Dompu, Media Dinamika Global.id.– Nama Nadira Ramayanti menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul isu yang mengaitkan dirinya dengan Bupati Dompu dalam konteks hubungan pribadi. Isu tersebut viral di sejumlah platform, khususnya Facebook, dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Nadira akhirnya angkat bicara melalui sebuah press release yang disampaikan kepada sejumlah media pada Rabu (11/3/2026). Dalam keterangannya, Nadira menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. “Saya merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait berbagai informasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Nadira menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah menjalani proses perceraian dengan suaminya melalui Pengadilan Agama Mataram. Ia menyebut sejak November 2025 dirinya dan suami sudah hidup terpisah serta tidak lagi tinggal bersama.
Ia juga mengakui sempat melakukan komunikasi dengan pihak dari tim Bupati Dompu pada Februari 2026 yang kemudian berlanjut melalui aplikasi WhatsApp. Namun menurutnya, komunikasi tersebut hanya berkaitan dengan penyampaian beberapa pandangan mengenai dinamika yang berkembang di masyarakat. “Komunikasi tersebut merupakan hal yang wajar antara masyarakat dengan kepala daerah dan tidak memiliki maksud atau tujuan lain,” jelasnya.
Nadira menegaskan bahwa komunikasi yang terjadi juga tidak pernah mengarah pada hubungan pribadi maupun hubungan khusus seperti yang dituduhkan oleh sejumlah pihak di media sosial. Ia bahkan memastikan bahwa tidak pernah ada rencana pertemuan pribadi dengan Bupati Dompu sebagaimana yang ramai dibicarakan.
“Terkait isu hubungan khusus maupun rencana pertemuan pribadi antara saya dengan Bapak Bupati Dompu, saya tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi,” tegasnya. Nadira menilai berbagai narasi yang berkembang di media sosial telah merugikan dirinya secara pribadi serta berdampak pada keluarga.
Melalui klarifikasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum tentu kebenarannya. “Klarifikasi ini saya sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tutupnya. (Sekjend MDG)
