Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Suasana masjid-masjid di Kota Bima selama Ramadan 1447 Hijriah terasa lebih hidup. Setiap malam, jamaah tidak hanya melaksanakan salat tarawih, tetapi juga mendapatkan siraman rohani dari para akademisi yang turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka adalah para dosen Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) yang menjalankan program Safari Ramadan sejak hari pertama puasa hingga memasuki pertengahan bulan suci.
Program Safari Ramadan ini menjangkau sejumlah masjid di berbagai wilayah Kota Bima. Para dosen hadir secara bergiliran menyampaikan tausiyah, kultum, hingga dialog keagamaan bersama jamaah setelah salat tarawih. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri karena materi ceramah tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga edukatif dan kontekstual dengan kehidupan masyarakat.
Di beberapa masjid, jamaah tampak bertahan lebih lama setelah ibadah selesai. Diskusi ringan seputar keluarga, pendidikan anak, hingga tantangan moral di era digital menjadi topik yang sering dibahas. Interaksi hangat antara dosen dan masyarakat menciptakan suasana dakwah yang cair dan membumi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Safari Ramadan merupakan bagian dari pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus penguatan nilai religius di bulan suci.
“Kegiatan Safari Ramadan ini merupakan rangkaian pengabdian Universitas Muhammadiyah Bima dalam rangka merekatkan hubungan dengan masyarakat Kota Bima, khususnya dalam penguatan nilai-nilai religius di bulan suci Ramadan. Kami menurunkan para ustaz terbaik yang memberikan ceramah dan pemahaman keagamaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kampus tidak boleh terpisah dari realitas sosial masyarakat. Karena itu, Ramadan menjadi momentum strategis bagi perguruan tinggi untuk hadir langsung memberi manfaat nyata melalui dakwah dan edukasi keagamaan
visi religius Universitas Muhammadiyah Bima. Safari Ramadan adalah bagian dari usaha kampus dalam mencerahkan umat melalui dakwah yang edukatif dan membangun kesadaran keagamaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep dakwah yang dibawa para dosen menekankan pendekatan humanis dan dialogis, sehingga jamaah tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran keagamaan.
Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Bima berharap masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga ruang pencerahan intelektual dan sosial. Safari Ramadan pun menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan masyarakat mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan sekaligus mencerahkan umat di bulan penuh berkah.(Sekjend MDG)
