Media Dinamika Global: Ekonomi Bisnis
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2026

Tokoh Grosir  Buah-buahan Resmi Dibuka, Perkuat Dukungan Program MBG di Kecamatan Woha.

Pemilik Tokoh Buah Cv. Mota Kalampa Grosir, Nani Ferdian. Saat meresmikan pembukaan tokoh buah-buahan di Desa Kalampa Kecamatan Woha. Kamis (16/1/26).


Bima – Media Dinamika Global.Id_Tokoh Buah-buahan resmi dibuka dan mulai beroperasi di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, pada hari jum,at tanggal (16/1/26). Kehadiran pusat grosir buah ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kelancaran pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh CV Mota Kalampa Grosir.

Peresmian Tokoh Buah-buahan ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pelayanan kepada masyarakat. Usaha ini menyediakan beragam pilihan buah segar berkualitas tinggi yang disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam pelaksanaan Program MBG.

Dengan sistem distribusi yang tertata dan pasokan buah yang terjaga kesegarannya, Katurain Buah-buahan diharapkan mampu menjadi mitra andal dalam menjamin ketersediaan bahan pangan bergizi, tidak hanya untuk Program MBG tetapi juga bagi masyarakat umum di wilayah Kecamatan Woha dan sekitarnya.

Pemilik Tokoh Buah-buahan, Nanik Ferdian, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas beroperasinya usaha tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan buah-buahan segar dengan kualitas terbaik bagi masyarakat.

“Kami bersyukur Tokoh Buah-buahan bisa hadir dan berkontribusi langsung dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya mendukung Program MBG di Kecamatan Woha,” ujar Nanik Ferdian.

Dengan beroperasinya Tokoh Buah-buahan, Desa Kalampa kini memiliki pusat grosir buah yang siap menjadi penopang utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan asupan gizi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima. (Mdg/04)

Kamis, 08 Januari 2026

Bos Juri Sukses Bangun Tiga Unit MBG di Kecamatan Woha.

      Jufrin Nurdin, S.Sos (Bos Juri) Pengusaha Muda.

Bima | Media Dinamika Global — Kecamatan Woha kembali menorehkan kisah inspiratif dari putra daerah. Jufrin Nurdin, S.Sos., yang akrab disapa Bos Juri, seorang pengusaha muda sukses di bidang usaha bawang, menjadi sorotan publik setelah membangun tiga unit MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai wujud kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat

Bos Juri merupakan putra asli Desa Risa yang merintis usaha dari nol. Berbekal tekad kuat, kegigihan, serta konsistensi dalam mengembangkan usaha bawang, ia berhasil menembus berbagai tantangan hingga dikenal sebagai salah satu pengusaha muda yang sukses dan berpengaruh di wilayah Kabupaten Bima.

Kesuksesan yang diraih tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, namun juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Bos Juri membangun Tiga unit MBG yang berlokasi strategis di Desa Kalampa, Desa Penapali dan Desa Risa, Kecamatan Woha.

Kehadiran MBG ini ditujukan untuk membantu penyediaan makanan bergizi gratis, khususnya bagi anak-anak, pelajar, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Warga setempat menyambut positif keberadaan MBG tersebut. Mereka menilai program ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat, sekaligus diharapkan mampu berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal kepedulian. Kami sangat bersyukur ada pengusaha lokal seperti Bos Juri yang mau turun langsung dan berbuat untuk masyarakat,” ungkap salah seorang warga Desa Risa.

Pembangunan tiga unit MBG ini pun mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Warga menilai langkah Bos Juri sebagai contoh nyata peran pengusaha lokal dalam mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi pengusaha-pengusaha lain untuk turut berkontribusi dan berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan hadirnya MBG di Kecamatan Woha, Bos Juri tidak hanya membuktikan keberhasilannya sebagai pengusaha, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap masa depan generasi muda. Langkah ini menjadi bukti bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian ekonomi, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas.(Mbg/04)

Kamis, 13 November 2025

Pemerintah Harus Intervensi Turunkan Harga Barang

 


Medan. Media Dinamika Global.id. Ketua Lembaga Perberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Sumut, Ir Ronald Naibaho, MSi, berharap pemerintah melakukan intervensi menurunkan harga bahan pokok dalam menanggulangi inflasi di Sumut. Dia berharap masyarakat berperan dalam menjaga stabilitas inflasi daerah Sumatera Utara. 

"Dalam diskusi ini kami ingin melihat dampak inflasi melalui kaum ibu-ibu dan kelompok masyarakat rentan (penyapu jalan). Ternyata memang benar, kita dapat keluhan langsung dari kaum ibu-ibunya soal kenaikan harga kebutuhan pokok. Untuk itu, kami berharap pemerintah harus ada intervensi dan punya kebijakan dalam menyikapi naiknya kebutuhan pokok,"jelas Ir Ronald Naibaho saat menggelar Diskusi Kelompok Masyarakat Rentan Bersama LPER Sumut dengan topik "Penanggulangan Inflasi Daerah Sumut" di AW Cafe Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (14/11). 

Dalam diskusi yang diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari kelompok masyarakat rentan (penyapu jalan) dan mahasiswa, Ir Ronald Naibaho menjelaskan, saat ini keadaan ekonomi kita memang sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, masyarakat harus mempercayakan Pemprovsu dan para stakeholder dalam mengatasi inflasi di Sumut. 

"Biasanya jelang perayaan hari-hari besar harga kebutuhan pokok akan melonjak. Kami imbau pada masyarakat agar hemat dan bijak dalam menggunakan uang,"ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia, Ilham Fauji Munthe, SE, ME, menambahkan, melalui diskusi ini pihaknya ingin mengedukasi masyarakat bagaimana menanggulangi inflasi untuk membantu Pemprovsu dalam mengatasi inflasi daerah. Selain itu, diskusi ini juga diharapkan dapat menyerap langsung persoalan inflasi yang dirasakan kelompok rentan. 

Selain diskusi, dalam kegiatan tersebut pihak penyelenggara juga membagikan sembako yang terdiri dari telur dan cabai merah untuk 200 penerima manfaat/ kelompok masyarakat rentan yang dibagikan langsung di lokasi dan di wilayah Marindal. (Tim)

Selasa, 12 Agustus 2025

Tersedia Jual Beli Sapi di Bima, Dompu, dan Sumbawa


Kabupaten Bima,
Media Dinamika Global.Id || Informasi bagi yang semua pihak ingin menjual dan beli sapi di Pulau Sumbawa, khususnya di daerah Bima dan Dompu, dan Sumbawa.

Lapak/Kandang sapi bertempat di Jalan Lintas Desa Madawau kecamatan Madapangga kabupaten Bima, lebih familiar di perbatasan Bima dan Dompu.

Pemilik lapak atau Kadang sapi, Yasin Ahmad menyebutkan, bagi masyarakat maupun teman-teman yang ada di di wilayah pulau Sumbawa ingin membeli dan menjual sapi, kami siap melayani sesuai dengan minat dan harga disepakati.

"Harga Deal, Barang langsung angkut barang," ucapnya saat diwawancara langsung di Lapak. Selasa (12/08/25).

Pasaran Harga sapi lokal dan sapi peternakan :

- Sapi lokal Rp.5.000.000 sampai 15.000.000 (Lima Juta Rupiah - Lima Juta Rupiah).

- Sapi peranakan Rp.10.000.000 sampai Rp.30.000.000 (Sepuluh Juta - Tiga Puluh Juta Rupiah).

Untuk lebih lanjut infomasi, silahkan hubungi kontak person di bawah ini.

- Yasin Ahmad : 0853-3342-7520

- Subagio : 0819-7736-1326

Kegiatan jual beli sapi telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Budaya peternakan sapi di sini bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bima, dikenal dengan kualitas sapi yang unggul, menjadi pusat perdagangan bagi peternak lokal. Setiap minggu, pasar hewan di Bima dipenuhi oleh peternak dan pembeli yang datang dari berbagai daerah untuk melakukan transaksi. Sapi-sapi yang dijual tidak hanya berkualitas baik, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam.

Dompu, masyarakat juga aktif dalam jual beli sapi. Para peternak di sini seringkali menghadiri pasar di Bima untuk menjual hasil ternak mereka. Selain itu, Dompu memiliki sejumlah koperasi peternakan yang membantu peternak dalam memasarkan sapi mereka, sehingga memudahkan akses bagi pembeli.

Sementara itu, Sumbawa juga tidak kalah penting dalam industri ini. Dengan padang rumput yang luas dan subur, Sumbawa menjadi tempat ideal untuk beternak sapi. Banyak peternak di Sumbawa yang memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pembeli di luar daerah, memperluas jaringan dan meningkatkan penjualan mereka.

Transaksi jual beli sapi di ketiga daerah ini sering kali melibatkan tawar-menawar, di mana keahlian dalam bernegosiasi sangat dihargai. Selain itu, kepercayaan antara penjual dan pembeli menjadi kunci sukses dalam setiap transaksi.

Dengan adanya teknologi dan media sosial, informasi tentang sapi yang tersedia kini lebih mudah diakses, memungkinkan para peternak untuk menjangkau lebih banyak pembeli dan meningkatkan pendapatan mereka. Jual beli sapi di Bima, Dompu, dan Sumbawa bukan hanya sekadar transaksi, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan ekonomi masyarakat setempat.

Redaksi : Surya Ghempar.

Sabtu, 31 Mei 2025

MUSDESUS Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Simpasai Gaduh, Ini Tanggapan Tokoh Politisi Nasional


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Proses Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Simpasai menuai persoalan, yang mengakibatkan reaksi beberapa masyarakat melakukan protes terhadap Pemerintah Desa hingga ke lembaga BPD selaku penyelenggara kegiatan. Sabtu, (31/05/25)

Masalah berawal dari adanya dugaan hadirnya masyarakat yang diluar dari undangan yang disepakati pada hasil musyawarah dilakukan oleh Pemerintah Desa dan lembaga BPD.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut Pemerintah Desa bersama lembaga BPD telah menyepakati bahwa dalam Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) pembentukan Koperasi Merah Putih yang bisa memberikan hak pilih pada pemilihan ketua pengurus Kopdes adalah masyarakat yang mendapatkan undangan saja.

Namun kenyataannya berbicara lain, justru yang hadir didominasi oleh masyarakat yang tidak mendapatkan undangan, sehingga terjadi aksi salung protes dari masyarakat terhadap pihak lembaga BPD.

Akibat kejadian tersebut, Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) pembentukan Koperasi Merah Putih batal dilakukan.

Menanggapi kejadian tersebut, salah satu tokoh politisi Nasional H. Supardi, SH,.M.Si mengatakan kalau ada acara seperti ini harus dilakukan pembentukan panitia dengan baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Ini persoalannya menyangkut masyarakat Desa Simpasai pada umumnya, seperti pembagian undangan harus selektif, terkait dengan kehadiran masyarakat dengan datang berbondong-bondong itu tidak menjadi masalah, karna yang memilih yang mendapatkan undangan sesuai dengan kesepakatan, kan ada Tatibnya itu, ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sebenarnya ga menjadi masalah dengan kehadiran masyarakat, dari pada ditunda-tunda terus, kapan selesainya, nanti juga akan tetap gaduh seperti ini, sebab yang tidak diundang juga akan tetap datang.

Saya sangat prihatin atas kejadian hari ini, terkait pembatasan undangan memang harus dilakukan secara selektif, tapi membatasi masyarakat untuk hadir itu sebenarnya tidak memiliki dasar, mereka semua berdemokrasi, jadi tidak ada kewenangan dalam undang-undang itu harus dibatasi dengan alasan sekian-sekian atau perwakilan, itu tidak ada, sesalnya.

Dan yang perlu diperhatikan ini adalah musyawarah desa, artinya seluruh masyarakat itu harus dilibatkan, tapi saya berharap dengan adanya kejadian seperti ini kedepannya jauh lebih baik lagi, harapnya. 

Pasca terjadi kegaduhan, pihak BPD, langsung mengambil sikap tegas bahwa proses pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Simpasai yang dilaksanakan Sabtu, 31/05/25 ditunda hingga beberapa hari kedepan. (MDG 23)

Selasa, 15 April 2025

Kades Waduwani Serahkan Penyertaan Modal Usaha Pada Direktur Bumdes Jaya Makmur.




Bima. Media Dinamika Global.Id_Untuk mendukung percepatan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kades Waduwani, Herry M.Tahir, Serahkan penyertaan modal usaha pada Direktur Bumdes Jaya Makmur, Sukardin, Sebesar Rp 98 juta untuk tahap pertama, Pada hari rabu tanggal (16/04) di aula kantor Desa Waduwani Kecamatan Woha, Yang di dampingi Babinsa, Babhinkamtibmas dan pendamping Desa.


Kades Waduwani, Herry M.Tahir, Menyampaikan, Penyerahan dan penyertaan modal usaha Bumdes berdasarkan perintah Permendes No 3 tahun 2025 tentang program ketahanan pangan, yakni 20 % dari Anggaran Dana Desa tahun 2025 Bumdes Jaya Makmur mendapat dukungan modal usaha sebesar Rp 141 juta. 

"Semoga dengan besarnya Penyertaan Modal ini dapat memotivasi pengurus Bumdes untuk lebih kreatif dalam menjalankan dan mengembangkan usaha Bumdes untuk mendukung kesejahtraan masyarakat ". Harap Ompu Waduwani.

Ompu Waduwani, Menjelaskan, Penyertaan modal ini bertujuan untuk mengembangkan unit usaha BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan atau swasembada pangan desa, Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat memberi dampak yang signifikan untuk perputaran roda Ekonomi masyarakat serta Pembangunan Desa yang berkelanjutan. Tegasnya.

Sementara itu, Direktur Bumdes Makmur Jaya, Sukardin, Menyampaikan, Akan menggelola anggaran Bumdes secara terbuka dan tetap melakukan komunikasi dengan baik bersama pemdes dalam mendukung pengembangan Bumdes untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan dan swasembada pangan. Ujarnya.

 Sukardin, Menambahkan, Berdasarkan rencana pengurus Bumdes yang telah di ajukan ke Pemdes Waduwani, Pemanfaatan anggaran itu untuk mendukung program Ketahanan Pangan Masyarakat di bidang pertanian dengan melakukan pengelolaan dengan pengadaan obat-obat pertanian bagi petani. Urainya.

Sukardin, Berharap semoga dengan adanya program yang dijalankan oleh Bumdes itu, dapat meningkatkan hasil pertanian petani. Harapnya.(mdg/04)