Di Polisikan : Oknum Kepsek Di Bima Aniaya Seorang Guru, Pihak Keluarga Korban Ambil Tindakan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global-id. Beredarnya informasi terkait tindakan oknum Kepala Sekolah yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang guru, kini menjadi buah bibir publik.

Diketahui Kepala SDN Inpres Tonda Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, HR resmi dilaporkan ke Mapolsek Madapangga, Senen (19/02/24) sekitar Pukul 11:30 Wita

HR yang merupakan Kepala Sekolah dilaporkan oleh salah seorang korban sekaligus tenaga honorer pada sekolah terkait (SDN Inpres Tonda) bernama Rosdiana Muhammad Nur atas dugaan penganiayaan. Kejadian bermula dari pihak korban bersama rekan guru lainya duduk di ruangan perpustakaan SDN, saat itu sedang membahas masalah guru yang tidak pintar.

Salah satu guru yang tidak pintar dimaksudkan adalah tenaga operator yang di angkat oleh HR (Kepsek). Spontan korban berkata yang salah bukan guru operatornya melainkan Kepala sekolahnya, sudah tau ada operator ko kenapa harus diganti . " Ungkap korban. 

Kepala sekolah yang merasa tersinggung atas pernyataan korban, akhirnya bertindak menganiaya korban dengan cara memukul korban menggunakan kursi sekolah maupun melempari korban dengan menggunakan piring makanan. 

Kejadian tersebut berubah panik para guru guru hingga aktifitas sekolah tidak berjalan sesuai mestinya. 


Atas tindakan HR (Kepsek) sangat bertentangan dengan Fungsi dan Tugas Pokok sebagai seorang Kepala Sekolah. Dimana dikatakan oleh jajaran sekolah terkait bahwa Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah salah satunya adalah menciptakan suasana akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan keadaan yang kompetitif bagi siswa, bukan memunculkan sikap atau perilaku premanisme.

Disisi lain sikap premanisme HR sebagai Kepsek sangat tidak layak untuk diterapkan, apalagi dalam keadaan kedinasan, sehingga apa yang dilakukannya hari ini, dirinya sudah menunjukkan bahwa sesungguhnya dia tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin.

Selain HR (Kepsek) dilaporkan ke pihak Kepolisian, pihak keluarga korban pun sempat melakukan aksi penyegelan sekolah setempat sebagai respon atas tindakan oknum Kepala Sekolah terhadap keluarga mereka.

Sejauh berita ini diturunkan Sementara pihak Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan terkait belum bisa dihubungi guna mendapatkan tanggapannya. (Ombus MDG) 

Load disqus comments

0 comments