Doa Haji Perdana Di Desa Kananta Pasca Covid-19


Kananta. Media Dinamika Global. Id. - Doa Haji Perdana Di Desa Kananta Pasca Covid-19 dalam rangka keberangkatan Haji Saudara Awaluddin Bin H.Ismail yang beralamat di Dusun Tuntu Desa Kananta Kec.Soromandi Kab Bima NTB. Kegiatan ini Doa Haji Perdana Di Desa Kananta Pasca Covid-19 . Kegiatan ini berjalan aman dan penuh khidmat pada Sabtu,04/06/2022.

Kegiatan Doa dan Ceramah Agama ini dihadiri oleh Kepala Desa Kananta,Ketua BPD,Ketua RT/RW,Tokoh Agama, Alim Ulama,Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,Penceramah Agama serta para Stakeholder lainnya.

Selaku Tuan Rumah Bapak Awaluddin Bin H.Ismail pada Media ini mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bagian dari acaranya kita semua sebab selama beberapa Tahun Indonesia tidak lagi memperoleh Kuota Haji setelah mengalami Pandemi Covid-19.

Tentunya tidak kata atau kalimat yang dapat kami ucapkan melainkan rasa terimakasih dan mohon maaf sedalamnya apabila dalam pelayanan mulai dari Proses pembuatan Paruga,Penempatan tempat duduk hingga jamuannya yang tidak sesuai dengan seleranya. Maka sekali lagi kami memohon maaf. Ungkapnya 

Sementara itu Drs. H. Suaidin Abdullah,M.Pd selaku penceramah Agama memulainya dengan memilih Jalan Menuju Tangga keberhasilan yaitu Ibarat Lebah,Semut,dan Laba-laba. Jika ingin menuju jalan yang benar maka ikutilah Jalannya dan cara Berpikir nya Lebah sebab Lebah ini merupakan bagian ciptaan Allah SWT yang paling bermanfaat.

Kenapa setiap Orang yang menjadi Khalifah dan yang naik Haji itu harus meniru perbuatan Lebah,maka jawabannya adalah Lebah selain Punya Air yang dapat mengobati Penyakit Manusia juga memiliki Lilin yang mampu menerangi saat gelapnya malam. Jadi jika kita ada niat untuk pergi haji maka yang paling pertama adalah sempurnakan Jalan kita. Tuturnya

Lanjutnya,bahwa hal paling prinsipil adalah Sedekah,sebab selama ini banyak orang yang pergi Haji tetapi tidak banyak yang memberikan Sedekah. Sedekah dimaksud diperuntukkan bagi Fakir,Miskin,anak telantar dan lainnya.(Dun/anan MH MDG)
Load disqus comments

0 komentar