Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pembelajaran mengasah intelektual Bersama Alam (MIBA) LBC kampus STIT Sunan Giri atau outdoor learning kini semakin populer sebagai metode yang sangat efektif untuk mengatasi kejenuhan MIBA mahasiswa - mahasiswi STIT Sunan Giri Bima di kalikuma Library & Educamp Kota Bima . Aktivitas MIBA LBC ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa STIT Sunan Giri Bima untuk berinteraksi langsung dengan alam dan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar yang sangat luas. Melalui pengalaman langsung, konsep-konsep teori yang sebelumnya terasa abstrak kini dapat dipahami dengan cara yang lebih konkret dan nyata. Kamis (1 Januari 2026).
Pembelajaran Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri di kalikuma Library dan Educamp Kota Bima tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga melatih ketangkasan fisik serta kesehatan mental anak secara menyeluruh. Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima cenderung lebih aktif bereksplorasi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang jauh lebih besar saat berada di lingkungan terbuka. Fokus utama dari strategi ini adalah menghubungkan materi pelajaran dengan fenomena nyata yang dapat dilihat, disentuh, dan juga dirasakan. Pendekatan ini sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dasar yang memiliki semangat tinggi untuk bergerak dan berpetualang mencari tahu. Keberhasilan metode ini sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang serta tujuan pembelajaran yang jelas dari sang pendamping.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Koperindag Kota Bima, Ketua STIT Sunan Giri Bima Irwan Supriadin J, M. Sos.I, Ketua yayasan hamassa uma lilmasalahati bima HJ.Aisyah, S,Pd, Adiharyanto, M.pd, pembina badan peninjau harian (BPH), M. Akbar M.pd, pembina tinjau harian, Ilyas Yasin S,ag, M. M,pd, Hermawansyah M,pdi, dan dosen dosen pembimbing Pengajar STIT Sunan Giri Bima serta peserta MIBA.
Perencanaan yang matang harus mencakup pemilihan lokasi yang aman namun tetap memberikan stimulasi edukatif yang kaya bagi panca indra anak. Lokasi bisa berupa halaman di sekitar tempat belajar mahasiswa STIT Sunan Giri yang memiliki nilai edukasi tinggi. Pendamping perlu menyusun panduan aktivitas yang mengarahkan mahasiswa, untuk melakukan observasi, pengumpulan data, hingga analisis sederhana secara berkelompok. Setiap mahasiswa STIT Sunan Giri Bima diberikan tanggung jawab dalam timnya agar mereka belajar tentang kepemimpinan dan kerjasama dalam situasi yang tidak kaku. Penggunaan alat bantu seperti buku catatan kecil, kamera, atau lup dapat meningkatkan ketelitian Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri Bima dalam melakukan pengamatan di lapangan.
Suasana yang segar dan udara terbuka akan memicu kreativitas anak-anak mahasiswa mahasiswi dalam menemukan solusi atas tantangan yang diberikan pendamping. Pastikan bahwa kegiatan tersebut tetap memiliki batasan yang jelas agar fokus belajar tidak hilang akibat terlalu asyik bermain. Evaluasi singkat setelah kegiatan berakhir sangat penting untuk mengunci pemahaman yang telah didapatkan mahasiswa selama berada di kalikuma Library dan Educamp Ule Kota Bima.
Pembelajaran luar kelas juga menjadi sarana yang sangat ampuh untuk menanamkan karakter peduli lingkungan dan cinta alam sejak usia dini. Mahasiswa MIBA diajak untuk mengamati keanekaragaman hayati dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Misalnya, belajar tentang daur hidup tanaman atau jenis-jenis tanah akan jauh lebih berkesan jika dilakukan langsung di area kalikuma Library & Educamp Kota Bima . Rasa empati terhadap makhluk hidup lain akan tumbuh secara alami saat anak berinteraksi langsung dengan Alam. Hal ini membangun kesadaran.
emosional bahwa manusia merupakan bagian dari alam yang harus dijaga kelestariannya dengan sangat penuh tanggung jawab. Kegiatan ini juga efektif untuk melatih ketahanan fisik anak karena mereka harus bergerak aktif dan beradaptasi dengan kondisi cuaca. Pengalaman emosional yang menyenangkan saat belajar di luar akan membekas dalam ingatan jangka panjang siswa dengan sangat kuat sekali. Pendidikan yang tidak terbatas pada dinding kelas akan melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas serta jiwa yang sangat merdeka.
Interaksi sosial antar mahasiswa STIT Sunan Giri Bima akan terjalin dengan lebih alami dan jujur saat mereka dihadapkan pada situasi belajar MIBA LBC yang dinamis. Di kalikuma Library dan Educamp Kota Bima, hambatan komunikasi yang biasanya terjadi di dalam kelas sering kali mencair karena suasana yang lebih santai dan rileks. Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima belajar MIBA untuk saling menghargai perbedaan pendapat saat mereka mencoba memecahkan masalah praktis di lapangan secara bersama-sama dalam tim.
Pendamping bertindak sebagai fasilitator yang memberikan dorongan agar setiap anak berani mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut akan bersalah. Keterampilan motorik kasar dan halus anak juga terstimulasi dengan sangat baik melalui berbagai aktivitas eksplorasi fisik di alam terbuka. Setiap penemuan kecil yang mereka dapatkan merupakan sebuah prestasi intelektual yang dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka secara drastis sekali. Pembelajaran ini juga membantu anak untuk lebih menghargai waktu dan ritme alam yang tidak selalu bisa dikontrol oleh manusia. Sinergi antara teori dan praktik di lapangan akan menciptakan pemahaman yang utuh serta mendalam pada setiap materi yang diajarkan.
Koperindag Kota Bima Anik Kartika SE, Menyampaikan Sebagai pembelajaran MIBA LBC Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri Bima di kalikuma Library & Educamp Kota Bima adalah metode inovatif yang mampu memberikan warna baru bagi kualitas pendidikan di era modern pada saat ini. Kita harus berani memberikan ruang bagi anak-anak mahasiswa STIT Sunan Giri Bima untuk belajar dari dunia nyata yang penuh dengan ilmu pengetahuan yang sangat luas. Dukungan dari lingkungan terdekat sangat diperlukan agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman, nyaman, dan tetap memiliki nilai edukatif. Masa depan generasi penerus bangsa sangat bergantung pada seberapa luas cara pandang mereka terhadap dunia di luar buku teks mereka.
Di Akhir Sambutannya Kadis Koperindag Kota Bima, Mengajak Mari kita jadikan alam semesta sebagai dosen pembimbing terbaik yang memberikan pelajaran tentang kehidupan secara tulus dan juga sangat bijaksana sekali. Semangat untuk terus mengeksplorasi potensi anak melalui cara-cara yang kreatif harus selalu kita jaga dengan penuh komitmen yang tinggi. Setiap langkah kaki anak di tanah yang luas adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam tentang arti kemanusiaan dan alam. Mari kita berikan hak mereka untuk belajar dengan cara yang paling alami, menyenangkan, dan tentu saja sangat bermakna bagi jiwa.(Sekjend MDG)
