Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan – Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Front Marhaenisme Halmahera Selatan menggelar aksi terbuka untuk menyoroti polemik lahan yang belakangan berkembang di wilayah Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Aksi tersebut diwarnai dengan orasi dan
pembentangan spanduk berisi tuntutan kepada aparat penegak hukum.Front Marhaenisme yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menilai polemik lahan yang berkembang saat ini berpotensi memicu konflik sosial jika terus dibiarkan tanpa kejelasan.
Dalam tuntutannya, mereka secara tegas meminta agar tidak ada pihak manapun yang memprovokasi warga, khususnya masyarakat Soligi dan Kawasi, yang dapat memecah belah keharmonisan sosial di wilayah tersebut.Hal ini Disampaikan Langsung Ketua Bidang DPP GMNI Sumitro H Komdan.
Selain itu, Orasi yang disampaikan Oleh Ketua GMNI Hasbi Umsohi Pada Bobotan Orasinya
Front Marhaenisme mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum atau kelompok yang mengatasnamakan rakyat namun dinilai justru menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.
Mereka juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai belum mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan polemik tersebut.
"Lanjut Hasbin Front Marhaenisme meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera memanggil pihak-pihak yang disebut dalam persoalan lahan baik Arifin Saroa Dan Alimusu La Damili Untuk Melakukan Klarifikasi Terbuka Dalam Hal status Kepemilikan terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan bahwa isu lahan tidak boleh dijadikan alat provokasi atau kepentingan kelompok tertentu yang berpotensi memperkeruh situasi sosial masyarakat.
Front Marhaenisme juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang tanpa dasar yang jelas. Mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan masyarakat di wilayah Obi.
Melalui aksi tersebut, Front Marhaenisme Halmahera Selatan berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera bertindak tegas,Memanggil Arifin Saroa Dan Alimusu La Damili sehingga polemik yang berkembang tidak berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.
Tim.MDG////
