61 SMK di NTB Diusulkan Dapat Program Revitalisasi - Media Dinamika Global

Senin, 12 Januari 2026

61 SMK di NTB Diusulkan Dapat Program Revitalisasi


Mataram, Media Dinamika Global.id.– Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB mengusulkan 61 sekolah menengah kejuruan untuk mendapat program revitalisasi pada 2026. Puluhan sekolah tersebut berpeluang mendapatkan program rehabilitasi dari pemerintah pusat.

Kabid Pembinaan SMK, Dikpora NTB, Supriadi, pada Kamis, 8 Januari 2026 mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan 61 SMK sebagai penerima program revitalisasi tahun ini.

Saat ini, proses pengajuan program revitalisasi itu baru sampai pada tahap verifikasi dan validasi data oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

“Nantikan berdasarkan analisanya pusat. Dari hasil pemeriksaan mereka validasi itu terkait data-data yang di-upload sama sekolah, apabila sudah memenuhi kriteria menurut mereka, data lengkap, itu nanti biasanya akan dikirimkan surat untuk persiapan terkait perencanaan,” ujarnya.

Tahapan verifikasi dan validasi itu juga bertujuan untuk menentukan berapa tahapan yang dibutuhkan untuk merealisasi program revitalisasi itu.

“Kalau 61 (SMK dapat), bisa semuanya (terealisasi), empat tahap selesai,” jelasnya.

Sebelumnya, NTB hanya mendapat kuota 37 sekolah untuk program revitalisasi. Pemprov NTB berupaya menambah jumlah tersebut, agar sekolah yang belum dapat menerima manfaat program tersebut.

Untuk anggaran yang digelontorkan, setiap sekolah mendapat alokasi maksimal sebesar Rp3 miliar. Artinya, total anggaran yang diperlukan jika sebanyak 61 SMK lolos itu bisa mencapai Rp183 miliar.

“Nanti akan disesuaikan setelah Bimtek, mereka akan diverifikasi lagi, apa yang mau mereka bangun, bisa saja kurang kalau hanya butuh rehab,” tutur Supriadi.

Supriadi menuturkan, pengusulan puluhan SMK ini merupakan ikhtiar Dikpora NTB untuk memastikan akses dan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

“Supaya sekolah-sekolah ini bisa menjadi lebih baik fasilitasnya, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman, tercipta kondusifitas di sekolah itu sendiri,” terangnya.

Supriadi menjelaskan, jumlah kuota program revitalisasi bisa saja bertambah ke depan. Sehingga, semakin banyak sekolah yang mendapat manfaat program tersebut.

“Mudah-mudahan ke depan dengan adanya revitalisasi ini bisa ada korelasi positif dengan mutu pendidikan,” tandasnya. (Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon