Dandim 1608/Bima Silaturahmi Dengan Kemenag, Kesbangpol, FKUB, FKPP Kota dan Kab. Bima


Bima, Media Dinamika Global.Id. _ 
Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhamad Zia Ulhaq, S.Sos Silahturahmi dengan Kepala Kemenag, Kabag Kesbanpol, Ketua FKUB dan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota dan Kabupaten Bima dalam rangka perencanaan pelaksanaan hari Santri tahun 2022. Bertempat di Kantor Kemenag Kota Bima, Jln. Garuda No 09 Raba Bima Kel.Lewiroto Kec.Mpunda Kota Bima. Kamis, (29/09).


Turut hadir, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos, Kepala Kemenag Kota Bima, Drs. H. Syahrir, Kepala Kemenag Kab.Bima Drs.H. A. Minir, Kabag Kesbanpol Kab. Bima Drs. Syahrul, Kabag Kesbanpol Kota Bima, Muhammad Hasyim, S.Sos, SH.,M.Ec., Dev, Pasandi Kodim 1608/Bima Letda Inf Husen, Ketua FKUB Kab Bima H. Haidin, Sekretaris FKUB Kota Bima Furqon Arokah, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kab. Bima Ustad Haeruddin, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota Bima Ustad H. Adnin.

Kepala Kemenag Kota Bima  menyampaikan, Kegiatan silaturahmi dan Rapat pelaksanaan hari santri dimulai dan di buka langsung oleh Kepala Kemenag Kota Bima.

"Silaturahmi ini menjalin hubungan komunikasi untuk merencanakan pelaksanaan hari santri dan Alhamdulillah sudah hadir Dandim 1608/Bima, Kelapal Kemenag, Kabag Kesbanpol Kota dan Kab. Bima," ungkapannya.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos mengatakan, Alhamdulillah kita sudah di berikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul di tempat ini dengan tujuan untuk merancang rencana pelaksanaan kegiatan hari santri.

"Pelaksanaan hari santri ini muncul Ide dari ustad Haeruddin Pimpinan Ponpes Al Wafa," ucapnya.

Sambungnya, pelaksanaan hari Santri tahun ini harus beda dengan sebelumnya artinya kita satukan kota dan Kabupaten Bima di satu tempat. Di tahun-tahun sebelumnya hari Santri dilaksanakan secara terpisah kota dan Kab Bima, tapi sudah beberapa tahun tidak bisa kita laksanakan karena kendala dengan pendemid Covid 19.

"Kita laksanakan hari santri dengan hikmah dan kita tunjukkan bagaimana Bima yang sebenarnya," jelasnya.

Lebih lanjutnya, Kita melaksanakan kegiatan hari Santri dengan positif bertujuan untuk menghilangkan stikma negatif yang sudah di labelkan di wilayah Bima dan kita bisa menyatukan pelaksanaan hari santri ini antara Kota dan Kab Bima, kita bisa menunjukkan bahwa kita bisa bersatu untuk menyatukan masyarakat dan menghilangkan stikma stikma yang tidak bagus terhadap Wilayah Bima.
"Kita sebagai warga Bima dan saya Sebagai Dandim 1608/Bima asli Putra Bima yang lahir dan besar di Bima berharap kita sebagai warga Bima, Dana Mbojo Bima harus aman dan Hidup bersama dalam naungan NKRI," harapannya.

Kabupaten Bima dan Kota Bima berasal dari daerah yang sama maka kita harus bisa bersatu dan sama sama berjalan demi nama baik Dana Mbojo.

"Kita harus bisa menyatukan visi dan Misi dalam pelaksanaan hari Santri," pungkasnya.

Sementara, Kabag Kesbanpol Kota Bima, Muhammad Hasyim, S.Sos, SH.,M.Ec., Dev, mengucapkan Alhamdulillah kita bisa bertemu dan Ini merupakan sejarah bagi Kesbanpol karena bisa melaksanakan kegiatan pertemuan seperti ini.

"Kita di Kesbanpol melakukan kajian-kajian terkait pelaksanaan kegiatan yang di lakukan oleh sekolah Pondok pesantren dan masyarakat yang melibatkan orang baik internal maupun eksternal," ucapnya.

Ditambahkannya, disampaikan oleh Dandim kita harus bisa menghilangkan Stigma Negatif terhadap Bima yang berdasarkan hasil penelitian dan data.

"Kita ciptakan Bima yang Rama, damai, harmonis," tutupnya. (Surya Ghempar).
Load disqus comments

0 komentar