Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Kegiatan Mengasah Intelektual Bersama Alam (MIBA) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC) STIT Sunan Giri Bima memasuki hari ketiga, Rabu (31/12/2025). Pada kesempatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis berpengalaman, Rafi’in, S.E., yang dikenal luas dengan nama Uki Ali Syariati.
Dalam sesi tersebut, Uki Ali Syariati membawakan materi bertajuk “Media, Hoaks, dan AI: Membangun Ketahanan Informasi Generasi Digital”, yang disampaikan mulai pukul 08.00 WITA dan diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai instansi pendidikan. Materi ini menyoroti tantangan besar generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin kompleks.
Uki Ali Syariati menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuat penyebaran berita berlangsung sangat cepat, namun tidak selalu diiringi dengan proses verifikasi yang memadai. Kondisi ini menyebabkan masyarakat, khususnya generasi digital, rentan terpapar informasi keliru atau hoaks yang beredar luas di media sosial.
Sebagai contoh konkret, ia mengangkat isu yang sempat viral dan memancing reaksi netizen di jagat media sosial Bima–Dompu dalam beberapa pekan terakhir, yakni kasus hilangnya Given. Menurutnya, informasi terkait kasus tersebut menyebar dengan sangat cepat tanpa melalui proses verifikasi yang jelas. Hal ini diperparah oleh berkembangnya fitur FB Pro, yang mendorong sebagian konten kreator untuk membagikan informasi secepat mungkin demi jangkauan dan keuntungan, meskipun kebenarannya belum dapat dipastikan.
Lebih lanjut, Uki Ali Syariati juga menyinggung keterbatasan Artificial Intelligence (AI) dalam menjawab persoalan aktual. Ia mencontohkan, ketika muncul pertanyaan tentang keberadaan Given saat ini, AI tidak mampu memberikan jawaban pasti karena AI hanya bekerja berdasarkan data yang telah diinput sebelumnya. “Jika data tersebut belum ada atau belum valid, maka di situlah letak kelemahan AI,” ujarnya, sembari menegaskan pentingnya peran manusia dalam berpikir kritis dan melakukan verifikasi informasi.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan kritis. Suasana alam Kalikuma Library & EduCamp Ule, dengan pemandangan pantai dan perbukitan serta hembusan angin laut, turut menciptakan atmosfer belajar yang nyaman dan inspiratif, sehingga menjadikan pelaksanaan MIBA tahun ini tidak hanya edukatif, tetapi juga berkesan bagi seluruh peserta.(Sekjend MDG)






