Sanggar, Media Dinamika Global.id.-- Tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Bima Kota, Sat Polairud Polres Bima, Basarnas Bima, KSOP Pelabuhan Laut Bima, serta instansi terkait lainnya berhasil mengevakuasi 44 penumpang Kapal Layar Motor (KLM) ARMADA MULYA yang mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Sanggar, Jumat (17/7/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat Sat Polairud Polres Bima Kota menerima laporan dari pemilik kapal terkait insiden tenggelamnya KLM ARMADA MULYA di Selat Sanggar. Kapal diketahui berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Lombok, menuju Labuan Bajo.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan nahkoda kapal, Muhammad Basir (51), warga Pulau Balobaloang, Kecamatan Sapuka, Kabupaten Pangkep, kejadian bermula sekitar pukul 19.00 Wita ketika kapal melintasi perairan Teluk Sanggar.
"Gelombang besar dari arah utara menghantam kapal sehingga menyebabkan lambung kiri bagian depan dan belakang mengalami kerusakan serta bocor. Air kemudian masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tenggelam. Nahkoda segera menginstruksikan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) untuk mengenakan jaket pelampung dan naik ke sekoci penyelamat," jelas Kapolres.
Selanjutnya, pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Bima Kota, Sat Polairud Polres Bima, Syahbandar, Distrik Navigasi, dan Basarnas Bima bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses penyelamatan.
Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Kapal Perintis Amukti Palapa untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Laut Bima.
sebanyak 44 penumpang KLM ARMADA MULYA tiba di Pelabuhan Laut Bima terdiri dari delapan Anak Buah Kapal (ABK) dan 36 penumpang, Dari total jumlah tersebut, 15 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 29 orang Warga Negara Asing (WNA) semuanya langsung diarahkan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bima guna menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Namun, seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi penumpang kapal mengalami luka-luka ringan sehingga harus dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara penumpang WNA lainnya selanjutnya diarahkan menuju hotel untuk beristirahat setelah proses evakuasi selesai.
Kapolres Bima Kota mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut sehingga seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Keberhasilan proses evakuasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Polri, Basarnas, KSOP, Syahbandar, Distrik Navigasi, serta seluruh unsur terkait dan seluruh penumpang berhasil diselamatkan.
Polres Bima Kota mengimbau kepada seluruh operator maupun pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan pelayaran serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.(Sekjend MDG)


