RSUD Sondosia Gelar Tata Laksana Kegawatdaruratan Pada Neonatus dan Anak Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terbatas - Media Dinamika Global

Senin, 09 Februari 2026

RSUD Sondosia Gelar Tata Laksana Kegawatdaruratan Pada Neonatus dan Anak Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terbatas


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.//Komitmen RSUD Sondosia dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan kompeten kembali dibuktikan. Pada 11–13 Februari 2026, RSUD Sondosia akan menggelar Workshop NICU–PICU (Neonatal Intensive Care Unit – Pediatric Intensive Care Unit), sebuah kegiatan strategis yang dirancang untuk memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi paling kritis pada bayi dan anak. Demikian dikatakan Direktur RSUD Sondosia Dr Firman MPH, pada Selasa (10/2)

Diterangkannya, bahwa aula utama RSUD Sondosia telah dipersiapkan secara optimal sebagai lokasi kegiatan. Kenyamanan ruang, dukungan sistem audio-visual yang memadai, serta jaringan internet (WiFi) yang stabil disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran. Lebih dari itu, workshop ini dirancang sebagai pelatihan berbasis praktik nyata. Berbagai alat peraga klinis seperti CPAP, ventilator, manekin, dan phantom disiapkan agar peserta dapat langsung berlatih dan mensimulasikan penanganan kasus NICU–PICU secara komprehensif.

Direktur RSUD Sondosia, didampingi seluruh jajaran manajemen, saat melakukan pengecekan akhir persiapan menegaskan bahwa penyiapan SDM merupakan faktor kunci mutu pelayanan rumah sakit, khususnya pada layanan intensif.

Direktur RSUD Sondosia, didampingi seluruh jajaran manajemen, saat melakukan pengecekan akhir persiapan menegaskan bahwa penyiapan SDM merupakan faktor kunci mutu pelayanan rumah sakit, khususnya pada layanan intensif.

“Gedung dan peralatan NICU–PICU yang lengkap akan menjadi mubazir jika SDM-nya tidak memiliki keterampilan untuk memaksimalkan sarana tersebut. Dalam kondisi kegawatdaruratan, kepanikan sangat mungkin terjadi jika tenaga kesehatan tidak terlatih dan terbiasa berlatih secara langsung,” tegasnya.

Melalui workshop ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pembaruan pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan praktis dalam penanganan pasien neonatal dan pediatrik kritis. Dengan dukungan alat dan simulasi nyata, peserta akan dilatih untuk mengambil keputusan cepat, bekerja dalam tim, dan melakukan tindakan penyelamatan secara tepat, sebagaimana situasi yang benar-benar terjadi di lapangan.

Direktur juga menyoroti pengalaman nyata RSUD Sondosia dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita memiliki dokter spesialis anak yang sangat kompeten, dengan pengalaman di rumah sakit rujukan nasional seperti RS Harapan Kita. Bahkan, kita telah beberapa kali mengaktifkan Code Blue pada bayi atau neonates, situasi yang selama ini mungkin hanya sering kita baca di buku atau disimulasikan saat akreditasi,” ungkapnya.

Code Blue merupakan kode darurat medis yang menandai kondisi henti napas dan/atau henti jantung, yang membutuhkan resusitasi segera, koordinasi tim, serta keterampilan teknis yang matang. Workshop ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap tenaga kesehatan tidak hanya tahu, tetapi juga mampu dan terampil bertindak.

Workshop NICU–PICU ini menjadi kesempatan berharga bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, dan profesionalisme dalam pelayanan intensif bayi dan anak. Saat ini, slot peserta yang tersedia hanya tersisa 6 orang, menjadikan kegiatan ini semakin eksklusif dan bernilai tinggi.

RSUD Sondosia percaya: pelatihan yang realistis dan berbasis praktik adalah fondasi utama keselamatan pasien. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari SDM yang benar-benar siap menghadapi situasi paling kritis.(Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon