Menipisnya Curah Hujan Membuat Petani Jagung dan Bawang Merah di Parado Merugi


Parado Bima. Media Dinamika Global. Id. -Curah hujan yang langka dan menipis di Parado membuat para petani musiman bawang merah dan jagung di Parado ketar ketir dan khawatir terancam gagal tanam dan gagal panen, pasalnya, panasnya terik sinar matahari hingga mencapai 31° Celcius itu melanda parado dan kawasan penanaman jagung dan bawang merah warga yang luasnya mencapai 100 ribu Hektar itu sejak Tanggal 5 Agustus 2022 lalu tanpa henti hentinya. 

Padahal warga sudah melakukan berbagai upaya supaya hujan segera kembali, termasuk melakukan Sholat Istisqa dan do' meminta hujan yang dilakukan bersama Pemerintah Desa, bahkan berkali kali dan berpindah pindah tempat.

Akibat cuaca ekstrim itu masyarakat tani parado yang berkecil hati dikarenakan tanaman jagung yang mereka tanam berpuluh hari belum kunjung tumbuh karena belum pernah disiram hujan barang sekalipun. 

Seperti yang dikeluhkan Ardiansyah seorang petani jagung dilokasi Due nggambi Parado Desa Paradorato, kec.Parado, Kab.Bima, NTB yang ditemui media ini dilokasi penanaman pada Rabu (21/12/2022). 

" Sudah hampir satu bulan tanaman jagung  kami tugal, tetapi belum kunjung tumbuh juga, karena belum pernah kena hujan, jadi jagung kami terancam tidak tumbuh dan kami harus balik kampung karena tidak lagi ada modal untuk membeli bibit dan membiayai pananaman ulang," Keluhnya.

Hal tersebut diperparah lagi oleh serangan hama babi dan belalang yang mengeroyok jagung yang baru ditugal maupun yang baru tumbuh.

Keluhan yang sama jugaCurah hujan yang langka dan menipis di Parado membuat para petani bawang merah dan jagung di Parado ketar ketir dan khawatir terancam gagal tanam, pasalnya, panas terik sinar matahari hingga mencapai 31° Celcius itu melanda parado dan kawasan penanaman jagung warga yang luasnya mencapai 100 ribu Hektar itu sejak Tanggal 5 Agustus 2022 lalu tanpa henti hentinya. 

Padahal warga sudah melakukan berbagai upaya supaya hujan segera kembali, termasuk melakukan Sholat Istisqa dan do' meminta hujan yang dilakukan bersama Pemerintah Desa, bahkan berkali kali dan berpindah pindah tempat. 

Akibat cuaca ekstrim itu masyarakat tani parado yang berkecil hati dikarenakan tanaman jagung yang mereka tanam berpuluh hari belum kunjung tumbuh karena belum pernah disiram hujan barang sekalipun. Seperti yang dikeluhkan Ardiansyah seorang petani jagung dilokasi Due nggambi Parado Desa Paradorato, kec.Parado, Kab.Bima, NTB yang ditemui media ini dilokasi penanaman pada Rabu (21/12/2022). 

" Sudah hampir satu bulan tanaman jagung  kami tugal, tetapi belum kunjung tumbuh juga, karena belum pernah kena hujan, jadi jagung kami terancam tidak tumbuh dan kami harus balik kampung karena tidak lagi ada modal untuk membeli bibit dan membiayai pananaman ulang," Keluhnya.

Hal tersebut diperparah lagi oleh serangan hama babi dan belalang yang mengeroyok jagung yang baru ditugal maupun yang baru tumbuh.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh disampaikan Maman seorang warga Parado Rato selaku petani bawang musiman. 

Menurut Maman bahwa hujan yang telah meninggalkan Parado sejak Tanggal 5 Des. Lalu menyisakan banyak persoalan bagi petani bawang.

Bawang yang sudah lama ditanam banyak yang layu dan mati, sedangkan sedangkan bawang yang ditanam sejak Tanggal 5 Desember kebanyakan tunasnya mati. Petani merugi puluhan juta rupiah perorang.

" Bagaimana nasib kami petani kalau satu Dau hari lagi hujan tidak juga turun, yang jelas kami merugi karena sebagai modal kami meminjam dana KUR di Bank, ini jelas akan membuat pengembalian Bank kami mandek." Jelas Maman memelas.

Kaitan dengan hal tersebut KUPT Pertanian Kecamatan Parado Abd.Hafid S.Sos yang dikonfirmasi via Hand Phone pada Rabu (21/12/2022) juga turut prihatin dengan adanya fenomena ini. Menurutnya cuaca semacam ini adalah fenomena alam, namun petani dihimbau harus bersabar dan terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya cuaca berganti dengan yang lebih baik.

" Ini adalah Ujian, jadi kita harus bersabar dan tak bosan bosannya Berdo'a dan meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan." Paparnya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh M.Saleh Ibrahim selaku Kepala Desa Paradorato Kecamatan Parado.

Dirinya meminta agar para petani di Desa Paradorato tidak berkecil hati menghadapi ujian ini, dia juga meminta agar warganya tidak meninggalkan tanaman yang sudah ditanam.

 " Saya menghimbau kepada warga Desa Paradorato supaya tetap berdoa dan berdoa dan melaksanakan Sholat minta hujan, agar tidak meninggalkan lokasi tanam, jadi kita rawat mana yang ada daripada kita merugi total, Insya Allah hujan akan segera turun," Pinta M.Saleh di Kantornya. disampaikan oleh disampaikan Maman seorang warga Parado Rato selaku petani bawang musiman. 

Menurut Maman bahwa hujan yang telah meninggalkan Parado sejak Tanggal 5 Des. Lalu menyisakan banyak persoalan bagi petani bawang.

Bawang yang sudah lama ditanam banyak yang layu dan mati, sedangkan sedangkan bawang yang ditanam sejak Tanggal 5 Desember kebanyakan tunasnya mati. Petani merugi puluhan juta rupiah perorang.

" Bagaimana nasib kami petani kalau satu Dau hari lagi hujan tidak juga turun, yang jelas kami merugi karena sebagai modal kami meminjam dana KUR di Bank, ini jelas akan membuat pengembalian Bank kami mandek." Jelas Maman memelas.

Kaitan dengan hal tersebut KUPT Pertanian Kecamatan Parado Abd.Hafid S.Sos yang dikonfirmasi via Hand Phone pada Rabu (21/12/2022) juga turut prihatin dengan adanya fenomena ini. Menurutnya cuaca semacam ini adalah fenomena alam, namun petani dihimbau harus bersabar dan terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya cuaca berganti dengan yang lebih baik.

" Ini adalah Ujian, jadi kita harus bersabar dan tak bosan bosannya Berdo'a dan meminta kepada Allah supaya hujan segera diturunkan." Paparnya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh M.Saleh Ibrahim selaku Kepala Desa Paradorato Kecamatan Parado.

Dirinya meminta agar para petani di Desa Paradorato tidak berkecil hati menghadapi ujian ini, dia juga meminta agar warganya tidak meninggalkan tanaman yang sudah ditanam.  "Tadi(Rabu(21/12/2022)Saya sudah mengeluarkan surat undangan kepada para ketua RT, agar mengerahkan warga RT-nya utk melaksanakan sholat minta hujan pada hari Sabtu (24/12/2022) mendatang, bertempat di lapangan Sepak bola Desa Paradorato. 

Saya juga menghimbau kepada ParaKetua RT, Kepala Dusun, Lebe na'e, para Khatib dan Petugas Mesdjid agar mengumumkannya lewat pengeras suara. Masyarakat juga dihimbau agar melaksanakan Puasa Sunnat selama 3 hari berturut-turut mulai besok(Kamis 22/12/2022)." Jelas M.Saleh di Kantornya pada Rabu(21/12/2022) sekira pukul 11.00 WITA.

Warga Desa Paradorato diharapkan supaya tetap berdoa dan berdoa dan agar tidak meninggalkan lokasi tanam, tanaman yang ada dirawat  dengan baik supaya tidak merugi total.adi rawat mana yang ada daripada  merugi total, Insya Allah hujan akan segera turun, M.Saleh di Kantornya pada sekira pukul 10.15 WITA, Rabu (21/12/2022). ( Nas MDG)

Load disqus comments

0 komentar