BIMA, Media Dinamika Global.id.– Ada yang berbeda dari dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Uma Lengge, Kecamatan Wawo, hari ini. Di saat banyak pihak meragukan efisiensi anggaran program makan siang, unit layanan di bawah komando Arya Anang Putra Manggali, S.T., justru membuat kejutan besar dengan menyajikan menu yang dinilai “melampaui kelasnya”.
Pada Senin (20/04/26), SPPG Uma Lengge membuktikan bahwa batasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan kualitas premium bagi anak sekolah hingga ibu hamil di Kabupaten Bima.
Pengamat program di lapangan dibuat terperangah dengan komposisi gizi yang disajikan hari ini. Secara kasat mata, kualitas bahan dan variasi menu yang mendarat di meja penerima manfaat diprediksi memiliki nilai ekonomi jauh di atas standar operasional rata-rata jika dibandingkan dengan harga di wilayah perkotaan.
Kepala KSPPG Uma Lengge, Arya Anang Putra Manggali, S.T., merinci lima komposisi “menu kejutan” hari ini yang sukses menggugah selera sekaligus memenuhi standar kesehatan tinggi:
Nasi Kuning (Sumber karbohidrat dengan aroma rempah alami)
Ayam Bakar Kecap (Protein hewani berkualitas dengan pengolahan sehat)
Jeruk Sunkist (Buah premium kaya Vitamin C)
Kerupuk (Pelengkap tekstur sajian)
Lalapan dan Sambal (Serat alami dan penambah nafsu makan)
Kejutan ini bukan tanpa perhitungan. Mutmainah, S.Tr.Gz., selaku Kepala Bagian Gizi, menegaskan bahwa setiap butir nasi dan potongan ayam yang disajikan telah melalui audit nutrisi yang ketat. Menu ini dirancang sebagai bom energi bagi generasi muda Wawo untuk memerangi stunting secara total.
Dari sisi akuntabilitas, transparansi menjadi kunci utama. Muhamad Giazqa Reyvaldi, S.Ak., selaku Kepala Akuntan, memastikan bahwa efisiensi manajemenlah yang memungkinkan menu “mewah” ini bisa terwujud tanpa menguras kantong negara secara berlebihan. Distribusi dipastikan tepat sasaran dan tercatat hingga ke satuan terkecil.
Keberhasilan Wawo mendobrak ekspektasi ini tidak lepas dari pengawasan tangan dingin H. Syafrudin, S.T. (Rudi Mbojo). Konsistensinya dalam memantau implementasi lapangan memastikan tidak ada celah bagi penurunan kualitas.
Semangat ini juga diperkuat oleh kolaborasi lintas sektor bersama tokoh lokal seperti H. Kasnun (Pemilik MBG Maria 3), yang membuktikan bahwa kepedulian sosial mampu meningkatkan standar pelayanan publik.
Dengan inovasi menu yang terus berkembang setiap harinya, SPPG Uma Lengge kini menjadi standar baru di Kabupaten Bima—membuktikan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata dalam mencetak SDM unggul.(Redaksi Sekjend MDG)
