Pekon Waypanas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Diresakan Oleh Satwa Binatang Buas Camang - Media Dinamika Global

Jumat, 01 Mei 2026

Pekon Waypanas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Diresakan Oleh Satwa Binatang Buas Camang


 

Tanggamus, MediaDinamikaGlobal.id Langit pagi di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, yang semestinya membawa harapan, justru berubah menjadi bayang-bayang kecemasan. Pada Jumat (1/5/2026), ketenangan warga terusik oleh kemunculan seekor satwa buas yang dikenal masyarakat dengan sebutan “camang”, yang tiba-tiba menyerang dan melukai seorang warga.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, nyaris tanpa jeda bagi siapa pun untuk bersiap. Seorang ibu yang tengah berjalan menuju kediaman saudaranya, bersama beberapa rekannya, mendadak dihadang oleh kemunculan binatang buas tersebut. 

Dalam kepanikan, mereka berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, sang ibu tak sempat menghindar sepenuhnya gigitan hewan itu mendarat, meninggalkan luka dan trauma yang mendalam.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Siring Betik untuk mendapatkan penanganan medis. Di sisi lain, suasana pekon berubah mencekam. Warga diliputi ketakutan—anak-anak ditarik masuk ke dalam rumah, aktivitas ladang terhenti, dan bisik-bisik cemas menyelimuti setiap sudut kampung.

“Kami tidak tahu harus melapor ke mana. Takut kalau hewan itu muncul lagi,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh kegelisahan.

Di tengah kepanikan itu, secercah harapan datang. Warga berinisiatif menghubungi Pak Babinsa Wonosobo, sertu iryadi. 

Langkah sigap ini menjadi penopang harapan bagi masyarakat Way Panas. Sosok sertu iryadi dinilai hadir bukan sekadar sebagai aparat, tetapi sebagai pelindung yang siap turun tangan kapan pun dibutuhkan.

“Kami berharap ada tindakan cepat agar warga bisa kembali tenang. Jangan sampai ada korban berikutnya,” harap warga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa batas antara alam liar dan permukiman kian menipis. Ketika habitat satwa terganggu, manusia sering kali menjadi pihak yang harus menanggung risikonya.

Kini, masyarakat Way Panas hanya bisa menanti menunggu langkah konkret dari pihak berwenang, sembari berharap rasa aman segera kembali menyelimuti pekon yang mereka cintai.(Umar.MDG)
Comments