Astra Bersama Intel Kodim 1607 Grebek Gudang Oli Diduga Ilegal, Polisi Justru Suruh Tutup Kasus - Media Dinamika Global

Selasa, 27 Mei 2025

Astra Bersama Intel Kodim 1607 Grebek Gudang Oli Diduga Ilegal, Polisi Justru Suruh Tutup Kasus

Ket: Diduga Oli ilegal, Foto: Red.

Sumbawa, Media Dinamika Global.Id – Seorang perwakilan perusahaan Astra bersama Intel Kodim 1607/Sumbawa melakukan penggerebekan di sebuah gudang distributor oli yang terletak di RT 01 RW 10, Dusun Kali Baru, Kelurahan Labuhan Sumbawa, tepatnya di samping Polsek Labuan Badas. Kamis (22/05/25).

Dugaan peredaran oli palsu di wilayah Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, mengundang perhatian serius.

Investigasi dimulai sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah tiba di lokasi, tim Intel Kodim meminta izin untuk memasuki pekarangan guna memeriksa legalitas produk oli yang didistribusikan. Namun, sempat terjadi ketegangan antara pemilik gudang dan petugas. Pemilik distributor mempertanyakan identitas dan surat tugas dari pihak intel sebelum mengizinkan pemeriksaan.

Setelah surat tugas ditunjukkan, tim dari Astra melakukan pengecekan barcode pada produk oli tersebut. Hasilnya mencengangkan—produk tidak terdaftar dalam sistem resmi Astra. Indikasi kuat mengarah pada dugaan pemalsuan atau peredaran oli oplosan.

Sekitar pukul 18.30 WITA, Pasi Intel Kodim turut hadir di lokasi. Kemudian pada pukul 20.00 WITA, aparat dari Polres Sumbawa termasuk Kasat Intel, Kanit Intel, dan Kanit Tipiter turun tangan setelah menerima laporan resmi dari Astra. Sebelumnya, perwakilan Astra didampingi Intel Kodim telah melapor ke Polsek Labuan Sumbawa.

Menariknya, setelah aparat Polres tiba, pihak Astra justru diminta untuk mencabut laporan. Menurut keterangan sumber di lapangan, hal ini terjadi atas permintaan beberapa oknum yang ingin agar kasus ini tidak dipublikasikan terlebih dahulu. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Salah satu karyawan distributor mengaku baru bergabung dan sebelumnya bekerja di gudang serupa di Bali, yang disebut-sebut lebih besar dan sudah beroperasi di berbagai wilayah. “Ini satu bos dari Jakarta, dan gudangnya ada di banyak tempat,” ujar salah satu staf.

Pihak Astra menegaskan, produk yang tidak terdaftar saat dicek melalui aplikasi resmi kemungkinan besar merupakan oli oplosan atau palsu. “Kalau memang asli, pasti akan terdeteksi dalam sistem kami,” ujar perwakilan Astra.

Praktik ini diduga telah berlangsung lama. Saat dilakukan pemeriksaan, nomor barcode pada kemasan oli tidak sesuai dan tidak terbaca sistem. Meskipun sempat terjadi perdebatan antara pihak distributor dan tim investigasi, Astra tetap mendesak agar kasus ini ditangani secara hukum.

Namun ironis, setelah laporan disampaikan dan polisi datang beramai-ramai ke lokasi, pihak Astra justru diarahkan untuk mencabut laporan tersebut.

Sementara, Kapolres Sumbawa Akbp Bagus Nyoman Gede Junaedi, SH.,SIK.,MAP belum memberikan tanggapan saat konfirmasi melalui Via WhatsAppnya. Selesai (27/05/25).

Awak media ini meminta tanggapan Kasat Reskrim Polres Sumbawa, ia mengatakan  Silahkan ditanyakan ke media nya, siapa oknum polisi itu yg menyuruh menutup kasus ini, krna kami dari pihak reskrim sumbawa tidak pernah membuat statement sperti ini.

Saat disinggung, "Ia, Sudah kami smpaikan, bahwa kami tidak pernah membuat statement sperti itu, silahkan tanyakan kepda media nya siapa oknum yg membuat statement sperti itu, 

Mengenai laporan yg dicabut, silahkan di konfirmasi kepda pihak polsek dalam hal ini kapolsek nya alasan apa sehingga membuat astra mencabut laporan tersebut di polsek," pungkasnya saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAppnya. Selasa (27/05/23).

Kapolsek Polsek Labuan Badas belum bisa dikonfirmasi awak media ini, hingga berita dipublikasikan. (Surya Ghempar).

Comments


EmoticonEmoticon