Media Dinamika Global: Akademik dan Prestasi
Tampilkan postingan dengan label Akademik dan Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akademik dan Prestasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2026

Cita-Cita Besar, Dr. Sudarsono Akhirnya Terwujud, Politeknik Lanur Bima Resmi Berdiri


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id - Perjuangan Doktor Sudarsono Mendirikan Perguruan Tinggi Akhirnya Terwujud, Ijin Politeknik Lanur Bima Resmi Keluar. Cita cita mulia memajukan dunia pendidikan lewat perguruan tinggi, akhirnya terwujud. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang membina perguruan tinggi swasta di wilayah Provinsi Bali dan NTB (LL DIKTI) Wilayah VIII, mengeluarkan ijin resmi pendirian Politeknik Lanur Bima bernomor 1026/B/O/2026. 

Dr. Sudarsono, M.Pd mengatakan, pihaknya bersyukur atas keluarnya ijin resmi pendirian Politeknik Lanur Bima beralamat dikota Bima-NTB di Selenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Lanur Bima. Dengan membuka tiga program studi, yakni:

1. Manajemen Pemasaran Program Diploma Tiga

2. Peradilan Pidana Program Sarjana Terapan

3. Akuntansi Sektor Publik Program Sarjana Terapan. 

Tujuan utama kami, menjadikan Politeknik Lanur Bima unggul dan berdaya saing dalam pendidikan vokasi yang menghasilkan sumber daya manusia profesional, berkarakter, inovatif, berjiwa kewirausahaan, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional, jelas Cendikiawan Muda calon Profesor tersebut pada media ini, Jumat 25 September 2026.(Team)

Senin, 09 Maret 2026

Bardam Nusa Bali Nusra Terima Bantuan Al-Qur’an dari Polda NTB, Akan Disalurkan ke TPQ


Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Wilayah Barisan Pemuda Bima Nusantara  (BARDAM NUSA) Bali-Nusra kembali menerima bantuan sejumlah Al-Qur’an dari Polda NTB melalui Subdit III Intelkam Polda NTB. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program sosial dan keagamaan yang selama ini dijalankan oleh organisasi tersebut.

Ketua Bardam Nusa Bali Nusra, Imam Budiman Alam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda NTB yang terus memberikan dukungan terhadap kegiatan organisasi, khususnya dalam penguatan pendidikan keagamaan di masyarakat.

Menurut Imam Budiman, bantuan Al-Qur’an tersebut nantinya akan disalurkan kepada sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang tersebar di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja sama serta dukungan dari Polda NTB dalam mendukung program kerja Bardam Nusa Bali Nusra. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Imam Budiman Alam saat diwawancarai awak Media Dinamika Global di salah satu kedai kopi di Kota Mataram, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, program pembagian Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya Bardam Nusa Bali Nusra dalam memperkuat pendidikan keagamaan serta meningkatkan minat baca Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

“Al-Qur’an ini nantinya akan kami bagikan kepada TPQ di wilayah NTB agar bisa dimanfaatkan oleh para santri dalam kegiatan belajar mengaji,” jelasnya.

Imam Budiman berharap sinergi antara Bardam Nusa Bali Nusra dan Polda NTB dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai program sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini terus terjaga dan semakin memperkuat kontribusi bersama dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak baik,” tutupnya.

Redaksi ||

Akademisi Unram Minta Kejati Naikkan Status 15 Penerima dari Saksi ke Tersangka Dana Pokir "Siluman" DPRD NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id- Penanganan kasus dugaan gratifikasi dalam skema “pokok pikiran” atau pokir yang disebut sebagai pokir siluman di lingkungan DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menuai sorotan. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Syamsul Hidayat, menilai Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB seharusnya tidak hanya menetapkan pihak pemberi sebagai tersangka, tetapi juga menjerat pihak penerima gratifikasi.

Sejauh ini, Kejati NTB telah menetapkan tiga orang tersangka dari unsur pemberi gratifikasi. Ketiganya yakni Indra Jaya Usman, M. Nashib Ikroman, dan Hamdan Kasim, yang diduga terlibat dalam praktik pemberian gratifikasi terkait program pokir di DPRD NTB.

Menurut Syamsul, dalam konstruksi hukum tindak pidana gratifikasi, pihak penerima memiliki posisi hukum yang sama pentingnya untuk dimintai pertanggungjawaban pidana. Karena itu, proses penegakan hukum dinilai belum tuntas jika hanya berhenti pada pemberi.

“Ya, seharusnya penerimanya juga ditetapkan sebagai tersangka,” kata Syamsul saat dimintai keterangan, Minggu (11/1).

Ia menilai, jika aparat penegak hukum tidak segera menindaklanjuti pihak penerima, penanganan perkara ini berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa penegakan hukum berjalan tidak seimbang.

“Dalam kasus gratifikasi, pemberi dan penerima sama-sama memiliki konsekuensi hukum. Kalau hanya pemberinya yang diproses, maka akan muncul kesan tidak adil dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, dalam proses penyelidikan yang berlangsung, Kejati NTB juga telah menyita lebih dari Rp2 miliar yang dikembalikan oleh sejumlah anggota DPRD sebagai bagian dari barang bukti perkara.

Kejati NTB sebelumnya menyatakan masih mendalami unsur niat jahat (mens rea) dari para pihak yang diduga menerima gratifikasi dalam perkara tersebut. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk anggota DPRD NTB dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

sejauh ini, Penyidik Pidsus Kejati NTB telah menyita lebih dari Rp 2 miliar serta menerima pengembalian dana dari 15 orang yang diduga ikut menikmati aliran dana tersebut.

*sementara itu, Hingga kini, belum ada publikasi kejati yang merinci secara lengkap identitas 15 anggota DPRD NTB yang disebut menerima aliran dana dalam kasus dugaan gratifikasi pokir tersebut karena masih berstatus saksi.  Berdasarkan informasi yang sempat dipublikasikan melalui kanal YouTube Suara NTB, baru dua legislator yang secara terbuka tercatat mengembalikan uang kepada penyidik, yakni Marga Harun dan Ruhaiman. Keduanya mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi NTB pada Kamis, 31 Juli 2025, untuk menyerahkan sejumlah uang yang diduga terkait dengan aliran dana program pokok pikiran yang kini tengah diselidiki.

Redaksi

Rabu, 04 Maret 2026

Unila Bahas Penyempurnaan Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian DIPA BLU 2026 Lewat FGD

 

MediadinamikaGlobal.id- Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan focus group discusion (FGD) Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DIPA BLU Unila tahun 2026. Kegiatan berlangsung Selasa, 3 Maret 2026, di ruang sidang lantai dua Rektorat.

Kegiatan dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. Ia menegaskan FGD ini bertujuan mempercepat pengumuman laporan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga program yang sudah dirancang dapat segera dilaksanakan.

FGD dihadiri Kepala LPPM Unila Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Sekretaris LPPM Unila Dr. Suparman Arif, S.Pd., M.Pd., serta dimoderatori oleh Fajrin Satria Dwi Kesumah, S.E., M.FBE.

Dalam penyampaian materi, Dr. Dikpride Despa menjelaskan skema penelitian tahun anggaran 2026, meliputi penelitian dasar, terapan, pascasarjana, professorship, guru besar, pra-startup, dan startup. Adapun skema pengabdian kepada masyarakat mencakup PKMU, PKM Desa Binaan, serta PKM Diseminasi Hasil Riset.

Tema penelitian dan pengabdian tahun anggaran 2026 ditetapkan sebagai “Inovasi Berbasis Riset dan Kolaborasi untuk Mewujudkan Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat.”

Lebih lanjut, ia menyampaikan pengumuman sekaligus penetapan penerima hibah penelitian dan PKM DIPA BLU Unila akan dilakukan pada bulan Maret ini, sementara seminar hasil PKM direncanakan berlangsung pada Oktober.

Melalui FGD ini, diharapkan buku panduan yang disusun dapat menjadi acuan komprehensif dan implementatif dalam mendukung pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Unila sepanjang tahun 2026.(Umar.MDG)

Jumat, 20 Februari 2026

Gubernur NTB Mutasi 392 Pejabat Eselon III dan IV OPD Lingkup Pemprov NTB, Tekankan Komitmen dan Kaderisasi Birokrasi


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat Eselon III dan Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pelantikan berlangsung di Aula Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/2/2026), sebagai bagian dari langkah penataan organisasi dan penguatan kinerja birokrasi.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTB memutasi sebanyak 392 pejabat Eselon III dan IV OPD lingkup Pemprov NTB. Rinciannya, 147 pejabat Eselon III dan 245 pejabat Eselon IV. Mutasi sekaligus pengambilan sumpah/janji jabatan ini turut dihadiri pejabat Eselon I, II, serta ratusan pejabat administrator dan pengawas. Para pejabat yang dilantik ditargetkan mulai menjalankan tugas pada Senin (23/2/2026) mendatang. 

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya komitmen, integritas, serta penguatan sistem karier berjenjang dalam birokrasi.

Gubernur menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari proses penataan organisasi menyusul perampingan struktur sesuai arahan pemerintah pusat. Konsekuensinya, sejumlah jabatan struktural mengalami penghapusan sehingga terjadi penyesuaian posisi di berbagai OPD.

“Rotasi dan mutasi adalah hal yang biasa dalam birokrasi. Yang terpenting adalah komitmen terhadap sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari proses seleksi, Pemprov NTB telah melaksanakan mekanisme uji kompetensi (beauty contest) guna memetakan potensi aparatur secara lebih objektif. Gubernur menjelaskan bahwa hasil uji kompetensi, profil kepegawaian, serta catatan inspektorat menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Ia menekankan, bahwa jabatan Eselon III memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan, sekaligus menjadi tahapan penting menuju jabatan Eselon II. Oleh karena itu, pejabat Eselon III dipandang sebagai calon pemimpin masa depan di lingkungan Pemprov NTB.

“Saya ingin sistem karier berjenjang berjalan dengan baik. Harapannya, suatu saat pejabat Eselon II di setiap OPD berasal dari kader terbaik Eselon III di OPD tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Eselon IV disebut sebagai jabatan kaderisasi awal. Gubernur menitipkan kepada para pejabat Eselon III untuk membina dan mengembangkan pejabat Eselon IV sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB juga akan lebih mendorong penguatan jabatan fungsional. Sistem kerja akan disesuaikan agar jabatan fungsional semakin menarik dan memberikan ruang pengembangan karier yang lebih luas bagi ASN.

Dalam penutup sambutannya, Gubernur memberikan pesan moral kepada seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan hati, namun tidak memasukkan persoalan pekerjaan ke dalam hati. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak mungkin dapat menyenangkan semua pihak.

“Jika dihadapkan pada pilihan antara kemampuan intelektual dan komitmen, pilihlah komitmen. Kemampuan bisa dibangun, tetapi komitmen lahir dari integritas dan niat yang bersih,” pesannya.

Gubernur juga mengingatkan agar para ASN tidak menggantungkan karier kepada siapa pun, melainkan membangun kepercayaan diri, bekerja dengan kinerja terbaik, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme aparatur, dan percepatan kinerja pelayanan publik di Provinsi NTB.

Redaksi ||

Teluk Ekas Ditetapkan sebagai Pusat Riset Rumput Laut Dunia, Pemprov NTB Sambut Positif Hadirnya ITSRC


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Pemerintah Pusat menetapkan Teluk Ekas, Lombok Timur, sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) atau Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia, sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ekonomi pesisir dan hilirisasi sektor kelautan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan ITSRC di Teluk Ekas menjadi fondasi awal membangun ekosistem riset bertaraf global sekaligus mendorong transformasi ekonomi pesisir berbasis ilmu pengetahuan.

Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global. Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri. Karena itu, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional, termasuk kerja sama dengan University of California, Berkeley, serta Beijing Genomics Institute (BGI) dari Tiongkok. BGI berkomitmen mendukung pendanaan sekitar Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahap awal.

Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan ITSRC, antara lain gedung penelitian, asrama peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya. Secara ekologis, Teluk Ekas dinilai ideal sebagai living laboratory karena memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung dengan sirkulasi air yang baik. Kawasan ini juga potensial untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Kappaphycus, Caulerpa, Ulva, dan Halymenia.

Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif kehadiran ITSRC di Teluk Ekas. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menyampaikan apresiasi atas hadirnya pusat riset bertaraf internasional tersebut, yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik budidaya rumput laut, khususnya kelangkaan bibit unggul.

“Pemprov NTB sangat mengapresiasi kehadiran laboratorium rumput laut ini. Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas. Dengan adanya ITSRC, kami berharap masalah tersebut bisa teratasi. Ke depan, pusat riset ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pengembangan rumput laut di NTB,” ujarnya.

Ia menambahkan, NTB memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut nasional. Karena itu, kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC diyakini akan mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari penguatan riset dan pengabdian berbasis potensi daerah, Universitas Mataram turut berperan dalam pengembangan ITSRC Ekas Buana Lombok Timur. ITSRC akan dikembangkan sebagai pusat riset rumput laut bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan para peneliti dunia, dilengkapi laboratorium, sarana riset, hingga dukungan kapal penelitian.

Selain pusat riset rumput laut, Universitas Mataram juga membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis, agar masyarakat pesisir—khususnya di Lombok Timur—dapat memperoleh akses layanan medis yang lebih dekat dan berkualitas.

Melalui kehadiran ITSRC, Pemprov NTB optimistis Teluk Ekas akan berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Redaksi ||