Kecam Keras AS, Ketua LMND NTB Sebut Trump Maling Teriak Maling - Media Dinamika Global

Rabu, 07 Januari 2026

Kecam Keras AS, Ketua LMND NTB Sebut Trump Maling Teriak Maling


Amerika serikat, Media Dinamika Global.id.// Tindakan yang dilakukan oleh pasukan khusus AS di bawah perintah Donal Trump terhadap Venezuela sungguh menginjak-injak kedaulatan suatu bangsa dan negara, dalam hal ini penculikan melalui operasi militer AS terhadap Presiden RB-Venezuela, Nicolas Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, beberapa hari lalu.

Tak hanya menghina kedaulatan negara Venezuela dan rakyatnya, tindakan ini sangat provokatif. Ini bukan hanya menimbulkan konfrontasi antara dua negara tersebut, AS dan Venezuela, tetapi juga berbahaya terhadap keamanan dan perdamaian internasional. Serangkaian alibi dan kebohongan dibangun dan dipergunakannya oleh Trump untuk mencari-cari alasan, padahal sebenarnya ingin mencaplok kekayaan Sumber Daya Alam Venezuela.

Ini jelas secara terang-terangan merusak tatanan perdamaian masyarakat dunia, baik secara moril, maupun dari aspek hukum internasional. Sungguh tidak masuk akal menuduh Maduro secara sepihak, dengan tuduhan dalang atau tokoh kartel perdagangan dan penyelundupan Narkotika. Tanpa ada bukti yang jelas dan kuat tudingan ini dilemparkan begitu saja.

Kendati ada hakim pengadilan AS dengan Peraturan Perundang-undangannya AS, yang menjadi penentu atas tudingan terhadap Maduro, itu jelas tidak masuk Actusnya, apalagi Mens Reanya (teori hukum pidana-latin). Kalaupun menurut hakim dan hukum AS terbukti adanya, tentu tidak segamblang itu, boleh disebut hakim boneka. Ini murni politis, untuk memenuhi keserakahan AS.

Kita melihat, langkah Indonesia hari ini di bawah kepemimpinan Prabowo yang mirip-mirip seperti Bung Karno dalam memainkan politik luar negerinya (Bebas Aktif), dalam berbagai pidatonya ingin mendorong Kemandirian Nasional melalui penegakkan Pasal 33 UUD45. Mengambil pikiran Bung Karno, Trisakti sebagai jalan menuntaskan Revolusi Kemerdekaan Indonesia menuju Sosialisme Indonesia atau dengan bahasa arifnya, ialah PANCASILA.

Kami menerjemahkan Prabowo sebagai sosok yang Nasionalis Progresif. Demikian juga yang ditempuh oleh Maduro. Mendorong Kemandirian Nasional, terlebih Venezuela sebagai salah satu negara dengan saldo minyak bumi terbesar di dunia. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita Indonesia, untuk waspada akan gejolak dan dinamika internasional.

Tentunya, operasi militer AS di Venezuela bukan sebentar dipersiapkan. Artinya persiapannya sudah jauh hari dan sangat matang. Bayangkan, hanya dalam kurang dari 3 jam, AS menjemput paksa Maduro bersama istrinya. Tidak mungkin tanpa ada campur tangan orang dalam, baik itu di tubuh pemerintahan Maduro maupun masyarakat sipil Venezuela. 

Bagi kami, Trump ini Perampok teriak Perampok. Atau lumrah terdengar Maling teriak maling. Dia yang rampok, dia yang putar balik fakta. Dia yang maling, dia yang teriak maling. Dia yang mengotori, dia juga menyapu, Hakim sekaligus Kriminalis. Kaum imperialis ini, AS terutama, sangat pandai bicara HAM, jago menceramahi masyarakat dunia soal demokrasi dan kebebasan. Kali ini, Trump kehabisan akalnya untuk devens diri dalam dinamika dan perkembangan Geo Ekonomi-Politik Internasional, selain dengan cara menggerogoh paksa kebolehan dan segala yang dimiliki Venezuela.

Awal tahun 2026 ini, lensa dunia sedikit tersita dan menyorot ke Amerika Selatan, pasca terpublikasinya berita penculikan Presiden RB-Venezuela, memicu reaksi berbagai negara, Komunitas Internasional, bahkan masyarakat sipil dunia. Terutama masyarakat sipil Venezuela baik yang sedang di dalam neger maupun di luar Venezuela. Ada yang melakukan aksi solidaritas mendukung Maduro, dan tak sedikit juga yang bergembira atas penangkapan Maduro.

Pemerintah dan masyarakat Indonesia mesti berhati-hati, waspada terhadap propaganda Imperialisme-Neoliberalisme. Kaum ini memiliki banyak cara untuk merusak kedaulatan suatu negara. Melalui buzzer bayaran, NGO Internasional, Modus berwisata ke Indonesia, Modus memberi bantuan bencana, dan rekayasa lainnya untuk menjadi cukong Imperialisme.

Maka, selain kemapanan sistem pertahanan dan Pangan, kami menegaskan bahwa sangat penting Persatuan Nasional sebagai kunci menjaga kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia. AS sendiri,  tentu telah melihat ketidaksolidan (Persatuan Nasional) warga Venezuela sebagai celah atau segmen tepat dalam melakukan operasinya. Operasi militer berbarengan dengan propaganda AS terhadap sipil Venezuela untuk membenci serta mendelegitimasi kekuasaan Maduro sebagai pemimpin Venezuela, seperti yang pernah di alami Omar Kadafi di Libya, dan Saddam Hussein di Irak.

Artinya, masyarakat Indonesia harus berjibaku menjaga kedaulatan Indonesia dengan membangun dan mengokohkan Persatuan Nasional. Kita mesti identifikasi siapa saja musuh pokok rakyat. Seperti yang Presiden Prabowo sebut, Serakahnomics adalah musuh pokok rakyat. Kami menerjemahkan unsur-unsur yang terkandung dalam Kaum Serakahnomics ini. Yakni, pertama, Imperialisme-Neoliberalisme. Kedua, Oligarki, dan Ketiga, Birokrat Korup.

Terakhir, atas peristiwa penculikan Presiden RB-Venezuela, Nicolas Maduro oleh AS, kami sangat mengecam keras tindakan tersebut. Kami menolak setiap bentuk penjajahan, intervensi atau Kriminalisasi terhadap negara lain. Mendukung kedaulatan setiap negara untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Serta mendorong dialog dalam kerangka keamanan dan perdamaian internasional.(Sekjend MDG/Guru Ondi)

Comments


EmoticonEmoticon