Media Dinamika Global.Id || Kabupaten Bima - Salah satu orang tua wali siswa keluhkan terkait dengan kebijakan sekolah yang mewajibkan siswa untuk membayar uang pendaftaran. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.
Orang tua wali Siswa SMAN 1 Lambu inisial NU mengeluh akibat pihak sekolah memaksakan uang pendaftaran ulang terhadap siswa (Anaknya, Red). Dia sangat disayangkan atas kebijakan sekolah dalam mengupayakan memaksa terhadap siswa untuk segera membayar daftar ulang tanpa mengetahui kondisi ekonomi.
"Saya merasa beban ini sangat berat, terutama bagi keluarga kami yang mengalami kesulitan finansial," jelasnya. Jum'at, (4/7/25).
Lanjutnya, inikan aneh. masa lantaran belum kumpulkan uang pendaftaran ulang terpaksa anak saya tidak sekolah, pendidikan semacam apa ini.
"Saya tahu bahwa pendaftaran ulang itu adalah gratis, dia menduga bahwa ada permainan di balik semua ini," tuturnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Lambu, Muhammad Ali, SE, membantah tidak ada pemaksaan sejumlah uang di pendaftaran ulang itu dan kami sudah sampaikan lebih awal kepada seluruh siswa tentang hal tersebut.
"Kami hanya tekankan pada pembayaran baju batik dan atribut karena baju olahraganya gratis," tegasnya melalui chat WhatsAppnya.
Sambungnya, cuma kemarin kami sampaikan jika memang ada uang silakan bayar dan apabila dikemudian hari yang bersangkutan punya kartu KIP, uang akan di kembalikan kecuali baju batik dan atribut.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, jika insiden itu benar-benar terjadi terkait pemaksaan siswa untuk bayar uang pendaftaran ulang saya akan lakukan kordinasi, ke pihak dinas untuk menindaklanjuti persoalan ini.
"Kalau masih saja nakal terpaksa saya turun langsung," ucap Gubernur NTB saat dihubungi melalui media WhatsAppnya.
Pewarta : Tim
Edit : Redaksi
