Ambisi Istana Melanggengkan Jabatan Bupati Bima! Mengeliminir Bibit Ancaman, Langkah Strategis Mempertahankan Trah Superior

Foto : JONI JUNAIDI (Pimpinan Redaksi), Kantor Bupati Bima, dan Kantor DPRD Kab. Bima.

Mataram, Media Dinamika Global.Id.__
EKSPANSI kekuasaan turun – temurun, dibawah kendali Hj. Indah Damayanti Putri selaku Bupati Bima. Berkolaborasi dengan putra kandungnya M. Putera Ferryandi menjabat Ketua DPRD Bima. Adalah persekutuan yang berhasil menciptakan Gurita kekuasaan, mencengkram pilar strategis, atas hajat hidup orang banyak.


Ambisi Istana Melanggengkan Jabatan Bupati Bima! Gandeng DPRD Bima, Cengkram Pilar Trategis Trah Superior.

Pengendalian suara kritis dari masyarakat dan pegiat sosial, menggunakan sarana dan koneksi yang terhubung dengan pemerintahan. Adalah upaya mengontrol suara kebenaran, dan melokalisir potensi ancaman.

Sederet Skandal dugaan Korupsi serta isu suap yang terjadi di lingkup Pemda Bima. Sekaligus menyeret nama Hj. Indah Damayanti Putri Bupati dua periode sebagai pihak yang diduga terlibat. Namun anehnya, dari banyak kasus yang dilaporkan maupun temuan lembaga negara, tidak satupun proses hukumnya berakhir tuntas. semuanya Kandas begitu saja, cendrung sengaja di Peti Eskan oleh lembaga hukum.

Banyak rumor menyebut, lolosnya Bupati Bima atas banyaknya dugaan kasus korupsi serta suap yang menyasar dirinya, tak lepas dari peran penting akan sosok “Perisai Perlindung” menempati posisi kunci. Keberadaan Pilar Pelindung, memperkuat kepercayaan diri atas kelihaian dan kepiawaian Hj. Indah Damayanti Putri dalam memanfaatkan secara cerdik spektrum dan platform yang ada.

Hj. Indah Damayanti Putri adalah Bupati Bima yang kerap viral, salah satu yang membuat heboh tatkala dirinya dilaporkan secara resmi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Kala itu, pihak yang melaporkannya adalah bapak Rafidin, anggota DPRD Kabupaten Bima. Bupati dilaporkan KPK, atas dugaan skandal mega korupsi anggaran Dana Covid Rp. 50 Miliar Pemda Bima beberapa tahun lalu.

Usai meredupnya isu dugaan korupsi dana Covid Rp. 50 Milyar, yang diawali dengan gaya akrobatik muff piskologis melapor balik atas fitnah dan lain lain. Yang oleh banyak pihak disinyalir manuver pengalihan isu serta menutupi hal hal senyap atas rangkaian banyak peristiwa waktu itu. Bupati Bima Hj. Indah Damayanti kian menunjukan Kedikjayaannya, kala berhasil melakukan Pengembosan, menyasar para wakil rakyat di gedung DPRD Bima. Melempem/Ompongnya suara anggota dewan untuk mengkritisi sederet kebijakan Bupati yang dinilai tidak pro rakyat. Adalah keberhasilan bernilai strategis, serta keuntungan atas kian berkurangnya potensi ancaman bersifat nyata dan membahayakan kekuasaan.

Catatan akhir, walau sebagian masyarakat kencang menyoroti hubungan mesra antara legislatif dan eksekutif, serta tidak lagi menjadi penyambung lidah rakyat. Namun Penulis serta masyarakat lainnya, meyakini. Kalau masih banyak anggota DPRD Bima yang memiliki kepekaan tinggi dalam memperjuangkan nasib rakyat.

“Masih ada Macan-Macan podium di gedung DPRD Bima, dengan moral tinggi, tetap berada di garda terdepan membela kepentingan orang banyak. BERSAMBUNG.

Penulis:  JONI JUNAIDI (Pimpinan Redaksi), Pria Kelahiran Cabang Bolo, Desa Bolo Kecamatan Madapangga – Bima.

Editor : Surya Ghempar.
Load disqus comments

0 komentar