Kasus Seksual, Rektor UIN Mataram Didesak Bertanggung dan Bentuk Satgas - Media Dinamika Global

Selasa, 27 Mei 2025

Kasus Seksual, Rektor UIN Mataram Didesak Bertanggung dan Bentuk Satgas

Ket: Aliansi Hitam Melawan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram saat aksi Demonstrasi di Rektorat.

Mataram, Media Dinamika Global.Id - Aliansi Hitam Melawan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melakukan aksi aksi unjuk rasa di depan Ruangan Rektorat mendesak pihak rektorat bertanggungjawab dan segera membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Rabu (27/05/25).

Desakan ini muncul sebagai respons atas maraknya kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk kampus UIN Mataram sedang mencuat kekerasan sampai hari ini kampus dinilai belum serius dalam menangani kasus kekerasan seksual dan memberikan rasa aman terhadap mahasiswa.

Dalam pernyataan sikap Kordum Aliansi Hitam Melawan Doalin menyatakan bahwa UIN Mataram hingga kini belum menunjukkan langkah konkret dalam menjalankan amanat Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021, yang mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satgas PPKS.

“Kami merasa ruang kampus belum sepenuhnya aman bagi mahasiswa, terutama perempuan. Harus ada sistem yang melindungi korban dan mencegah terjadinya kekerasan seksual,” ujar Doalin.

Kami juga menuntut agar pembentukan Satgas dilakukan secara transparan dan partisipatif, dengan melibatkan unsur mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. "Satgas harus diisi oleh orang-orang yang berpihak pada korban, memiliki perspektif keadilan gender, dan bebas dari konflik kepentingan," tuturnya.

Selain pembentukan Satgas, mereka juga meminta kampus:

- Menyediakan layanan pelaporan yang aman dan tidak mengintimidasi korban.

- Memberikan edukasi anti-kekerasan seksual secara rutin.

- Menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu.

Rektor UIN Mataram, sampai saat ini, belum memberikan tanggapan resmi atas desakan tersebut. Namun aliansi hitam melawan menyatakan akan terus mengawal isu ini dan tidak segan melakukan aksi berjilid-jilid jika aspirasi mereka diabaikan.

"Kami tidak ingin kampus ini menjadi tempat yang menormalisasi kekerasan seksual. Sudah waktunya UIN Mataram serius dan bertanggung jawab,” tegas Doalin.

Desakan ini merupakan bagian dari gelombang kesadaran mahasiswa di UIN Mataram yang menuntut hak atas ruang belajar yang aman dan bebas dari kekerasan. 

Awak media ini berusaha mengkonfirmasi Pihak Rektor dan Rektor UIN Mataram, belum bisa dikonfirmasi, hingga berita dipublikasikan. (Surya Ghempar).

Comments


EmoticonEmoticon