Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kabar membanggakan datang dari festival sekolah damai. Seorang siswa siswi SDN 2 suntu kota bima, berhasil meraih Juara dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Inggris yang digelar oleh Yayasan alamtara litera Indonesia bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) kota bima, dan Balai Bahasa kota bima.
Kompetisi yang mengangkat tema “Kata Kita untuk Gaza” ini berlangsung pada 14 Februari 2025 di ule kecamatan Asakota kota bima. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan empati dan dukungan terhadap rakyat Palestina, khususnya di wilayah Gaza, melalui pidato yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.
Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan siswa siswi SDN 2 suntu kota bima, tampil memukau dengan penyampaian yang lugas, emosional, dan fasih dalam tiga bahasa, sehingga berhasil menarik perhatian dewan juri dan menyisihkan para peserta dari berbagai perguruan tinggi yang turut berpartisipasi.
Pengumuman pemenang dilakukan pada hari yang sama setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan mereka. Dalam suasana yang penuh semangat solidaritas, keberhasilan keberhasilan Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan menjadi sorotan sebagai bukti bahwa siswa siswi SDN 2 suntu mampu mengangkat isu-isu kemanusiaan ke panggung publik melalui kompetensi akademik dan keterampilan komunikasi.
Ketua Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
Yayasan Alamtara Litera Indonesia Hasil Lomba Pidato Bahasa Inggris Festival Sekolah Damai Kota Bima
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kabar membanggakan datang dari festival sekolah damai. Seorang siswa siswi SDN 2 suntu kota bima, berhasil meraih Juara dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Inggris yang digelar oleh Yayasan alamtara litera Indonesia bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) kota bima, dan Balai Bahasa kota bima.
Kompetisi yang mengangkat tema “Kata Kita untuk Gaza” ini berlangsung pada 14 Februari 2025 di ule kecamatan Asakota kota bima. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan empati dan dukungan terhadap rakyat Palestina, khususnya di wilayah Gaza, melalui pidato yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.
Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan siswa siswi SDN 2 suntu kota bima, tampil memukau dengan penyampaian yang lugas, emosional, dan fasih dalam tiga bahasa, sehingga berhasil menarik perhatian dewan juri dan menyisihkan para peserta dari berbagai perguruan tinggi yang turut berpartisipasi.
Pengumuman pemenang dilakukan pada hari yang sama setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan mereka. Dalam suasana yang penuh semangat solidaritas, keberhasilan keberhasilan Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan menjadi sorotan sebagai bukti bahwa siswa siswi SDN 2 suntu mampu mengangkat isu-isu kemanusiaan ke panggung publik melalui kompetensi akademik dan keterampilan komunikasi.
Ketua Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
"Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jurusan bahasa Inggris. Prestasi Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di panggung Festival nasional maupun internasional," ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen edukatif dan inspiratif bagi peserta dan audiens untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan global, serta memperkuat keterampilan berbahasa sebagai alat perjuangan moral.(Sekjend MDG)
"Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jurusan bahasa Inggris. Prestasi Vanessa Azahra Zega dan M. Rizalul FurQan menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di panggung Festival nasional maupun internasional," ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen edukatif dan inspiratif bagi peserta dan audiens untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan global, serta memperkuat keterampilan berbahasa sebagai alat perjuangan moral.(Sekjend MDG)
