Bima-Media Dinamika Global.Id.- Ustadz Abdul Anas S.H.I., M.H. menjelaskan bahwa Isra Mi'raj perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa seperti dalam Firman Allah QS. Al-Isra': Ayat 1 (Juz 15)
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Terjemahannya:
Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Pada malam Isra dan Mi'iraj, Allah memperjalankan hamba dan rasul_Nya dari Makkah ke Baitul Maqdis di Palestina. Setelah itu memperjalankannya dari Baitul Maqdis ke langit ketujuh bersama Jibril As. Perjalanan yang sangat jauh dan lintas alam ini, ternyata hanya memakan waktu kurang dari satu malam.
Pada malam itulah Allah mewajibkan kepada kaum Muslimin untuk menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Sebagai sarana bagi Kita untuk bermi'iraj ke langit ketujuh dan berdialog dengan Allah SWT. Disebutkan bahwa:
"Sholat adalah mi'iraj seorang mukmin."
Dari segi Isra dan Mi'iraj dapat disebut sebagai masalah keyakinan dan keimanan, sholat lima waktu sehari semalam adalah sholat wajib yang diperintahkan oleh Allah secara langsung melalui Isra Mi'iraj kepada Nabi dan umatnya untuk dilaksanakan sebagai ibadah khusus, yakni bentuk hubungan langsung antara seorang hamba dengan Tuhan.
Kita harus berusaha agar tidak hanya sholat yang dapat bermikraj ke langit ke tujuh, tetapi seluruh ibadah yang kita lakukan menjadi sarana bermikraj dan berdialog dengan Allah, yaitu dengan melakukan ibadah disertai dengan kesadaran musyahadah dan muraqabah. Rasulullah Saw bersabda.
"Beribadahlah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihatmu." (HR. Abu Nu'aim, dihasankan al-Albani).
Dalam QS. Al-Baqarah: Ayat 186 (Juz 2) Allah SWT berfirman:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Terjemahannya:
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Ankabut: Ayat 45 (Juz 20)
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Terjemahannya:
Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Peristiwa Isra Mi'iraj merupakan suatu keanehan yang luarbiasa dan lebih tepat disebut sebagai peristiwa yang bersifat mukjizat.
Penjelasan tersebut hanyalah uraian singkat yang dapat penulis jelaskan dari ceramah Pak Ustadz Abd Anas S.H.I.,M.H.
Oleh: Abd Khalik Syam
