Media Dinamika Global: Pertanian
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2026

Akademisi Sesalkan Sikap Arogan Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Bima NTB


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Salah seorang Akademisi dalam Perguruan Tinggi Institut Pendidikan Nusantara Global dan Institut Elkatarie Lombok Timur Hafid Musa, S. PD.S.Ak. SE.SH.MH Sesalkan Sikap Arogan salah seorang Ketua Team Koordinator (Kateam) Penyuluh Pertanian Kabupaten Bima NTB. Pasalnya selama Beberapa Bulan ini terus berbuat ulah dengan cara melakukan Rotasi dan Mutasi Penyuluh tanpa Mempertimbangkan hal-hal yang emergency. Rabu, 25-02-2026

Alumni PTS di Lombok Timur dan Malang ini menyesalkan sikap seorang yang benar-benar telah menunjukkan sikap Arogansi kekuasaan untuk melakukan tindakan semena-mena terhadap para Penyuluh yang jumlahnya Ratusan Orang yang ada di 191 Desa se-kabupaten Bima bahkan Informasinya dilakukan dengan lebih banyak ke unsur Politiknya.

Sikap tersebut mencerminkan kepribadian yang sangat buruk dalam menata dan mengelola Sistem Kepegawaian Dinas terkait sehingga terkesan tidak mempertimbangkan Proporsionalitas, Profesi dan Jabatan serta kariernya. Dengan dasar inilah Seorang Pemimpin harus memperhatikan dan mempertimbangkan secara matang sebelum melakukan Rotasi dan Mutasi Pegawai yang serampangan.

" Akibatnya Warga Petani atau Kelompok Tani yang sudah nyaman menjadi Kesal atau tidak nyaman dengan Sistem pergantian yang dianggap Inprosedural itu". Maka dengan kondisi ini, tentu yang menjadi Pijakannya adalah Adanya Rotasi dan Mutasi Penyuluh Pertanian Kabupaten Bima di setiap Desa tersebut.

Implikasi dari Perpindahan Penyuluh yang serampangan seperti itu, Warga Tani pun sulit beradaptasi dengan Penyuluh yang Baru sehingga akan berdampak pada Ketidak stabilan Pandangan Masyarakat dengan Instansi Pemerintahan tersebut, sebab yang menjadi barometernya adalah Warga Petani merasa Nyaman dengan Penyuluhnya di masing-masing Desa dalam setiap Program itu.

Apalagi saat ini, seringkali Para Pemangku Kebijakan di atas yang Notabenenya Jabatan Fungsional tetapi jika Jabatan tersebut diintervensi dengan Nuansa Politik maka akan terjadi hal-hal buruk yang di lakukan oleh Oknum Ketua Team Koordinator Penyuluh  Wilayah Kabupaten Bima.

Belum lagi saat ditanya ke Warga atau Kelompok Tani misalnya di setiap Kecamatan, mereka pasti menjawab bahwa kami sudah nyaman Penyuluh A, atau B. Tetapi disaat yang sama, kemudian ada Rotasi dan Mutasi yang dianggap Cacat Prosedural seperti ini. Maka kami sebagai Masyarakat pun merasa sangat Keberatan dengan adanya kegiatan seperti ini.

Bang Hafid Panggilan Akrabnya juga menyesalkan adanya Oknum PLH di salah satu Kecamatan yang melakukan Rotasi dan Mutasi Penyuluh Pertanian Kabupaten Bima dengan cara serampangan atau melanggar Prosedur Hukum padahal
Berdasarkan peraturan kepegawaian di Indonesia, Pelaksana Harian (Plh) tidak berwenang untuk memutasi, mengangkat, atau memberhentikan pegawai, termasuk penyuluh pertanian. 

Karenanya, Saya akan menjelaskan Berikut adalah rincian penjelasannya:

Larangan Mutasi: Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa Plh (maupun Pelaksana Tugas/Plt) dilarang mengambil keputusan atau tindakan yang bersifat strategis, salah satunya adalah aspek kepegawaian seperti pemindahan (mutasi) pegawai.

Fungsi Plh: Plh hanya bertugas melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan sementara.

Dampak Hukum: Mutasi yang dilakukan oleh pejabat yang tidak berwenang (dalam hal ini Plh) dapat dianggap tidak sah. 

Kesimpulan:
Jika ada mutasi penyuluh pertanian yang ditandatangani oleh Plh, tindakan tersebut menyalahi aturan BKN dan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Mutasi harus dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang definitif (misalnya Kepala Dinas definitif, Bupati/Wali Kota/Gubernur sesuai kewenangannya). 

Sementara itu, para pihak masih menunggu Konfirmasi hingga berita ini disiarkan.(Team).

Sabtu, 31 Januari 2026

Program Pemanfaatan Pekarangan KWT Desa Risa Mulai Panen

Tanaman Cabai hasil Pertanian KWT Desa Risa yamg sudah siap di Panen.

Bima, Media Dinamika Global.Id_ Program pemanfaatan tanaman pekarangan rumah yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Wanita (KWT) Desa Risa kini memasuki masa panen. Salah satu hasil yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat adalah tanaman cabai yang ditanam di pekarangan rumah warga.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Tahun 2025 yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi bagi keluarga.

Ketua KWT Desa Risa, Isriani Zainuddin, menjelaskan bahwa program ini mendorong ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sarana pertanian skala rumah tangga yang berkelanjutan.

“Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, para ibu rumah tangga memiliki kegiatan produktif di bidang pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai jenis sayuran, khususnya cabai, ditanam menggunakan media polibag sehingga dapat diterapkan meskipun lahan yang tersedia terbatas. Saat ini, hasil panen mulai dirasakan manfaatnya oleh para anggota KWT.

“Selain dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga karena tidak perlu membeli sayur-sayuran, hasil panen juga bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” tambahnya.

Melalui program ini, KWT Desa Risa berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.(Mdg/03)

Sabtu, 06 September 2025

Soal Viral Guru Honor Tinggal di Gubuk Reyot, Kadis Kominfostan: Jangan Cepat Merespon, Ada Baiknya Tabayyun Dulu!


LUBUK PAKAM. Media Dinamika Global.id. Masyarakat, khususnya warga Kabupaten Deli Serdang diimbau untuk cerdas dan cermat dalam menyikapi segala informasi yang berkembang di media sosial dan media online.

Imbauan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar SE MSi terkait viralnya seorang guru honorer di Madrasah Aliyah (MA) Alwashliyah Tanjung Morawa, Mariasih SPd yang tinggal di sebuah gubuk reyot tidak layak huni di Dusun III, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak mudah percaya dan gampang merespon informasi yang beredar di media. Sebab, jika yang diinformasikan di media tersebut salah, maka akan memberi dampak negatif. Kita harus selalu tabayyun. Teliti dan verifikasi informasi sebelum menerima atau menyebarkannya," ungkap Plt Kadis Kominfostan dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).

Plt Kadis Kominfostan menerangkan, informasi yang telah dikumpulkan dari Dinas Sosial dan pemerintah setempat, Mariasih SPd merupakan seorang Wakil Kepala Sekolah salah satu Madrasah Aliyah di Tanjung Morawa Bagian Kesiswaan.

Suami pertama Mariasih meninggal dunia. Mariasih dan almarhum suami pertamanya memiliki dua orang anak. Keduanya bahkan telah menyelesaikan pendidikan Strata I atau sarjana. Salah satunya sudah berumahtangga.

Kemudian, Mariasih kembali menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai penarik becak bermotor (betor).

"Berdasarkan keterangan dari Dinas Sosial dan pemerintahan setempat yang turun langsung ke lapangan, Ibu Mariasih bersama anak gadisnya mengontrak rumah. Ibu Mariasih ini juga sebenarnya sudah memiliki rumah, tapi karena anaknya telah berumahtangga, maka rumah miliknya diberikan kepada anaknya," jelas Plt Kadis Kominfostan.

Dari keterangan Dinas Sosial dan pemerintah setempat pula, Mariasih tidak tinggal di gubuk reyot tersebut. Gubuk itu hanya dijadikan tempat untuk menjaga ternak ayam, bebek dan kebunnya. Itu dilakukan untuk menambah penghasilan, karena sang suami hanya bekerja sebagai penarik betor. 

Mereka menyewa rumah permanen di depan gubuk tersebut bersama anak-anaknya yang saat itu sedang kuliah, sampai anaknya menikah. 

Dalam hal ini, keluarga Ibu Mariasih meminta agar viralnya video itu di media sosial bisa segera diklarifikasi, agar Ibu Mariasih tidak mendapat masalah di kemudian hari," tutup Plt Kadis Kominfostan.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tanjung Morawa, Rahmat yang turun langsung menemui Mariasih, membenarkan apa yang disampaikan Plt Kadis Kominfostan Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar SE MSi.

Rahmat menambahkan, suami Mariasih bernama Ahmad Razali. Keduanya merupakan warga Jalan Bandar Labuhan Bawah, Gang Damai, Dusun III, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa.

"Hasil klarifikasi langsung kami di lapangan, Ibu Mariasih mengajar di dua sekolah. Di MA Al Washliyah dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Bersubsidi. Penghasilannya sebesar Rp3 juta per bulan," ungkapnya.

Mariasih, sambung Rahmat, juga mendapat uang sertifikasi guru, honor per jam mengajar dan tunjangan jabatan sebagai Wakil Kepala MA di salah satu sekolah swasta.

"Ibu Mariasih tinggal di rumah permanen dan layak untuk ditempati. Sementara suami ibu Mariasih tinggal di gubuk. Dulunya gubuk itu dibuat untuk ternak ayam, bebek dan suami Ibu Mariaseh sekalian menjaga ternaknya itu," urai Rahmat.

Perlu diketahui pula, dari hasil asesmen yang dilakukan Dinas Sosial, keluarga ini tidak termasuk miskin walaupun berdasarkan pemeriksaan melalui aplikasi SIKS-NG, suami Mariasih, Ahmad Razali masuk dalam desil 5 dan merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deli Serdang, sedangkan Mariasih dan anak-anaknya masuk dalam kategori BPJS Mandiri Kelas 3.

Berhubung Mariasih dan anaknya masuk dalam kategori warga yang dapat diberikan BPJS gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, yaitu tidak memiliki mobil, tidak punya sepeda motor lebih dari dua unit, tidak punya sambungan listrik rumah lebih dari 2200 dan bukan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maka bulan September ini akan diusulkan mendapat BPJS gratis dari Pemkab Deli Serdang. *(Tim)*

Minggu, 12 Januari 2025

Riski Ikra : Krisis Moniter Dan Sumber Daya Manusia Pada Sektor Pertanian


Opini. Media Dinamika Global.Id.- Salah seorang Ketua Umum Berusaha Menjelaskan bagaimana Dinamika yang terjadi, terutama dari Sektor Pertanian yang merupakan Lumbung terbesar di Indonesia. Terlebih lagi Sekarang Soal adanya Krisis Monitor dan Sumber Daya Manusia pada Sektor Pertanian. Di era ini Masyarakat Indonesia dituntut untuk Proaktif terhadap swasembada Pangan yang merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.( 13/01/25 ).

Riski Ikra Ketua Umum PK-IMM Fapperta Ummum Berpendepat bahwa Ancaman krisis pangan global sangat signifikan, adanya perubahan iklim makin hari makin memburuk, melihat problematika dibeberapa dekade belakangan ini, petani mengalami penurunan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya minim nya generasi untuk berprofesi sebagai petani, kurangnya lahan pertanian, dan sistem birokrasi yang lambat dalam dorongan generasi untuk pertanian berkelanjutan minim.

Petani di Indonesia secara menyeluruh berakibat buruk disebabkan oleh hadirnya investasi yang masif. Lahan petani menimbulkan banyak problem. Terutama mereka anak-anak muda yang lebih memilih pekerjaan yang bersih. Selain itu, ketersediaan pupuk yang terbatas dan mahal semakin memperparah kondisi di sektor pertanian.

Petani dan tradisi masyarakat menjadi hikayat yang di ceritakan para pejabat setiap kampanye, tetapi tidak ada keberpihakan kebijakan setelah terpilih. Sejumlah masalah di tangung sendiri oleh petani. Di kutip dari data situs pertanian 2023 oleh badan pusat statistik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pertanian perorangan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 7,45 persen dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2023, tercatat ada sekitar 29,34 juta unit usaha pertanian turun dari 31,7 juta unit pada 2013. Penurunan ini di sebabkan oleh berbagai faktor, termasuk lahan pertanian yang semakin berkurang di berbagi daerah.

Jumlah petani di Indonesia juga mengalami penurunan pada tahun 2023, terdapat 29,3 juta petani, turun dari 31 juta petani pada tahun 2013, yang berarti terjadi penurunan sebesar 7,45 persen. Hal ini disebabkan oleh kurangnya lahan pertanian dan transisi petani ke sektor-sektor lain seperti industri.

Tantangan petani ke depan sangatlah sulit jika di lihat dari perubahan teknologi, seperti platform medsos yang signifikan. Bukannya mempermudah pemasaran secara online, justru memperparah kondisi masyarakat terutama anak-anak muda pada umumnya, semisal mereka main platform seperti hetfon dan memakainya hanya hura-hura saja dan tidak memanfaatkan teknologi untuk akses seperti jualan yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan.

Adapun masyarakat yang belum memahami betul tentang pemasaran (jualan petani) secara online, diperlukan adaya pembelajaran yang masif dalam bidang teknologi lebih khususnya dalam bidang pertanian. Dilihat dalam data terkait minat petani kini berusia di atas 55 tahun, sementara minat generasi muda menurun. Banyak kalangan muda di bilang generasi tidak lagi tertarik dengan sektor pertanian saat ini.

Dengan berbagai masalah yang ada, semakin hari semakin sedikit minat orang dalam sektor pertanian. Pada tahun 2021, Bapppenas memprediksikan pada tahun 2063, pekerjaan petani Indonesia mungkin saja hilang. Prediksi itu didasarkan pada data penurunan jumlah yang signifikan. Tahun 1967, rasio pekerja Indonesia di sektor pertanian mencapai 65,8 persen dari total bekerja keseluruhan. Sementara 2019, jumlah petani tinggal 28 persen dari total pekerja.

Situasi ini menguatkan ramalan sejarawan asal Inggris Eric Hobsbawan pada tahun 1990an, perihal terjadinya the death of peasantry atau ‘‘matinya petani’’ keyakinan di dukung oleh bukti turun drastisnya jumlah petani di Eropa dan Amerika Utara, yang berbarengan dengan perkembangan akumulasi bidang lainnya, yang berakibat petani segera lenyap. Di tahun 2024, meskipun prediksi itu tidak sepenuhnya tepat, namun juga tidak sepenuhnya salah.

Dalam situasi demikian, generasi yang justru sebagai pewaris budaya dan motor penggerak perubahan ekonomi dari berbagai sektor tidak lagi tertarik dengan jurusan pertanian atau berprofesi sebagai petani. Budidaya menanam sepeti Bertani. Dalam prespektif generasi ‘‘profesi petani tidak harus membutuhkan wawasan pengetahuan yang tinggi, kerena pekerjaan ini hanyalah warisan dari para orang tua terdahulu, hinga tidak harus belajar”. Hal demikian yang membuat petani jalan di tempat dan tidak berkembang. Sementara, tentangan di dunia pertanian saat ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring agar dapat mengatasi berbagai tantangan dampak dari perubahan iklim yang sangat ekstrem.

Di saat jumlah petani dan lahan menyusut, akses petani terhadap teknologi masih terbatas. Sebagian besar petani masih mengunakan cara-cara konvensional yang kurang efisien, sehingga produktivitas mereka rendah. Keterbatasan akses terhadap alat dan teknologi pertanian yang canggih, sistem irigasi yang baik serta bibit unggul dan pupuk menjadi hambatan utama. Meskipun ada bantuan pemerintah, seringkali distribusinya tidak merata dan terhambat oleh birokrasi. Keterbatasan akses terhadap modal juga menjadi masalah klasik. Banyak petani terpaksa mencari pinjaman dengan bunga tinggi, karena sulitnya akses kredit. Sulit bagi mereka meningkatkan skala dan kualitas produksi.

Dengan demikian petani yang ada justru sebagai penggerak ekonomi dunia, membutuhkan perhatian khusus untuk menjawab tantangan ekonomi negara maupun masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan adanya Pendidikan yang berjalan di sektor petani. Seperti melatih masyarakat yang minim akan ilmu pengetahuan seperi cara menanam buah- buahan, sayur-sayuran dan penghasil petani, merawat tanaman dengan baik, menjaga kestabilan tumbuhan dengan adanya pupuk.

Peran pemerintah justru sebagai harapan masyarakat untuk melihat persimpangan yang ada bukan hanya memfokuskan pada sektor lain seperi industri saja. Namun, harus lebih ke pertanian dan perikanan, terutama memberikan pendidikan pencerahan kepada generasi muda sebagai pewaris, dan generasi muda juga memerlukan didikan serius yang di fokuskan ke sektor pertanian seperti menyekolahkan mereka di perguruan tinggi agar lebih memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor pertanian.(  Sekjend MDG ).

Senin, 27 Maret 2023

Ridwan Kamil Soroti Kenaikan Tidak Wajar Harga Komoditas Pangan di Tiga Daerah


Jabar - Media Dinamika Global.Id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti kenaikan harga pangan yang tidak wajar di tiga daerah. Instruksi khusus diberikan kepada dinas terkait untuk membenahi masalah itu.

Tiga daerah yang disoroti adalah Kota Depok dengan harga yang tak wajar pada komoditas cabai dan bawang. Lalu, harga ayam di Kota Banjar dan telur di Kabupaten Karawang.          

Kita sangat spesifik fokus di tiga daerah itu sehingga secara umum nanti menjelang Lebaran relatif harga mungkin naik," kata dia, Senin (27/3).

Di luar daerah itu, berdasarkan hasil evaluasi pekan pertama Bulan Ramadan, harga komoditas pangan relatif terkendali. Meski begitu, ia tetap berencana untuk menggelar operasi pasar murah.

Secara umum harga-harga di Jabar terkendali. Kami tetap akan melakukan operasi pasar dan memberikan subsidi transportasi. Subsidi ini untuk menambah transportasi komoditas jika dirasa mahal," ucap dia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hadir secara virtual dalam Rakor Pengendalian Inflasi mengingatkan kepada kepala daerah untuk waspada terhadap meningkatnya inflasi menjelang Idulfitri.

Ia meminta semua kepala daerah memastikan ketersediaan barang aman dan harga yang terjangkau untuk masyarakat. Ada beberapa komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi.

Komoditas yang harus diwaspadai khususnya di Pulau Jawa yang memberikan andil besar terhadap inflasi yaitu beras, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras, ini mengalami fluktuasi harga yang signifikan," terang dia.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Noneng Komara Nengsih memastikan stok sejumlah komoditas di Jabar aman hingga Lebaran, meski harga jagung, cabai hingga daging ayam mengalami kenaikan.

Ada beberapa, tapi kenaikannya masih bisa terkendali, beberapa komoditas masih wajar. Kami akan gelar operasi pasar di seluruh kabupaten kota, karena anggarannya cukup besar, jadi kita kerja sama," ujarnya.(Morex Bima).



Kamis, 16 Maret 2023

Babinsa Desa Lanta Sosialisasikan Penggunaan Pupuk Organik Racikan Dandim 1608/Bima Kepada Petani


Sape Bima NTB.Media Dinamika Global.id Jum'at, 17 Maret 2023 sekitar pukul 10.30 wita Serka Jamaludin Babinsa Desa Lanta Kecamatan Lambu Anggota Koramil 1608-03/ Sape melaksanakan kegiatan Testimoni Pupuk Organik Cair label Biornik di Desa Lanta Kec. Lambu Kab. Bima. 

Adapun turut hadir dalam kegiatan Testimoni Tersebut :

1. PPL Desa Lanta Kec. Lambu nama Abdul Latif, S.Pt

2. Ketua Pok Tani  Sulaeman So Takaja 

3. Babinsa Desa Lanta Serka Jamaluddin. 

4. Pemilik lahan Bapak Efendi dengan luas 25 are. 

Yg beralamat di Rt 05 Rw 03 Dusun Potu Desa Lanta Kec. Lambu. 



Kegiatan di mulai pada pukul 09.30 wita, di lahan sawahnya petani padi yang menggunakan Pupuk Organik Cair Racitan Dandim 1608/Bima  Letnan Kolonel Inf  M. Zia Ulhaq, S.Sos 

Kalau di lihat hasilnya menurut petani banyak peningkatan di bandingkan hasil sebelumnya, dan Alhamdulillah hasilnya meningkat dan memuaskan petani. 

Seperti contoh :

a.  Menyuburkan tanaman mulai dari Batang Daun dan buahnya padat dan Banyak. 

b.  Meningkat hasil yang cukup puas oleh petani Padi di So Takaja Desa Lanta Kec. Lambu.

Kegiatan selesai pukul 11.00 wita, dalam keadaan aman Tertib dan lancar.

(Arf MDG/04)