Stabilisasi Harga, Kementan Dampingi Pengiriman Jagung Perdana dari Bima ke Surabaya

Keterangan Foto : Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Bambang Pamuji saat Lepas mobil Fuso pengiriman jagung perdana dari Bima ke Surabaya.

Bima-NTB,
Media Dinamika Global.Id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Tanaman Pangan mendampingi lauching pengiriman perdana jagung asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Surabaya, Jawa Timur sebanyak 2.600 ton. Upaya ini dilakukan guna memberikan stabilisasi harga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Bambang Pamuji mengatakan PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) sebagai offtaker jagung di Bima diharapkan melakukan kemitraan dengan petani untuk menyerap panen sehingga supply jagung dapat terjamin dan terjaga.

"Offtaker sebagai  pembeli memberikan kepastian harga panen sehingga petani termotivasi untuk meningkatkan pertanaman. diharapkan CPI terus menjaga stabilisasi harga dan  mudah-mudahan kesejahteraan petani meningkat,"kata Bambang saat memberikan sambutan pada acara lauching pengiriman jagung yang dilakukan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI), di Desa Monggo, Kec.Mada Pangga, Bima, NTB, Sabtu (5/3).

Bambang menambahkan total luas panen jagung Kab. Bima 63.149 hektare dengan produksi 475.000 ton. Varietas yang digunakan adalah varietas NK 212 dan Bisi 18. Jika dibandingkan tahun sebelumnya diketahui produksi jagung naik sebesar 10,46 persen. Ke depan, peningkatan produksi jagung asal Bima harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Melihat potensi Bima yang luar biasa maka produksi jagung bisa terus ditingkatkan. Sesuai arahan Menteri Pertanian, kita bisa harus meningkatkan ekspor jagung. Maka produksi jagung harus kita tingkatkan sehingga bisa dipersiapkan untuk masuk pasar ekspor," tambah Bambang. 

Keterangan Foto : Foto bersama Sebelumnya ke mobil pengiriman jagung di lepas.

Turut hadir secara virtual, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mengatakan bahwa selain untuk pakan ternak,  saat ini komoditas jagung memiliki berbagai turunan mulai dari makanan hingga minuman dan lainnya.

"Potensi produksi jagung Bima dan Sumbawa sangat luar biasa. Namun saya berharap pengembangan jagung tetap memperhatikan kelestarian ekosistem lingkungan utamanya petani di daerah lereng sehingga upaya ini mengurangi bencana alam seperti banjir," kata Suwandi.

Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri  menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan Kementan dalam memastikan peningkatan produksi pertanian di Kab. Bima yang sudah dinikmati oleh masyarakat. 

"Di bawah arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo, Kementan memberikan banyak dukungan berupa program dan bantuan dari berbagai komoditi yang dihasilkan oleh petani," ucap Bupati Bima.

Selain itu, Indah menerangkan bahwa peran  PT.CPI menjadi salah satu penopang hasil panen jagung yang di tanam oleh masyarakat Bima. Hal ini juga memotivasi setiap musim tanam, petani menghasilkan hasil panen yang terus meningkatkan sekaligus mampu mengangkat kesejahteraan petani.

"PT.CPI ini juga memberdayakan masyafakat sekitar untuk bekerja sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka. Tentunya saya berharap seluruh masyarakat dapat menjaga ketertiban dan keamanan karena tidak mudah untuk menghadirkan orang yang mau berinvestasi," pinta Umi Dinda.

Ketua Asosiasi Jagung Bima, Burhan mengatakan petani jagung  sangat menyambut baik atas upaya pemerintah dalam menghadirkan offtaker di Bima selain menyerap hasil panen petani, kini petani jagung Bima juga mendapatkan kepastian harga di musim panen. 

"Pada awalnya petani jagung jemur jagung namun sekarang petani panen langsung jual dengan harga kisaran 4.500 hingga 4.850 rupiah untuk satu kilogram jagung kering panen," ujar Burhan.

Burhan mengatakan untuk efisiensi, petani jagung Bima harus diberikan pelatihan mulai dari peningkatan produksi, pemupukan hingga pasca panen. Tentunya, sinergi pemerintah, offtaker dan petani yang baik menjadi awal yang baik untuk mengembangkan jagung secara optimal.

"Kita siap terus berinovasi untuk peningkatan produksi dan kualitas jagung asal Bima," tutup Burhan. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar