![]() |
| Ilustrasi, (Al) |
Mataram, Media Dinamika Global - Keberadaan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AA yang juga merupakan suami anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) serta menjabat sebagai pengurus GP Ansor NTB menjadi sorotan publik setelah dikabarkan berada di salah satu tempat hiburan malam di Hotel Lombok Plaza, Kota Mataram, saat berlangsung operasi aparat keamanan.
Peristiwa tersebut memicu perhatian masyarakat dan mendapat tanggapan dari kalangan aktivis di NTB. Mereka menilai keberadaan seorang ASN di lokasi hiburan malam, terlebih saat razia berlangsung, patut mendapat penjelasan terbuka kepada publik.
Salah seorang aktivis NTB mengatakan, persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan ada atau tidaknya pelanggaran hukum, melainkan juga menyangkut etika dan kepatutan seorang aparatur negara yang menjadi representasi pemerintah di tengah masyarakat.
"Yang dipertanyakan masyarakat bukan hanya ada atau tidaknya pelanggaran hukum, tetapi juga soal etika dan kepantasan seorang ASN berada di lokasi seperti itu saat razia berlangsung," ujarnya, enggan menyebut nama, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah institusi pemerintah. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat perlu dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.
Aktivis tersebut juga mendesak Gubernur NTB untuk segera memanggil dan meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan guna menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
"Ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah daerah apabila tidak ada penjelasan yang jelas dan terbuka," tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun aparat mengenai hasil operasi yang dilakukan pada malam tersebut. Kondisi itu, menurutnya, membuat berbagai pertanyaan terus berkembang di tengah masyarakat.
Menanggapi polemik tersebut, AA membantah berbagai dugaan yang berkembang. Ia menjelaskan bahwa dirinya berada di lokasi karaoke untuk menemani tamu dari Jakarta yang menginap di hotel tersebut. Menurutnya, mereka masuk ke ruang karaoke bersama dan tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum.
AA juga menegaskan dirinya tidak dikenakan tindakan apa pun saat operasi berlangsung.
"Alhamdulillah karena tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum, saya tidak dilakukan penindakan oleh aparat," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat terkait hasil operasi yang berlangsung di lokasi tersebut.
Redaksi |
