Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lintas Sape–Bima, tepatnya di kawasan kaki Gunung Kabuju. Warga yang tengah melaksanakan jalan pagi usai salat Subuh mengaku sangat terganggu oleh suara letusan yang keras dan berlangsung berulang kali.
Selain kebisingan, asap yang ditimbulkan dari petasan dan meriam kaleng turut mengganggu kenyamanan masyarakat serta kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di hari pertama Ramadan.
Merespons situasi tersebut, warga melakukan penertiban secara mandiri. Dari hasil penertiban itu, warga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bungkus petasan dan lima meriam kaleng. Namun demikian, warga mengungkapkan masih banyak petasan dan meriam kaleng lainnya yang lolos dan tidak sempat diamankan.
Masyarakat pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) setempat untuk segera turun tangan melakukan penertiban lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terus berulang selama bulan suci Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait tindak lanjut atas keluhan masyarakat tersebut.
(Team.MDG.03)


