Bima Dompu NTB, Media Dinamika Global.id.// Kalian boleh bangun jembatan, jalan, RSUD, pasar, stadion, bendungan dan kantor megah.
Tapi apa gunanya bangunan kokoh kalau manusianya roboh?
Jika SDM jatuh→produktivitas turun→kriminal naik→investor lari→APBD terbebani→pembangunan mandek.
Sehebat apa pun visi daerah, ia akan mati kalau koba hidup bebas.
Wahai Bupati & Walikota di Bima Dompu Koba itu musuh pembangunan.
Saya udah sampaikan keresahan ini langsung ke Bupati Dompu menghadap langsung di rumahnya, bupati dan wakil bupati bima di kantornya, walikota bima di rumahnya namun aktivitas kebijakannya hanya seputar rotasi mutasi, proyek-proyek, konflik internal untuk meyakinkan siapa yang paling mendominasi diruang politik.
Mereka lupa satu hal bahwa koba itu bukan kasus kriminal biasa. Koba itu mesin penghancur ekonomi daerah. Karena dampaknya dua sampai tiga generasi kehilangan masa depan, tenaga kerja kualitas rendah, UMKM lesu karena keamanan tidak stabil, dan investor tentu menghindari daerah zona merah.
Kalau Bupati dan Walikota di Bima Dompu diam→sama dengan menyerahkan masa depan daerah kepada b*andar. Diam itu bukan netral. Diam itu izin terselubung kepada bandar untuk memperluas jaringan.
Setip kepala daerah digaji dan bersumpah untuk melindungi masyarakat, menjaga ketertiban umum, memastikan pembangunan berjalan, mencerdaskan kehidupan rakyat dan menciptakan daerah yang aman.
Bagaimana mungkin menjalankan sumpah itu kalau pembusuk moral, kriminal, dan ekonomi dibiarkan hidup?
Saya tidak minta Bupati dan Walikota menjadi polisi. Tidak minta mereka menjadi jaksa. Tidak minta mereka turun gerebek.
Yang diminta hanya satu BERDIRI BERSAMA KAMI, turun bersuara, tunjukkan sikap, tekan aparat, lindungi pegiat anti koba dan jangan takut dengan b*andar. Karena jika pemimpin saja takut, bagaimana rakyat bisa kuat?
Sebab jika Koba terus dibiarkan maka angka kriminal naik, anak muda rusak, tenaga kerja lemah, kemiskinan stagnan, belanja daerah habis untuk penanggulangan masalah sosial, investor kabur dan kelak Bima Dompu disegel sebagai zona bahaya.
"Pembangunan akan berjalan mundur, puncak kehancuran lima tahun lagi dan tidak ada penguasa yang bisa menyelamatkan daerah yang SDM-nya habis digerogoti koba" Badai NTB.(Tim MDG)
