DRAMA PENIPUAN JUAL BELI MOBIL DI MEDIA SOSIAL: Penjual & Pembeli Sama-sama Jadi Korban, Uang Rp35 Juta Raib Ditangan Orang Tak Dikenal! - Media Dinamika Global

Senin, 01 Juni 2026

DRAMA PENIPUAN JUAL BELI MOBIL DI MEDIA SOSIAL: Penjual & Pembeli Sama-sama Jadi Korban, Uang Rp35 Juta Raib Ditangan Orang Tak Dikenal!


Media Dinamika Global BIMA 2 juni 2026– Dunia jual beli daring kembali menyisakan kisah pilu sekaligus mengejutkan. Sebuah transaksi jual beli mobil truk yang semula berjalan biasa, berubah menjadi kasus penipuan yang menelan korban ganda. Bukan hanya pembeli yang kehilangan uang, pemilik asli kendaraan pun kini harus menanggung beban berat akibat ulah seorang oknum yang lihai memutarbalikkan fakta.


Kasus bermula dari sebuah unggahan di media sosial Facebook. Seorang warga asal Kabupaten Dompu yang berdomisili di Sila, bernama Ali, memposting satu unit mobil truk miliknya untuk ditawarkan kepada pembeli. Niat tulus Ali menjual kendaraannya justru dimanfaatkan oleh pelaku bernama Hendra, sosok yang kini keberadaannya tak diketahui.

Hendra dengan licik mendekati Ali dan mengaku memiliki calon pembeli yang merupakan iparnya sendiri yang tinggal di Kota Bima. Calon pembeli yang dimaksud adalah Sariman, warga asal Desa Mangge, Kecamatan Matalambu.

Permainan licik Hendra tak berhenti di situ. Ia memberikan instruksi yang menyesatkan kepada Ali. Hendra memaksa Ali untuk berbohong dan mengakui kepada Sariman bahwa mobil truk yang dijual itu bukan milik Ali, melainkan milik Hendra. Tanpa sadar terjebak dalam jebakan, Ali pun menuruti perkataan Hendra saat berkomunikasi dengan Sariman.

Akibat pengakuan keliru yang disampaikan Ali atas arahan Hendra, Sariman sepenuhnya percaya. Menganggap Hendra sebagai pemilik sah sekaligus pihak yang berhak menerima pembayaran, Sariman pun mentransfer uang sebesar Rp35.000.000 langsung ke rekening Hendra.

Begitu uang masuk, Hendra langsung menghilang bak ditelan bumi. Alamat yang diberikan ternyata palsu dan keberadaannya kini sulit dilacak. Baru kemudian Ali dan Sariman tersadar bahwa keduanya telah menjadi korban rekayasa jahat yang dirancang Hendra.

Menanggung rasa bersalah mendalam karena telah memberikan keterangan yang menyesatkan, Ali akhirnya berbesar hati dan berjanji mengganti seluruh uang yang telah ditransfer oleh Sariman. Namun karena saat ini Ali belum memiliki dana tunai sebesar itu, ia mengambil keputusan berat.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan jaminan, mobil truk yang menjadi sumber masalah itu kini telah diserahkan dan dititipkan untuk diamankan di Polsek Rasanae Barat, menunggu proses hukum selanjutnya dan hingga pelaku utama berhasil ditemukan.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit: hati-hatilah dalam setiap transaksi jual beli, terutama yang dilakukan melalui media sosial. Kejujuran dan kejelasan identitas adalah modal utama agar tidak terjebak dalam perangkap penipuan yang merugikan!

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran guna menemukan keberadaan Hendra agar pertanggungjawaban hukum dapat segera dilaksanakan. 

(Laporan: Tim Redaksi) E H. PEN MDG

Comments