Media Dinamika Global: Musibah
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

Kecelakaan Tunggal, Satu Meninggal Dunia dan Tiga Orang Luka-luka

Mobil Kecelakaan Tunggal, (Ist/Surya Gempar)

Mataram, Media Dinamika Global – Personel Subsatgas Pengamanan Obyek Vital dan Jalur Transportasi Polda NTB bergerak cepat mengevakuasi korban kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Bypass Mandalika, tepatnya di Desa Labulia, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (14/03/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026 tengah melaksanakan patroli rutin di jalur tersebut guna memastikan keamanan arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kabid Humas Polda NTB Mohammad Kholid menjelaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026, seluruh satuan tugas terus aktif menjalankan tugas pengamanan di berbagai titik strategis.

Salah satunya adalah Satgas Pengamanan Obyek Vital dan Jalur Transportasi yang secara intensif melakukan patroli di jalur-jalur utama yang ramai dilalui masyarakat, khususnya pada masa mudik Lebaran.

“Saat tiba di jalur Bypass Mandalika, tepatnya di sekitar Desa Labulia, personel patroli mendapati adanya kecelakaan tunggal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, personel kepolisian langsung melakukan tindakan cepat dengan mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian dan mengawal mereka menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan para korban sekaligus memberikan pertolongan secepat mungkin di lokasi kejadian.

Kabid Humas menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan melalui patroli Ops Ketupat Rinjani tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat apabila terjadi situasi darurat.

“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat apabila terjadi peristiwa seperti kecelakaan ataupun kondisi darurat lainnya,” pungkasnya.

Redaksi |

Kamis, 22 Januari 2026

Relawan Muhammadiyah NTB Hadir Pulihkan Hunian dan Trauma Warga Banjir Aceh Timur

Relawan MDMC NTB Saat Pendampingan psikososial bagi
anak-anak di Desa Blang Seunong, (Ist/Surya)

Aceh Timur, Media Dinamika Global.Id – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen kuat dalam proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Pada Kamis (22/02/2026), relawan MDMC kembali memusatkan aktivitas kemanusiaan di wilayah terdampak, khususnya Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.

Fokus utama kegiatan relawan meliputi penguatan fungsi hunian warga, pendampingan psikososial bagi anak-anak, serta assessment lanjutan terhadap dampak kerusakan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pascabanjir.

Di tengah keterbatasan dan kerusakan yang masih tampak nyata, relawan MDMC hadir tidak sekadar sebagai tim pendata, tetapi juga sebagai pendamping yang bekerja langsung bersama warga. Bahkan, sebagian relawan memilih tinggal di tengah masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sejak pagi hari, relawan bahu-membahu bersama warga membangun kembali rumah-rumah yang rusak maupun hanyut terseret banjir. Proses pemulihan hunian dimulai dari mengumpulkan sisa material yang masih bisa dimanfaatkan, memperkuat rangka bangunan, hingga pemasangan atap agar rumah kembali layak dan aman untuk ditempati.

“Fungsi relawan di fase ini adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kami ikut bekerja, mendampingi, dan memastikan hunian kembali aman untuk ditinggali,” ujar Koordinator Relawan MDMC NTB, Yudi Lestanata.

Salah satu penerima manfaat adalah Bapak Yusuf, warga Desa Blang Seunong, yang rumahnya hanyut tersapu banjir. Dengan pendampingan relawan, proses pembangunan rumahnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pendirian tiang hingga pemasangan atap agar keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Kalau tidak dibantu, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Relawan datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga tenaga dan semangat,” ungkap Bapak Yusuf dengan haru.

Selain pemulihan hunian, relawan MDMC NTB juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan mengalami trauma akibat bencana. Melalui kegiatan bermain, bercerita, serta edukasi sederhana, relawan berupaya mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan kepercayaan diri anak-anak.

Sebanyak 146 anak tercatat sebagai penerima manfaat layanan psikososial yang dilaksanakan di lokasi terdampak. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membantu mereka kembali siap menjalani aktivitas sehari-hari.

“Psikososial bukan sekadar hiburan, tetapi bagian penting dari pemulihan mental anak-anak agar mereka siap kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasa,” jelas Naufal, Koordinator Kegiatan Psikososial Tim Relawan Muhammadiyah NTB.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, MDMC NTB juga menyalurkan bantuan school kit kepada anak-anak terdampak banjir. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 240 siswa menerima perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis.

“Banyak perlengkapan sekolah yang rusak atau hanyut akibat banjir. Dengan school kit ini, kami berharap anak-anak dapat kembali belajar tanpa beban,” tambahnya.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui LazisMu Kabupaten Bima membuka open donasi guna mendukung perbaikan hunian dan pemulihan anak pascabencana. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain:

Kebutuhan Pemulihan Hunian:

- Paku berbagai ukuran

- Seng atap

- Kayu dan papan

- Alat pertukangan (palu, gergaji, tang, obeng, dan lainnya)

Kebutuhan Pendidikan:

- Tas sekolah

- Buku tulis

- Alat tulis lengkap

- Seragam sekolah

Donasi dapat disalurkan melalui LazisMu Kabupaten Bima, yang selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan relawan MDMC serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

“Relawan hadir bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan warga. Dukungan masyarakat luas menjadi kekuatan utama agar pemulihan ini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Yudi Lestanata.

Redaksi: Surya Gempar

Jumat, 16 Januari 2026

Gubernur NTB Tinjau Perigi dan Jurit, Pastikan Akses Warga Lotim Kembali Normal


Lombok Timur, Media Dinamika Global.id. — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat banjir. Kunjungan tersebut, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. 16 Januari 2026.

Jembatan tersebut, menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya serta menjadi jalur utama bagi anak sekolah, guru, dan akses menuju layanan kesehatan seperti Puskesmas. Selain itu, Jembatan Perigi juga berperan penting dalam pengangkutan hasil pertanian warga, mulai dari Jagung, Srikaya, hingga komoditas lainnya. Jalur ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran yang disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Setibanya di lokasi, Gubernur Iqbal disambut masyarakat bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Saat ini, jembatan tersebut dilaporkan telah rampung dan siap digunakan (16/1/2026).

Ditegaskannya penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat, secepat mungkin. Jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.

“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB, agar pengerjaannya dipercepat,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan Bambu. Namun, berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari. Gubernur NTB meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur, demi keamanan masyarakat.

Respons cepat pemerintah tersebut disambut rasa syukur warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, menyampaikan apresiasinya.

“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.

Usai meninjau Perigi, Gubernur Iqbal melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk melihat kondisi jembatan yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik. Dikatakannya, akses tersebut harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Terlebih Lendang Nangka Utara termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.

“Hal ini segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur NTB Sholat Jum'at sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Lendang Nangka Utara. Dirinya mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah pencegahan bencana. Pada dua lokasi kunjungan, Gubernur NTB menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dari Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, memastikan penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.

Dalam waktu dekat, Gubernur NTB rencananya dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir, pungkasnya. (Sekjend MDG)

Rabu, 14 Januari 2026

Gubernur NTB Gerak Cepat Mulai Operasikan Alat Berat di Lokasi Bencana

Gubernur NTB Gerak Cepat Mulai Operasikan Alat Berat
di Lokasi Bencana, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id - Sejumlah alat berat telah memulai pekerjaan di lokasi bencana di Dusun Pengantap, Sekotong, Lombok Barat hari ini, Kamis (15/012026). 

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal pasca meninjau lokasi bencana Rabu kemarin, telah memerintahkan Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB mengirimkan alat berat dengan fokus penanganan jangka pendek untuk pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir.

Informasi dari Plt Kepala Dinas PUPR  dan Kawasan Pemukiman, Budi Herman, SH, MH mengatakan, alat berat berupa ekskavator dan truk pengangkut material yang telah beroperasi hari ini diturunkan untuk mengatasi dampak kerusakan infrastruktur dan normalisasi kondisi lingkungan pasca bencana ini dilakukan percepatan untuk pemulihan aktifitas warga terdampak serta mengantisipasi penyakit pasca bencana  akibat lingkungan yang rusak. 

Pemerintah Provinsi NTB sendiri dalam beberapa hari ini telah melakukan aksi penanganan bencana mulai dari penanganan segera dengan mengirimkan logistik bantuan primer bagi korban sampai dengan menaikkan status tanggap darurat bencana di beberapa daerah agar penanganan bencana hidrometerologi di beberapa daerah seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Dompu dapat berdampak segera pada pemulihan kondisi warga. 

Dalam hal mitigasi bencana jangka panjang, Pemprov NTB juga telah menyiapkan langkah dan rencana dalam penyelamatan lingkungan yang ditengarai menjadi penyebab bencana banjir seperti kondisi perbukitan dan aktifitas  tambang rakyat di sekitar lokasi.

Redaksi ||

Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal gerak cepat pastikan
penanganan dampak bencana, (Ist/Surya) 

Mataram, Media Dinamika Global.Id — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bergerak cepat memastikan penanganan dampak bencana hidrometeorologi berjalan terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Usai meninjau lokasi banjir di Desa Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat dan Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Gubernur langsung memimpin rapat terbatas di ruang kerja Gubernur, Tabu (14/01/2026) yang berlangsung hingga malam untuk mempercepat pemulihan, terutama pada kerusakan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan rapat tersebut dihadiri Plh. Sekda NTB, Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman, Kepala BPBD, Kepala Dinas ESDM, Kepala BPKAD dan Inspektur Inspektorat. “Gubernur menegaskan penanganan harus dilakukan cepat, tepat, dan kolaboratif. OPD diminta memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota terdampak agar langkah di lapangan berjalan seirama,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Gubernur memerintahkan BPBD melakukan pendataan dan kajian teknis sebagai dasar percepatan penetapan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat. Kabupaten/kota yang telah memiliki SK Siaga Bencana Hidrometeorologi diminta segera menaikkan status menjadi tanggap darurat saat bencana terjadi, sementara daerah yang belum memiliki SK siaga dapat langsung menetapkan SK tanggap darurat agar respons penanganan tidak tertunda.

Ahsanul Khalik yang akrab dipanggil Aka menjelaskan, penetapan status ini penting untuk memperkuat sinergi pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), terutama dalam menangani kerusakan jalan, jembatan, saluran, dan penguatan tebing sungai. Rapat juga memastikan kesiapan BTT untuk mendukung penanganan dampak bencana, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. “BTT harus siap digunakan untuk mempercepat pemulihan, dengan pola sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota,” tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal juga memberi perhatian khusus terhadap potensi dan kejadian bencana di kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Kepala BPBD diminta mencermati setiap perkembangan dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan akurat. Untuk mendukung sistem pelaporan cepat, Gubernur mengarahkan agar seluruh elemen relawan diaktifkan secara optimal, termasuk Tagana, TRC BPBD, serta komunitas kebencanaan yang tumbuh di tengah masyarakat, sehingga informasi lapangan dapat diterima lebih cepat sebagai bagian dari kesiapsiagaan daerah.

Fokus penanganan jangka pendek diarahkan pada pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir. Sebagai tindak lanjut, tadi malam Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB telah mengirim alat berat untuk pembersihan sedimentasi, dan alat tersebut sudah tiba di Dusun Pengantap, Sekotong, serta siap dioperasikan. Terkait kondisi di Desa Kabul, Gubernur juga meminta Dinas ESDM menyusun kajian perizinan dan pola pemanfaatan material pasir yang aman dan legal, agar normalisasi sungai berjalan cepat sekaligus membuka peluang usaha masyarakat secara tertib dan sesuai aturan.

Redaksi ||

Dinsos Kabupaten Bima Kunjungi Langsung Korban Kecelakaan Kerja di Desa Tente


Bima, Media Dinamika Global.Id – Dinas Sosial Kabupaten Bima bergerak cepat merespons peristiwa kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang warga asal Desa Lalong, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu (14/01/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari Polsek Woha terkait kejadian tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, ia langsung memerintahkan Sekretaris Dinas Sosial, Aidin, S.H., bersama Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Edy Syahroni, A.Ks., untuk turun langsung ke lokasi kejadian guna melakukan penanganan tanggap darurat.

Tim Dinas Sosial berkoordinasi dengan Kapolsek Woha serta mengambil keterangan dari rekan kerja korban atas nama Surahman untuk mengetahui kronologi kejadian di tempat kerja yang berlokasi di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat korban menggunakan mesin gerinda. Saat mesin dinyalakan, mata gerinda mengenai kabel aliran listrik sehingga terjadi korsleting. Aliran listrik tersebut mengenai tubuh korban dan mengakibatkan korban tersengat listrik hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Adapun identitas korban diketahui bernama Yohane Anolian, lahir di Tado pada 4 Desember 1994, warga RT 07 RW 04, Desa Lalong, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, NTT.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bima, Aidin, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya juga langsung menuju RSUD Bima untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit sekaligus melakukan komunikasi dan konsultasi dengan keluarga korban.

“Kami telah melakukan koordinasi lintas OPD, termasuk dengan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai, untuk penanganan lebih lanjut, khususnya terkait proses pemulangan jenazah,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pelabuhan, jenazah rencananya akan diberangkatkan pada Jumat pagi, menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal.

“Sementara ini, jenazah korban diamankan di RSUD Bima,” pungkasnya.
Redaksi