Media Dinamika Global

Minggu, 25 Mei 2025

Mengalami Tindakan Intimidatif Setelah Menyuarakan Secara Terbuka Praktik Buruk Pelayanan di Dukcapil kabupaten Bima


Bima, Media Dinamika Global.id. ~ Miris suasana kebebasan berpendapat di Kabupaten Bima kembali tercoreng. Seorang aktivis mahasiswa yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Raisul, mengalami tindakan intimidatif setelah menyuarakan secara terbuka praktik buruk pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima.

Raisul yang menyampaikan kritiknya secara terbuka, mendapat tekanan dalam bentuk intimidasi non-verbal yang mengarah pada upaya pembungkaman. Menanggapi hal itu, Lembaga Studi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (LeSHam) mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari gerakan yang terstruktur, sistematis, dan massif untuk membatasi ruang kebebasan berekspresi di ruang publik.

“Sudah menjadi rahasia umum bagaimana buruknya pelayanan di Dukcapil Kabupaten Bima. Maka ketika ada warga, apalagi mahasiswa yang menyuarakan itu, justru harus diapresiasi, bukan ditekan,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat LeSHam dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

LeSHam menilai tindakan intimidasi yang dialami Raisul merupakan pelanggaran terhadap hak-hak konstitusional warga negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 28E UUD 1945. Lebih jauh, mereka menyoroti aspek hukum dan politik dari peristiwa tersebut dengan menegaskan bahwa pemerintahan yang sah seharusnya bertumpu pada transparansi dan akuntabilitas, bukan pada praktik pembungkaman kritik.

"Jika kekuasaan digunakan untuk membungkam, maka kontrak sosial antara rakyat dan pemerintah telah dilanggar," tambahnya, merujuk pada teori klasik Jean-Jacques Rousseau tentang legitimasi kekuasaan.

Dari perspektif hukum kritis, LeSHam juga menilai bahwa praktik intimidasi adalah bentuk nyata dari dominasi birokrasi atas warga. Kritik Raisul, menurut mereka, seharusnya menjadi refleksi atas bobroknya pelayanan publik, bukan justru dijadikan alasan untuk mengintimidasi.


Sehubungan dengan insiden tersebut, LeSHam menyampaikan tiga tuntutan utama:

1. Mendesak Bupati Bima segera mengevaluasi total Dinas Dukcapil dan mencopot Kepala Dinasnya, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelayanan publik.

2. Mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki intimidasi terhadap Raisul dan memastikan keamanan serta kebebasannya dalam menyampaikan pendapat.

3. Mengajak masyarakat sipil dan seluruh elemen mahasiswa untuk bersolidaritas menjaga ruang demokrasi dan menolak segala bentuk tekanan terhadap suara kebenaran.

“Kalau suara yang menyuarakan fakta dibungkam, maka yang akan tumbuh adalah budaya ketakutan. Dan bila itu terus dibiarkan, kita sedang bergerak menjauhi demokrasi menuju tirani birokrasi,” tutup pernyataan LeSHam.

Kasus ini kini menjadi sorotan sejumlah kalangan akademik, aktivis, dan masyarakat sipil yang prihatin atas memburuknya iklim demokrasi lokal di Bima.

Terkait adanya dugaan intimidasi terhadap salah seorang aktivis diintimidasi, pihak PLT Dinas Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten bima saat dikonfirmasi tidak menanggapi saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp nya Pribadi nya. 

Kami melakukan konfirmasi dan klarifikasi demi keseimbangan pemberitaan, agar tidak menjadi asumsi liar dan Isyu Hoax. (Tim MDG)

Sabtu, 24 Mei 2025

Kadis Dikbud NTB Merasa Janggal Digugat Rp9,8 Miliar Proyek “Siluman” Pengadaan Paket Smart Class Tahun 2024


Kepala Dinas Dikbud NTB, Abdul Azis, SH.,MH.

Mataram, Media Dinamika Global.id.– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Abdul Azis, SH.,MH., menghadapi gugatan senilai Rp9,8 miliar dari PT KPB. Gugatan ini terkait pengadaan peralatan Smart Class tahun 2024.


Ironisnya, setelah ditelusuri, Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB yang baru menjabat belum sebulan di Dikbud NTB ini menyampaikan tidak mengetahui proyek tersebut setelah dilakukan penelusuran.
“Saya baru dilantik menjabat Kadis Dikbud, sudah langsung dihadapkan oleh gugatan perdata ini,” kata Azis sembari tertawa di ruangannya, Jumat, 23 Mei 2025.

Azis menambahkan, proyek Smart Class sama sekali tidak disebutkan dalam memori serah terima jabatan (Sertijab) dengan mantan Kepala Dikbud NTB sebelumnya, Aidy Furqan.

“Di dalam memori serah terima jabatan itu tidak ada disebut proyek Smart Class,” tegasnya.

Untuk memastikan itu, Azis langsung menanyakan perihal proyek tersebut kepada bagian program di Dikbud NTB. Hasilnya, proyek Smart Class ternyata memang tidak tercatat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dikbud NTB tahun 2024.
“Ternyata tidak ada. Di DPA kami tidak pernah ada program Smart Class itu setelah di cek-cek,” jelasnya.

Dengan fakta ini, Azis merasa posisinya sebagai pejabat baru cukup dilematis.
“Oleh karena itulah saya sebagai pejabat baru di sini bisa saya katakan bahwa yang namanya proyek Smart Class atau pengadaan apa proyek Smart Class, saya tidak tahu,” katanya.

Ia juga mempertanyakan klaim “salah proses” dalam pengadaan tersebut, mengingat tidak ada proses yang pernah ada setelah ia telusuri.

Mengenai tuntutan ganti rugi sebesar Rp9,8 miliar, Azis kembali menegaskan kejanggalan gugatan tersebut.

“Bagaimana kita mau bayarkan, sementara tidak pernah tanda tangan apa-apa, tanda tangan kontrak kan tidak ada. Pak Aidy Furqan juga bilang tidak ada. Bagaimana kita membayar, orang tidak pernah ada program?” tambahnya.

Namun, menghadapi gugatan ini, Azis menyatakan akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “Saya sudah lapor ke Biro Hukum yang nanti berhubungan untuk menyiapkan jaksa pengacara negara, karena ini kan perdata,” terangnya.

Sidang perdana kasus ini dijadwalkan pada Rabu, 27 Mei 2025, sesuai surat panggilan dari Pengadilan Negeri Mataram. Azis memahami bahwa gugatan ini merupakan konsekuensi jabatannya sebagai Kepala Dikbud NTB, bukan sebagai pribadi.
“Ini konsekuensi jabatan sebagai kepala dinas di Dikbud NTB ya, bukan secara pribadi atau personal, bukan. Tapi ini kan jabatan yang Kadis Dikbud-nya yang digugat, dan harus saya jelaskan sebagai Kadisdikbud yang sekarang,” pungkasnya. (Sekjend MDG)

Bupati Dan Wakil Bupati Dompu Menggencarkan Program Kebersihan Lingkungan


Firmansyah, S.Psi., M.MKes.
D

Dompu, Media Dinamika Global.id. ~ Pemerintah Kabupaten Dompu di bawah kepemimpinan Bupati Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Syirajuddin, SH terus menggencarkan program kebersihan lingkungan. Program ini bukan sekadar untuk memperindah dan menciptakan suasana yang nyaman, namun memiliki manfaat yang jauh lebih luas, terutama bagi tumbuh kembang anak.

Program yang dikenal luas dengan jargon BBF-DJ ini diyakini mampu memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Sebagai orang tua dan masyarakat, kita memahami bahwa anak adalah aset masa depan bangsa. Kualitas hidup anak hari ini akan menentukan kemajuan suatu daerah atau negara di masa depan. Oleh karena itu, menanamkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini adalah investasi penting bagi pembangunan bangsa.

Pola Hidup Bersih dan Pengaruhnya terhadap Tumbuh Kembang Anak

Kebiasaan hidup bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan sosial anak. Anak - anak yang hidup dalam lingkungan bersih cenderung lebih sehat, aktif, dan percaya diri. Selain itu, mereka lebih mudah menyerap pelajaran dan membangun interaksi sosial yang baik.

Manfaat Pola Hidup Bersih bagi Anak:

1. Mencegah Penyakit.

Kebiasaan seperti mencuci tangan, mandi secara teratur, serta menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mencegah berbagai penyakit infeksi.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh.

Lingkungan bersih membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak, menjadikannya lebih tahan terhadap serangan penyakit.

3. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan mulut yang baik dapat menghindarkan anak dari masalah gigi berlubang dan infeksi mulut lainnya.

4. Mencegah Penyakit Usus

Kebersihan tangan dan kuku secara signifikan menurunkan risiko penyakit saluran pencernaan.

Dampak terhadap Kesehatan Mental dan Sosial Anak:

Meningkatkan Percaya Diri.

Anak - anak yang rapi dan bersih cenderung merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan lingkungan sosialnya.

Membentuk Disiplin Sejak Dini.

Kebiasaan hidup bersih membantu anak membentuk rutinitas positif dan disiplin dalam kehidupan sehari - hari.

Meningkatkan Interaksi Sosial.

Anak - anak yang bersih dan sehat lebih mudah diterima dalam pergaulan dan memiliki lebih banyak teman.

Mendukung Proses Belajar.

Lingkungan belajar yang bersih dan rapi membantu anak fokus dan meningkatkan semangat belajar.

Dampak Langsung terhadap Tumbuh Kembang Anak:

Meningkatkan Kualitas Hidup.

Kesehatan yang baik secara langsung berdampak pada kualitas hidup anak secara keseluruhan, baik fisik maupun mental.

Mendukung Pertumbuhan Optimal.

Pola hidup bersih mendukung pertumbuhan anak secara maksimal, termasuk dalam penyerapan nutrisi yang optimal.

Mencegah Stunting.

Kebersihan lingkungan dan tubuh sangat berpengaruh dalam mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak.

Manfaat Lain dari Hidup Bersih

Selain untuk anak, kebiasaan hidup bersih juga memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan secara keseluruhan, seperti:

* Melestarikan lingkungan

* Mengurangi risiko penyakit menular seperti diare dan ke cacingan

* Meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga

Melihat besarnya dampak positif dari pola hidup bersih dan sehat ini, sudah semestinya seluruh elemen masyarakat turut mendukung program "Jumat Bersih" yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Dompu. Keterlibatan aktif masyarakat, khususnya orang tua, akan menjadi kunci sukses dalam menciptakan generasi

 Dompu yang sehat dan unggul di masa depan.(Sekjend MDG).

BEM KM UGM Nyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Rektor Prof. Dr. Ova Emilia


Yogyakarta, Media Dinamika Global.id.--Tidak hanya itu, BEM KM UGM turut menyoroti maraknya tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik, termasuk kriminalisasi dan penetapan status tersangka terhadap beberapa aktivis kampus. “Demokrasi dalam bahaya!” tegas pernyataan resmi BEM KM UGM.

Pada Rabu (21/5), Rektor Ova Emilia akhirnya menemui mahasiswa yang tengah berkemah dan melakukan dialog terbuka. Namun, menurut BEM KM UGM, dialog tersebut tidak menghasilkan komitmen konkret, dan hanya berisi “omon-omon” atau omong kosong.

“Betapa malu kami sebagai mahasiswa Kampus Kerakyatan menyaksikan rektor lembek pada berbagai ketidakadilan dan penindasan yang terang benderang,” tulis BEM KM UGM.

Sebagai bentuk tekanan moral, mahasiswa UGM menuntut agar Rektor menyatakan mosi tidak percaya terhadap lembaga pemerintah yang dianggap menciptakan kebijakan “amburadul,” atau melakukan tindakan lain yang setara sebagai bukti keberpihakan kepada rakyat.

BEM KM UGM menegaskan bahwa mosi tidak percaya kepada Rektor tidak akan dicabut hingga tuntutan tersebut dipenuhi. Aksi ini menjadi sorotan publik dan menandai babak baru ketegangan antara civitas akademika dan otoritas kampus dalam merespons dinamika politik nasional. (Sekjend MDG)

Warga Dusun Dorolopi Gotong Royong Perbaikan Masjid Al-Mutakim Desa Risa.




Bima. Media Dinamika Global.Id_Untuk  menciptkan lingkungan Ibadah yang nyaman, Warga Dusun Dorolopi melakukan gotong royong perbaikan Masjid Al-Mutakim yang ada di Rt 09 Dusun Dorolopi Desa Risa Kecamatan Woha, Pada hari minggu tanggal (25/05). 


Gotong royong atau kerja bakti bersama-sama memperbaiki masjid adalah bentuk kerjasama antar warga Dusun Dorolopi  untuk meningkatkan fasilitas ibadah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk warga, pengurus masjid, dan bahkan pihak terkait untuk bersama-sama memperbaiki bangunan Masjid Al-Mutakim.


Salah satu Tokoh Masyarakat, Sarjan Ishaka, Menyampaikan, Perbaikan Masjid bertujuan untuk menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman dan kondusif bagi para jamaah. Kegiatan Gotong royong juga  mempererat tali persaudaraan antar warga, menciptakan rasa kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.


"Gotong royong juga menunjukkan kebersamaan  antar masyarakat dalam mencapai tujuan bersama yaitu memperbaiki tempat ibadah". Ujar Aba Jan biasa di sapa pada media ini.


Aba Jan, Menambahkan, Gotong royong perbaikan masjid adalah kegiatan yang bermakna dan bermanfaat serta bernilai ibadah. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menunjukkan semangat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan bersama-sama menjaga tempat ibadah  agar tetap layak dan nyaman digunakan. Ucapnya. (Mdg/04)


Modus Dibuatkan M Banking, Wanita Paruh Baya di Palembang Kehilangan Uang Deposito Hingga Rp 1,8 M


Sumsel, Media Dinamika Global.id.-- Seorang nasabah bank swasta bernama Nurjana (51) melaporkan Kepala cabang bank atas dugaan penipuan dan penggelapan dana simpanan senilai Rp 1,8 miliar.

Nurjana mengaku kehilangan dana deposito setelah oknum Kepala Cabang (Kacab) bank berinisial D meminta datanya dengan alasan update data bilyet deposito.

Melalui kuasa hukumnya, Afdhal SH mengatakan modus operandi yang dilakukan oknum Kacab salah satu bank swasta di kota Palembang yakni dengan memperdaya untuk mengupdate atau memvalidasi data.

"Terlapor mendatangi rumah klien untuk mengupdate data dengan memberikan formulir. Saat itu oknum kacab tersebut meminjam handphone klien kami tanpa sepengetahuan dibuatkan aplikasi perbankan dan diaktifkan mbangkingnya. Setelah mbanking diaktifkan lalu dipindahkan dana sebanyak dua kali dengan total Rp 1,8 miliar dari rekening Nurjana ke rekening Nurjana juga karena sudah dibuatkan aplikasi perbankan tadi," kata Afdhal, Rabu (21/5/2025).

Aplikasi yang digunakan terlapor untuk memindahkan uang dari deposito korban ke rekening yang baru, dibuat tanpa sepengetahuan korban.

Lantaran, korban Nurjana ini tidak terlalu paham dengan penggunaan aplikasi bank.

Karena pemindahan rekening dilakukan dari Nurjana ke Nurjana, tidak ada masalah dan mutasi dana berjalan normal seperti biasa.

"Perlu diketahui klien kami ini boro-boro bisa menggunakan aplikasi perbankan. Dia hanya bisa menerima telpon dan angkat telepon," katanya.

Lanjut Afdhal kliennya baru mengetahui kalau uangnya telah hilang setelah mendatangi bank dengan maksud mencairkan deposito.

Tetapi pihak teller menyampaikan kalau deposito tak bisa dicairkan karena uangnya sudah berpindah ke rekening bank lain.

"Versi pihak bank mutasi rekening sudah sesuai dengan ketentuan karena dari rekening Nurjana ke rekening Nurjana juga,"jelasnya. 

Saat akan ditemui pada 15 Mei 2025 kemarin oknum Kepala Cabang sudah masuk atau aktif lagi di bank tersebut. 

"Paginya sempat ikut rapat bersama karyawan sorenya sudah tidak aktif lagi hingga hari ini tidak masuk lagi. Sudah dicari ke rumahnya tidak ketemu didatangi tempat anaknya sekolah juga tidak ada mereka sudah menghilang," katanya.

Sekretaris Umum APPSI Sumsel Irwansyah Masri menambahkan, kalau pihaknya menyayangkan adanya pedagang yang menjadi korban penipuan oknum Kepala Cabang salah satu bank swasta.

"Kami sangat prihatin apalagi ini kan pedagang, mereka belum banyak yang paham dengan aplikasi perbankan ini. Keluguan pedagang ini dimanfaatkan oleh  terlapor ini. Ini masalah kepercayaan, pedagang sudah percaya menitipkan uang tapi malah diselewengkan oleh oknum," katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Ditreskrimsus untuk mengetahui soal laporan tersebut.

"Mohon waktu ya, nanti saya coba koordinasikan dengan Ditreskrimsus, " katanya.(Sekjend MDG)


Kritik Forbina: Kota Parfum Banda Aceh Tak Tumbuh Dari Akar Sosial Dan Ekonomi


Banda Aceh. Media Dinamika Global.Id.– Gagasan menjadikan Banda Aceh sebagai “Kota Parfum” yang diluncurkan Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal patut dipertanyakan. Branding tersebut tampak terburu-buru, tidak berbasis pada kajian mendalam, dan cenderung dipaksakan tanpa melibatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan kota.

“Ini bukan kehendak warga, melainkan kehendak elit. Seharusnya wacana seperti ini tumbuh dari bawah, bukan sekadar ambisi personal pemimpin,” tegas Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur

Peluncuran program “Road to Launching Banda Aceh Kota Parfum” pada 23 Mei 2025 menjadi penanda dimulainya narasi baru yang berisiko mengaburkan identitas otentik kota. Namun publik layak bertanya: apa modal kuat Banda Aceh sehingga layak menyandang predikat kota parfum?

Hingga hari ini, hanya dua usaha kecil yang dikenal memproduksi parfum lokal di Aceh, yakni Minyeuk Pret dan Neelam (Universitas Syiah Kuala). Keduanya belum mencapai skala produksi industri atau ekspor, dan ekosistem nilam yang menjadi bahan baku utama parfum juga belum dikelola secara profesional dan terintegrasi.

“Apakah masyarakat, petani nilam, pelaku UMKM, akademisi, dan pelaku pasar telah dilibatkan dalam visi besar ini? Atau ini sekadar proyek simbolik untuk membangun pencitraan selama masa jabatan?” tambah Muhammad Nur.

Bagi Muhammad Nur, branding kota bukan sekadar slogan. Ia harus tumbuh dari fakta sosial, budaya, dan ekonomi yang nyata. Apalagi Banda Aceh sebelumnya pernah dibranding sebagai “Kota Madani” oleh Illiza pada masa jabatan sebelumnya, namun branding itu pun kini nyaris hilang tanpa jejak.

“Jangan sampai ‘Kota Parfum’ hanya menjadi warisan gimmick yang menguap bersama berakhirnya masa jabatan wali kota,” kritiknya.

Menurutnya, ketimbang membangun branding baru yang belum siap dari sisi ekosistem, pemerintah kota seharusnya fokus mendukung pelaku UMKM lokal agar naik kelas dan mampu menembus pasar nasional dan global.

“Potensi nilam memang ada di Aceh, tapi belum cukup bila budidaya, penyulingan, hilirisasi, hingga pasar ekspor belum disiapkan. Branding kota tidak boleh dibangun dari angan-angan, tapi dari akar kekuatan ekonomi rakyat,” tutup Muhammad Nur.( Team)

Wali Kota Bima Hadiri Acara Perpisahan Siswa Kelas VI SDN 21 Tolomundu


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri kegiatan perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI SDN 21 Tolomundu, Kota Bima pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi momen haru dan penuh semangat dalam menandai berakhirnya masa pendidikan dasar bagi para siswa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para murid. Ia menekankan bahwa pendidikan dasar selama enam tahun bukanlah waktu yang singkat.

“Di sinilah awal dari perjalanan panjang mereka. Mereka tidak hanya dibentuk dalam hal pengetahuan, tetapi juga akhlak, tanggung jawab, dan kedisiplinan,” ujarnya.

Wali Kota Bima juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada para guru dan tenaga pendidik di SDN 21 Tolomundu.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Kota Bima, dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Bapak dan Ibu guru adalah cahaya dalam perjalanan anak-anak kita. Keringat dan dedikasi Bapak Ibu tidak pernah habis,” ungkapnya dengn penuh semangat.

Kepada para orang tua, beliau juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas peran penting mereka dalam mendampingi pendidikan anak-anak.

“Di balik keberhasilan hari ini, ada orang tua yang sabar dan penuh kasih. Tapi ini bukan akhir, teruslah mendampingi anak-anak, karena mereka adalah calon penerus bangsa,” ujar wali Kota Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima mengajak semua pihak untuk menanamkan cinta terhadap Kota Bima. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan, kebersihan, dan keindahan kota.

“Gerakan Kota Bima BISA bukan hanya slogan, tapi kebangkitan budaya masyarakat untuk hidup bersih, indah, sehat, dan asri,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Bima mengajak semua pihak untuk terus bermimpi dan berjuang bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bima. “Mari kita duduk bersama, berpikir besar, dan membangun pendidikan yang lebih maju seperti kota-kota lain,” tutupnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Dikpora, Koordinator Pengawas, Dewan Pendidikan, kepala sekolah, serta para orang tua murid.(Sekjend MDG)

Wakil Wali Kota : SMANDU Tempat Saya Menanam Benih Mimpi


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH menghadiri acara pelepasan Siswa Kelas XII "Reverions" SMA Negeri 2 Kota Bima tahun pelajaran 2024/2025. Sabtu, 24 Mei 2025.

Wakil Wali Kota Bima didampingi Asisten III Setda Kota Bima, Drs. M. Saleh dan Lurah Lewirato, A. Munir Hariaddin, S.Pd, serta dihadiri oleh keluarga besar SMAN 2 Kota Bima.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan menyampaikan, Ia berdiri dan hadir ditengah-tengah keluarga besar SMA Negeri 2 Kota Bima bukan hanya sebagai Wakil Wali Kota Bima saja, baginya ini adalah momen yang sangat emosional.

"Di SMA Negeri 2 Kota Bima saya pernah berdiri sebagai seorang siswa. SMANDU bagian dari perjalanan hidup saya. Dimana ditempat ini saya menanam benih mimpi, menempa karakter dan memahami makna perjuangan dan pengabdian," ungkap Wakil Wali Kota.

Aba Feri sapaannya menyebut, hari ini anak-anak dilepas bukan untuk berpisah, tetapi untuk terbang lebih tinggi, melintasi cakrawala harapan dan cita-cita. Ia menegaskan, didalam diri kalian mengalir semangat juang yang luar biasa, daya tahan kokoh serta cinta akan tanah kelahiran ini.

Wakil Wali Kota berpesan untuk selalu mengingat beberapa hal, diantaranya, dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi lebih dari itu. Dunia menanti orang-orang yang berintegritas, berakhlak mulia, yang mampu berpikir kritis, bekerja kolaboratif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Jadilah pribadi yang tidak hanya ingin menjadi seseorang, tetapi ingin menjadi bermanfaat," pesannya.

Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh kekuarga besar SMA Negeri 2 Kota Bima untuk menjadi bagian dari gerakan Kota Bima Bisa (Bersih, Indah, Sehat dan Asri). Ini bukan sekadar slogan, ini adalah sebuah oanggilan untuk berbuat nyata.

"Mari kita jadikan Kota Bima sebagai ruang hidup yang layak, nyaman dan membanggakan, dimulai dari rumah, sekolah dan lingkungan sekitar," ajak Wakil Wali Kota.(Sekjend MDG)

Bahas Fluktuasi Pasokan Pangan, Bupati Bima Pimpin Rakor


Bima NTB, Media Dinamika Global.id-- Rapat Koordinasi Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Menghadapi Persiapan Masa Panen Jagung musim tanam I (MT1) Tahun 2025 di Kabupaten Bima tersebut berlangsung Kamis (22/05/2025) di Ruang Rapat  Forkopimda Kantor Bupati Bima.

Bupati Bima Ady Mahyudi yang didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Fatahullah S.Pd, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Iwan Setiawan SE, Kadis Ketahanan Pangan Ir. H.M Natsir, Kadis Perhubungan Drs.H. Masykur MM, Kepala Pelindo III, KSOP Pelabuhan Bima Kepala Bulog, para pejabat terkait  pada Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima menyampaikan beberapa arahan.
 Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah produsen jagung yang signifikan bagi kebutuhan nasional dengan kisaran produksi 500-700 ribu ton. Oleh karenanya,  diperlukan perhatian  serius dalam pengelolaannya baik   kualitas, kepastian harga maupun distribusi pemasarannya". Terang Bupati.


"Wujud perhatian pemerintah antara lain dengan telah dikeluarkan ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung tingkat petani sebesar Rp.5.500/kg sebagai acuan pembelian bagi BUMN pangan, pelaku usaha dan para offtaker. Kata Bupati. 


Hingga saat ini produksi jagung masih 21% dari total produksi sebesar 536.945 ton di tahun 2025. Beberapa faktor yang  berpengaruh terhadap fluktuasi distribusi jagung tiap tahun  saat musim panen, baik angkutan darat maupun laut, tingginya biaya transportasi ke luar daerah,  lamanya sistem antrian yang melalui pelabuhan. Hal ini bisa menimbulkan gejolak.


Rendahnya serapan jagung oleh pelaku usaha akibat kapasitas gudang penyimpanan  yang sudah penuh, tentu saja memerlukan kebijakan pengaturan distribusi yang baik  untuk menjamin kelancaran distribusi  komoditas jagung dan stabilisasi pasokan dan  harga pangan.  


Rakor diharapkan dapat menyelesaikan persoalan rantai pasok dan memberikan solusi terbaik bagi kelancaran distribusi jagung sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh para pelaku usaha terlebih masyarakat petani yang menggunakan modal transportasi laut maupun transportasi darat.


Intinya, diperlukan kolaborasi Satgas Pangan, PT.  Pelindo, KSOP Pelabuhan Bima dan Bulog sehingga distribusi jagung  adil dan transparan". Imbuhnya.(Sekjend MDG)