Kapal Layar Ria Abadi Insiden Tenggelam di Pantai Wewani Sumba Tengah NTT - Media Dinamika Global

Minggu, 25 Januari 2026

Kapal Layar Ria Abadi Insiden Tenggelam di Pantai Wewani Sumba Tengah NTT


Sumba Tengah, Media Dinamika Global.id.// Kapal Motor Layar Ria Abadi dari Desa Rompu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, mengalami insiden tenggalam di pantai Wewawi, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Minggu 25 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 Wita.

Informasi diperoleh Bimakini dari laporan Polsek Mamboro, kapal tersebut memuat empat orang, yakni nakhoda dan 3 ABK. Mereka adalah H Talib, 50 tahun, H Sam Ele, 55 tahun, Samsul, 34 tahun, dan Aco alias Pua Nurdin, 36 tahun, semuanya dari Rompu.

Adapun rute pelayaran Kapal Motor Layar Ria Abadi dari Rompu, menuju Waikelo, Sumba Barat Daya, NTT. Kapal tersebut memuat barang dagangan sebanyak 10 ton di pelabuhan Rompo, yakni 1 ton apel dan salak. tomat 3,5 ton, bawang merah 3 ton, cabai rawit dan cabai kering 10 karung atau 600 Kg. Wortel 60 dos atau 600 kg. Sayuran berupa kol dan sawi sebanyak 10 karung atau 600 Kg. Barang sembako lainnya sebanyak 300 Kg. Kronoligis kejadian, Kapal Motor Layar Ria Abadi berangkat dari Pelabuhan Rompo Kamis 22 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WITA. Jumat 23 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WITA, kondisi cuaca di wilayah perjalanan kapal memburuk secara tiba-tiba, ditandai dengan angin kencang dan gelombang besar.

Untuk menjamin keselamatan awak kapal dan keutuhan muatan, nahkoda mengambil keputusan untuk melakukan pemberhentian sementara dan berlindung di perairan sekitar Pantai Sido, Desa Sarai Ruma, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Setelah mengamati kondisi cuaca yang sedikit membaik, kapal melanjutkan perjalanan pada pukul 13.00 WITA pada hari yang sama. Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 07.00 WITA, kapal menghadapi kesulitan dalam menentukan arah daratan akibat pengaruh arus laut yang kuat serta gelombang yang terus membesar. Sekitar pukul 17.00 WITA, nahkoda berhasil mengidentifikasi daratan di sekitar wilayah Pantai Katewel.

Namun demikian, kondisi cuaca masih belum mendukung perjalanan, dengan angin dan gelombang yang tetap dalam kondisi kencang.

Sekitar pukul 17.30 WITA pada hari yang sama, kapal tersebut mengalami patah kemudi. Dengan memperkirakan jarak kapal ke daratan masih sekitar satu jam perjalanan, nahkoda mengambil keputusan darurat untuk menggunakan terpal sebagai pengganti layar guna menjaga arah dan kecepatan kapal menuju pantai.

Dari pukul 18.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA, kapal terus dihantam oleh angin kencang, arus yang kuat, dan gelombang besar. Meskipun demikian, awak kapal tetap konsisten dalam mengarahkan kapal karena jarak dengan pinggiran pantai diperkirakan hanya sekitar 500 meter.

Minggu, tanggal 25 Januari 2026 sekitar pukul 01.00 WITA, mesin penyedot air kapal mengalami kegagalan operasional akibat kehabisan bensin. Kondisi ini menyebabkan air laut mulai memasuki ruang dalam kapal secara bertahap. Meskipun awak kapal telah melakukan upaya maksimal untuk mengeluarkan air yang masuk, kondisi kapal terus memburuk hingga akhirnya tenggelam sekitar pukul 04.00 WITA di perairan dekat Pantai Wewawi, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah.

Pada saat kapal mulai menunjukkan tanda-tanda akan tenggelam, nahkoda segera memerintahkan seluruh awak kapal untuk melakukan penyelamatan diri. Awak kapal menggunakan jerigen yang diikat menjadi satu sebagai alat pelampung. Sekitar pukul 05.00 WITA, nahkoda beserta tiga orang Anggota Awak Kapal (ABK) berhasil mencapai pinggir pantai Wewawi dan melakukan istirahat sementara untuk memulihkan tenaga yang telah terkuras.

Pada pukul 10.00 WITA, awak kapal ditemukan oleh seorang warga lokal yang baru selesai melakukan aktivitas menangkap ikan. Warga tersebut mengantar awak kapal ke rumah Kepala Dusun 1 Desa Wendewa Barat.

Setelah mendapatkan informasi terkait kejadian yang terjadi, pihak Kepala Dusun segera menghubungi petugas Polsek Mamboro untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan lebih lanjut terkait penanganan.(Tim MDG)

Comments


EmoticonEmoticon