Krisis Kepercayaan Masyarakat Dengan Janji- janji Politisi Anggota Dewan Sebelumnya


Dompu NTB. Media Dinamika Global. Id. -Terkait dengan dibukanya posko Pemantauan Pemilu oleh Panwaslu, adanya pemasangan spanduk caleg DPRD daerah, DPRD propinsi dan DPR RI, Politisi Dompu dari Partai Kebangkitan Nusantara.

Bustaman S.Com selaku Pimpinan Cabang PKN Dompu, menilai bahwa pendaftaran Caleg secara resmi belum dibuka oleh KPU, sehingga penulisan Caleg  DPR itu sangat prematur, bila sebagai bakal calon, Syah Syah saja. Sebagai bentuk sosialisasi pengenalan diri pada masyarakat.

Target visi dan misi politisi PKN Dompu yang biasa disapa Om Bus mengatakan. Penyampaian pengenalan diri dalam bentuk gambar dan program kerja Syah saja . 

Dimana dalam program beliau, lebih cendrung mengambil hikmah kegagalan program pembangunan yang tidak tepat sasaran dari aspirasi anggota dewan sebelumnya.

Om Bus lebih nengedepankan aspirasi yang langsung masuk ke dapur masyarakat, bentuk program politisi PKN tersebut belum di ungkapkan.

Secara umum beliau mengatakan.. krisis global yang dihadapi petani Dompu, Bima dan Sumbawa adalah krisis kepercayaan  terhadap aspirasi kebutuhan, pupuk, bibit dan obat obatan. 

Dimana aspirasi anggota dewan dewan sebelumnya lebih banyak pada program kegiatan pembangunan fisik sarana infrastrukur.  Pada krisis global ini, masyarakat bosan dengan janji janji politik.

Om Bus lebih cenderung kedepankan arah program 80% aspirasi non pembangunan fisik, 20% pada aspirasi pembangunan fisik.  Bentuk non fisik ini lebih cendrung pada permodalan kebutuhan musim tanam petani jagung, padi, bawang, serta palawija lainnya.

Sehingga paradigma bermain fee proyek dikurangi atau sampai dipunahkan agar kepercayaan masyarakat tumbuh kembali.

Salah satu target Bakal Caleg DPRD propinsi NTB Dapil 6 ini adalah masyarakat tidak harus sampai mengemis untuk pengaduan aspirasi kebutuhan petani. Mulai birokrasi pembuatan proposal sampai ketok anggaran kebutuhan petani. Om bus siap melayani Setulus hati. 

Tanpa merepotkan petani dan masyarakat dengan birokrasi yang panjang. Masyarakat tinggal teken saja aspirasinya, biarlah tugas itu dibuat oleh tim kerja staf ahli yang dibentuk nantinya.(MDG 03)

Load disqus comments

0 komentar