaan itu menjadi ringan, terbukti sekarang ini sekitar mulai Pukul 07:20 Wita,Serka Khairuddin Babinsa Desa Lanta Anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kerja Bhakti bersama dengan beberapa warga binaannya  bergotong-royong membersihkan lapangan sepak bola, sehingga kegiatan pembersihan ini nampak terlihat terasa ringan.(Sabtu.07/06/2025)

Adapun yang hadir saat kegiatan Gotong Royong tersebut antara lain:

- Kepala Desa Lanta

- Babinsa Desa Lanta

- Kaur Pemerintahan

- Kaur Pembangunan

- Ketua BPD dan Anggota

- Ketua Karang Taruna Desa Lanta Dan Anggota

- Masyarakat dan Pemuda Desa Lanta



Menurutnya kegiatan Gotong Royong tersebut selain untuk membersihkan lapangan juga untuk mendukung salah satu sarana olahraga warga yang ada di Desa binaan dan di jadikan pusat olahraga untuk masyarakat dan Anak-anak muda yang berbakat dan Prestasi dibidang olahraga.

Serka Khairuddin juga mengatakan sebagai Babinsa membantu kegiatan gotong royong demi kemajuan Desa binaan, terbukti saat sekarang ini para Babinsa ikut membantu warga masyarakat dalam pekerjaan Gotong Royong bersama pembersihan lingkungan dan lapangan sepak bola demi menumbuhkan semangat olah raga masyarakat.

Sekitar Pukul 10:30 Wita kegiatan berlangsung dengan lancar tertib dan sukses.(Team.MDG.03)

Aturan Berubah, Ini Syarat bagi Guru untuk Menjadi Kepala Sekolah


Informasi, Media Dinamika Global.id.-Kabar baik bagi guru yang ingin menjadi kepala sekolah (kepsek).

Saat ini, persyaratan bagi para guru untuk mendaftarkan diri menjadi calon kepala sekolah sudah berubah.

Menurut aturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, sertifikat Program Guru Penggerak (PGP) tidak lagi menjadi syarat pendaftaran calon kepala sekolah.

Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan,  penghapusan Program Guru Penggerak sejak 18 Maret 2025 melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14/M/2025.

“Karena Program Guru Penggerak sudah dihapus, jadi sertifikat guru penggerak tidak menjadi syarat bagi calon kepala sekolah,” kata Dirjen GTKPG Kemendikdasmen Nunuk Suryani di Jakarta, Kamis (5/6) seperti dilansir Antara.

Karena itu, tambah Nunuk Suryani, setiap guru sekarang memiliki kesempatan untuk menjadi kepala sekolah.

Hal itu diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Ia menjelaskan beberapa syarat untuk menjadi kepala sekolah tahun ini, antara lain:

1. Memiliki gelar sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

2. Memiliki sertifikat pendidik atau serdik.

3. Pangkat paling rendah golongan III/C bagi guru PNS, serta jenjang jabatan minimal guru ahli pertama bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan pengalaman dalam jabatan sebagai guru paling sedikit delapan tahun.

4. Guru bakal calon kepala sekolah juga harus memiliki nilai baik dalam penilaian kinerja guru dalam dua tahun terakhir.

5. Memiliki pengalaman manajerial minimal dua tahun di sekolah

6. Berusia maksimal 56 tahun saat ditugaskan sebagai kepala sekolah.

Menurut Nunuk, tahun 2025 pihaknya membutuhkan 50.971 kepala sekolah untuk menggantikan 10.899 kepala sekolah yang siap pensiun dan mengisi kebutuhan 40.072 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah.

Sebagai upaya mempersiapkan guru untuk mengisi formasi calon kepala sekolah itu, pihaknya tahun ini menyelenggarakan Program Kepemimpinan Sekolah.

Program ini dirancang untuk menyiapkan calon kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi digital, seperti koding dan kecerdasan artifisial.

Program Kepemimpinan Sekolah juga akan melatih guru-guru bakal calon kepala sekolah dengan memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan mereka dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikan. (*)

Endri Resmi Laporkan ke Polda NTB Terkait Dugaan Sanggar Marak Peredaran Narkoba

Kabid Hukum dan HAM BCW,  Endri (Tim MDG).

Mataram, Media Dinamika Global.Id - Kabid Hukum dan HAM Bima Corruption Watch (BCW) menyoroti dugaan peredaran Narkotika jenis sabu-sabu di wilayah setempat sangat marak terjadi bahkan diduga melibatkan anak di bawah umur.

Kabid Hukum dan HAM BCW,  Endri mengatakan, peredaran barang haram ini sangat meraja leleh di wilayah hukum Polsek Sanggar. Narkotika sabu-sabu merusak masa depan generasi bangsa.

"Kecamatan Sanggar menjadi  perhatian khusus oleh penegakan hukum (APH, terutama Polda NTB dan BNNP NTB," ucap Edri saat diwawancara awak media di kedai kopi Mataram. Jum'at (06/06/25).

Menurut Endri, akhir-akhir ini di wilayah Sektor Sanggar maraknya peredaran narkoba hingga menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat setempat. Peredaran sabu-sabu sudah menjadi budaya seperti di pasar pasar sayur dan anak-anak dibawah umur dipaksa untuk menggunakan barang tersebut.

"Peredaran barang haram diduga sudah melihat anak dibawah umur," tutur Endri pria asal Sanggar ini.

Lebih lanjut Bung Endri sapaan akrabnya mengesahkan kepada Kapolsek setempat dimana letak penegakan hukumnya selama ini?. Narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime) yang bersifatnya khusus. Semestinya Kapolsek harus menjadikan perioritas untuk memberantas peredaran barang haram ini.

"Saya mendesak agar segara menangkap oknum yang berinisial B karena dimana kuat dugaan kuat bandar besar dan dalang dari perederan narkoba di salah satu Desa di kecamatan Sanggar," tegas Bung Endri merupakan aktivis sudah lanang buana di Provinsi NTB.

Ironisnya, oknum inisial tersebut sangat leluasa mengedarkan sabu-sabu di Desa sendiri maupun di sekitarnya.

"Diduga kuat Polsek dan jajaran  bermain mata dan diduga membekingi para bandar-bandar narkoba," terang Bung Endri.

Endri kembali menegaskan, bahwa saya tidak hanya bicara di Media Cetak dan Online, melainkan saya pun sudah melaporkan secara resmi di Direktorat Reserse Narkoba Polda dan BNNP NTB.

"Untuk sementara ini, saya melihat kinerja Polda dan BNNP untuk melakukan penyelidikan atas pengaduan saya," pungkas Endri.

Kapolsek Sanggar IPTU Eric As Ari belum memberikan tanggapan saat konfirmasi melalui Via WhatsAppnya awak media ini, hingga berita dipublikasikan. (MDG.01).


Surya Ghempar).

Kejuaraan Karate Piala kapolri 2025, Arena Sportivitas dan Loyalitas Bhayangkara Untuk Masyarakat


Jakarta, Media Dinamika Global.Id - GOR Laga Satria-Tangkas, Pakansari, Bogor, akan menjadi saksi semangat juang para karateka terbaik dari seluruh jajaran Polri, dalam gelaran bergengsi Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Juni 2025, yang digadang-gadang menjadi ajang pemersatu sekaligus pembuktian prestasi dalam tubuh Polri.

Penanggung jawab kejuaraan sekaligus Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Kombes Pol. Prof. (RIS) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU, Jumat (6/6/2025), melalui siaran pers menegaskan jika kejuaraan ini bukan hanya wadah berprestasi, tetapi juga wahana membangun integritas dan karakter Bhayangkara sejati.

“Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025 ini, kami gagas sebagai momentum menyatukan kekuatan dan semangat seluruh personel Polri dalam wadah olahraga. Karate adalah simbol keteguhan hati dan kedisiplinan tinggi — dua hal yang esensial bagi setiap insan Bhayangkara,” ungkap sapaan akrab Prof. Kikie.

Sementara Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2025, Kombes Pol. Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H., menegaskan jika kegiatan itu bukan sekadar turnamen, melainkan simbol kolaborasi antara kebugaran, loyalitas, dan profesionalisme anggota Polri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bukan hanya tegas dan sigap di lapangan, tetapi juga sehat jasmani dan rohani. Karate adalah jalan tengah yang ideal, karena mengajarkan kedisiplinan, sportivitas, dan kontrol diri,” ungkap Kombes Dewa Wijaya.

Kejuaraan ini akan mempertemukan para atlet karate, dari berbagai satuan kerja di Mabes Polri hingga Polda se-Indonesia. Dengan total 15 peserta maksimal per kontingen, kejuaraan itu akan menerapkan sistem pertandingan WKF terbaru, menjamin standar tinggi dalam setiap kelas – baik KATA maupun KUMITE, dari kategori usia 18+, 30+, hingga 50+.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Dewa Wijaya juga berharap itu nantinya menjadi inspirasi gaya hidup sehat di lingkungan kepolisian.

“Kalau polisi sehat dan bugar, pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal. Karate bukan sekadar olahraga fisik, tapi juga bentuk karakter building,” tandasnya.

Diungkapkan, Kejuaraan Karate itu juga menjadi bagian dari Pekan Olahraga Polri, sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap pembinaan personel melalui jalur non-formal yang sehat dan kompetitif. Selain itu, kejuaraan ini juga membuka ruang keakraban antara personel dari berbagai daerah dan mempererat solidaritas institusi.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 5 Juni hingga 13 Juni 2025, dengan verifikasi data dan technical meeting akan dilangsungkan pada 15 Juni di lokasi yang sama. Para peserta wajib melampirkan surat sehat, BPJS, identitas diri, hingga foto terbaru, serta tentunya harus mendapatkan surat tugas resmi dari satuan masing-masing.

Dibalik hiruk pikuk persiapan, Dewa Wijaya memastikan seluruh panitia bekerja maksimal, agar kejuaraan berlangsung lancar dan berkesan.

“Kami tidak hanya menyiapkan arena, tapi juga semangatnya. Semangat Bhayangkara yang Presisi, sportif, dan membanggakan,” tutupnya.

Mari kita nantikan bagaimana semangat karate mewarnai GOR Laga Satria Pakansari, di mana para pendekar Bhayangkara akan saling adu teknik, taktik, dan semangat demi kehormatan satuan serta kebanggaan institusi. (Surya Ghempar).

Pembagian Daging Kurban Kepada Kaum Dhu'afa Yang Dilakukan Oleh Kampus Akbid Harapan Bunda Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Berkurban itu tidak hanya mengikuti syiar ketauhidan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika hendak menyembelih putranya Nabi Ismail AS, namun ada pesan moral yang juga jauh lebih utama yaitu keikhlasan untuk berbagi sebagai wujud kepedulian kepada kaum dhuafa.

Hal itulah yang kerap dilakukan oleh Civitas Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima setiap tahunnya dengan menyembelih hewan kurban seperti yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah Tahun 2025 Masehi, Jumat (06/06/2025).

Direktur Akbid Harapan Bunda Bima, Nurbaety, S.SiT., M.KM mengaku bersyukur karena di Perayaan Idul Adha tahun 2025 ini Kampus bisa menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing. “Penyembelihannya langsung kami lakukan di halaman kampus tadi pagi,” terangnya kepada Garda Asakota.

Dari 3 ekor hewan qurban tersebut pihaknya langsung membagikan untuk 100 orang penerima warga di sekitar Kampus khususnya warga yang ada di lingkungan Santi.

“Berkurban, Alhamdulillah telah menjadi rutinitas Kampus kami sejak beberapa tahun terakhir. Meski tak banyak, tapi bisa berbagi dengan sesama itu hal yang utama,” tambahnya.

Dia berharap dengan daging qurban yang pihaknya berikan dapat menghadirkan seulas senyum bahagia untuk para penerima dan keluarganya. (Sekjend MDG)