Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// SDN 35 Nungga Kota Bima melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekolah, yang melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter siswa seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan, serta menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan sehat. Contoh kegiatan gotong royong di SDN meliputi menyapu halaman, memungut sampah, memangkas tanaman liar, dan membersihkan kelas. Kegiatan ini juga sangat mendukung pemerintah Kota Bima dalam program BISA ( Bersih, Indah, sehat, dan Asri ). Jumat 26 September 2025.
Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Gerakan Anak Hebat Pancasila" di SDN 35 Kelurahan nungga kobi, pada Jumat 26 September 2025. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, dan antusiasme yang dari para siswa.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam mengenai gotong royong sesuai nilai pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku di kehidupan sehari-hari. Melalui sosialisasi yang edukatif dan interaktif, Sosialisasi ini menekankan bahwa kehebatan seorang anak tidak hanya terlihat dari prestasinya, tetapi juga dari kemauan untuk bergotong royong dan berperilaku terpuji.
Tema gotong royong dipilih karena nilai ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan sejalan dengan ajaran Pancasila. Gotong royong mengajarkan kita untuk bekerja bersama, saling membantu, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan memahami nilai ini, setiap orang dapat belajar menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, dan menciptakan suasana yang harmonis. Selain itu, semangat gotong royong membantu membangun kebiasaan positif yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya lebih baik. Karena itulah tema gotong royong dianggap penting dan relevan untuk dipahami serta diterapkan.
Penjelasan materi yang edukatif dan interaktif
Kegiatan sosialisasi ini disampaikan melalui metode yang interaktif dan edukatif, seperti pemaparan materi ringan, tanya jawab, serta permainan yang mengajak peserta memahami arti gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Melalui contoh-contoh sederhana, seperti bekerja bersama membersihkan lingkungan sekolah atau kelas, saling membantu teman, serta menghargai perbedaan sehingga siswa belajar bahwa gotong royong merupakan bagian penting dari nilai-nilai Pancasila.
Penyampaian materi juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan cara penyampaian yang penuh semangat, sehingga suasana kegiatan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa terlihat aktif berpartisipasi, berani memberikan pendapat, dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penjelasan mengenai gotong royong dapat diterima dengan baik ketika disampaikan secara menarik dan dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Antusiasme siswa SDN 35 nungga kobi terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan rasa ingin tahu yang besar terhadap materi gotong royong yang disampaikan. Beberapa siswa bahkan mampu menceritakan pengalaman mereka saat bekerja sama dengan teman di sekolah maupun membantu keluarga di rumah, sebagai bentuk penerapan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah juga memberikan sambutan yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Para guru mengapresiasi upaya yang telah memberikan edukasi mengenai pentingnya gotong royong sesuai nilai Pancasila. Menurut mereka, kegiatan sosialisasi seperti ini sangat membantu sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter, terutama dalam menumbuhkan sikap saling membantu dan bekerja sama di luar pembelajaran formal di kelas.(Sekjend MDG)
