Bima, Media Dinamika Global.id.-- Ketua DPK PPNI STIKES Yahya Bima angkat bicara menanggapi pernyataan salah satu pejabat kepala daerah di media sosial yang dinilai melabeli profesi perawat dengan kata-kata negatif di ruang publik. Pernyataan tersebut dianggap melukai martabat jutaan perawat di seluruh Indonesia yang setiap hari berdiri di garis depan pelayanan kesehatan. Dalam keterangannya kepada media, Ketua DPK PPNI STIKES Yahya Bima menegaskan bahwa kritik terhadap pelayanan kesehatan sah-sah saja, namun tidak boleh dilakukan dengan cara menyudutkan profesi tertentu secara umum.
Jangan terlalu mudah menuntut profesionalitas perawat jika negara sendiri belum sepenuhnya profesional dalam memperlakukan profesi ini. Profesionalitas itu harus dua arah. Negara profesional, sistemnya profesional, barulah tenaga kesehatan bisa bekerja optimal,” tegasnya
Ia menilai, kepala daerah seharusnya fokus mencari solusi dan terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan serta kesejahteraan tenaga kesehatan, bukan justru sibuk menyoroti kekurangan profesi yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik. “Perawat itu melayani masyarakat 24 jam. Mereka hadir saat orang lahir, sakit, hingga menghadapi kondisi kritis. Kepala daerah mestinya berpikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan, memperbaiki sistem kerja, dan mengurangi beban administratif yang tidak perlu, bukan malah memberi label negatif di muka umum,” ujarnya.
Menurutnya, pernyataan pejabat tersebut tidak hanya menyakiti perawat di daerah, tetapi juga melukai jutaan perawat di seluruh Indonesia yang telah mengabdikan diri dengan penuh risiko, termasuk saat pandemi dan situasi darurat lainnya.(Sekjend MDG)
