RSUD Bima dan Oknum Nakes Akan segera Dipolisikan - Media Dinamika Global

Kamis, 16 Juli 2026

RSUD Bima dan Oknum Nakes Akan segera Dipolisikan


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Munir, orangtua korban yang meninggal ditengah jalan menuju rumah sakit Mataram secara tegas menyatakan akan menempuh jalur hukum. RSUD Bima dan Oknum Nakes akan segera dipolisikan. 

Kasusnya jelas. Mulai dari penanganan yang tidak sesuai SOP rumah sakit hingga pada kelalaian penanganan yang menyebabkan korban meninggal ditengah jalan. 

Direktur RSUD Bima harus bertanggung jawab. Korban yang semula bisa bicara, melihat dan mendengar tiba-tiba meninggal karena kehabisan oksigen ditengah jalan. Ini yang membuat orang tua dan keluarga korban kecewa dengan penanganan medis RSUD BIMA ini.

"Andai saja anak saya mati dalam keadaan oksigen masih ada, saya gak kecewa, saya gak emosi. Kalau beginikan artinya pihak RSUD Bima sengaja membunuh anak saya,". Sesal Munir.

Mestinya kata Munir, pihak RSUD Bima secara jelas memperhitungkan-mengukur berapa banyak Oksigen yang disediakan atau dibawa dengan jarak tempuh menuju rumah sakit Mataram. Diduga oksigen yang disediakan RSUD Bima justru Oksigen sisa pemakaian dari pasien lain. 

Itu yang tidak bisa diterima oleh orang tua dan keluarga korban. Ditambah perlakuan oknum nakes terhadap anak mereka selama perjalanan menuju RS Mataram yang tidak bekerja sesuai koridornya.

Peristiwa ini tidak bisa dibenarkan. Ini kasus murni kelalaian RSUD Bima. Soal nyawa manusia. Antara hidup dan mati. Terlepas ini adalah takdir. 

"Lihat saja, RSUD Bima dan Oknum Nakes itu akan segera saya laporkan. Ini peristiwa tidak boleh dibiarkan. Cukup anak saya saja, jangan ada lagi anak yang lain yang menjadi korban. Tunggu saja," tegas Munir.

Pemerintah Kabupaten Bima, DPRD Kabupaten Bima, panggil dan adili direktur RSUD Bima. Kasus semacam ini sering kali terjadi. Pecat dan penjarakan mereka. Berhenti berdalih "ini takdir" padahal kasus seperti ini murni kelalaian. Sekali lagi, ini tidak boleh dibiarkan, tutup Bang Munir.(Sekjend MDG)

Comments