Bongkar Bandar Kalimat yang Sering di Sampaikan Oleh Bang Taufan Abadi SH. MH - Media Dinamika Global

Selasa, 30 Juni 2026

Bongkar Bandar Kalimat yang Sering di Sampaikan Oleh Bang Taufan Abadi SH. MH


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sejak awal saya muncul di ruang publik dengan gerakan #bongkarbandar, Kalimat ini berulang kali disampaikan oleh Bang Taufan Abadi, S.H., M.H. Meski beliau akhirnya mendapatkan imbas yang cukup besar karena memilih mendukung gerakan yang saya lakukan, namun beliau sampai detik ini tidak berubah. Padahal kalkulasi keuntungan mendukung saya tidaklah ada. Yang ada beliau banyak mendapatkan masalah dilingkungan kerja, dan aktivitasnya banyak tersendat karena konsisten dengan narasi dukungannya selama ini terhadap saya. 

Dan semakin saya renungkan, semakin saya memahami maksudnya. Karena memang sejak awal, perjalanan ini tidak pernah dibangun untuk membesarkan satu nama. Tapi dibangun dari kegelisahan melihat terlalu banyak orang memilih diam. 

Badai NTB hanyalah sebuah pemicu. Sebuah tanda tanya yang sengaja dilempar ke ruang publik agar masyarakat kembali bertanya: apakah keadilan masih mungkin diperjuangkan bersama?

Sebagian seorang akademisi hukum UNRAM, Bang Taufan juga tidak pernah menutup mata. Beliau berulang kali mengingatkan bahwa metode yang saya gunakan selama ini menuai kontroversi dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Itu adalah kenyataan yang harus saya hadapi. Saya menerima bahwa setiap pilihan memiliki risiko. Dan saya memilih untuk bertanggung jawab atas pilihan itu melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Tetapi di balik semua itu, ada satu hal yang menurut beliau jauh lebih besar daripada perkara yang sedang saya jalani. Yaitu harapan masyarakat. Harapan agar suara rakyat tidak padam. Harapan agar keberanian untuk menyuarakan keresahan tidak hilang hanya karena seseorang harus menghadapi proses hukum. Karena apabila setiap orang memilih diam akibat takut pada risiko, maka yang pertama kali kalah bukanlah satu orang bernama Badai. Yang kalah adalah keberanian masyarakat untuk peduli.

Hari ini, saya akan berdiri di ruang sidang. Sebagai terdakwa. Tetapi di luar ruang sidang itu, saya berharap tetap ada masyarakat yang berani bertanya, berani mengawasi, dan berani berharap agar hukum bekerja secara adil bagi siapa pun. Sebab pada akhirnya, perjalanan ini bukan tentang mempertahankan nama. Melainkan tentang menjaga agar harapan akan keadilan tetap hidup di tengah masyarakat.

Terima kasih, Bang Taufan Abadi, S.H., M.H., atas setiap nasihat, kritik, serta kebersamaan yang selama ini diberikan kepada saya. Karena seorang sahabat dan sebagai seorang guru sejati bukanlah yang selalu membenarkan langkah kita, melainkan yang mengingatkan risikonya, lalu tetap memilih berjalan bersama ketika risiko itu benar-benar datang.(Sekjend MDG)

Comments