Perekrutan Security PT. CPI Bima Dinilai Langgar Prosedur

Keterangan Foto: PT. CPI Bima dan Ilustrasi Security.

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Perekrutan security di PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPI)-BIMA dinilai langgar prosedural. Pasalnya, pihak vendor selaku pemenang tender untuk melakukan perekrutan tidak memprioritaskan warga asli Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Padahal sebelumnya warga Madapangga wajib hukumnya diterima sebagai karyawan.


"Warga Madapangga dijanjikan akan diperioritaskan jadi karyawan PT. CPI. Tapi nyatanya mimpi belaka, terbukti pihak PT. CPI menerima warga di luar Kecamatan Madapangga," ucap warga Madapangga, Firdaus, Sabtu (12/3).

Kata Daus sapaannya, informasi yang didapat bahwa perekrutan karyawan di PT. CPI perioritas untuk warga Madapangga. Hal itu dilakukan supaya ada pemberdayaan untuk mengurangi tingkat pengangguran di kecamatan setempat.

"Sisi pemberdayaan itu harus ada, mengingat banyaknya warga Madapangga yang tidak memiliki pekerjaan," terang Firdaus Sapaan Akrab Daus.

Apa yang dilakukan pihak PT. CPI Bima hari ini sangat juah dari harapan bersama, karena terindikasi ada konspirasi terselubung yang diciptakan oleh oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri.

"Kita menduga ada konspirasi soal perekrutan security. Karena banyak  warga di luar Madapangga yang direkrut, padahal sudah ada komitmen tidak menerima warga lain," ungkap Putra Madapangga.

Terkait hal itu, sambung Daus, kita tidak akan tinggal diam, tapi akan melakukan pergerakan untuk mendesak pihak PT. CPI Bima supaya konsisten dengan apa yang menjadi komitmen awal.

"Kita tidak akan tinggal diam sebelum ada kepastian dari pihak PT. CPI Bima terkait perekrutan security ini," tegas Firdaus.

Hal ini dibenarkan oleh Subagio putra asli Madapangga, sebelum mendapatkan informasi terkait perekrutan security oleh pihak PCI Bima, menindaklanjuti informasi tersebut, dia mengajukan berkas-berkas lamaran kerja sebagai security di PCI Bima itu sendiri.

"Sampai saat ini belum ada respon, sedangkan warga di kecamatan lain sudah berkerja," tudingnya.

Sambung Subagio, ia menyesalkan pihak PT CPI Bima tidak komitmen sehingga kami Putra Madapangga harus gigit jari, kerena tidak mendapatkan pekerjaan.

"Kita kecawa kerena tidak diterima security di PCI Bima. Padahal memilik ijazah dan Sertifikat security yang di dari Kepolisian Daerah (Polda) NTB," kesalnya.

Terkait Persoalan tersebut, pihak PT. CPI Bima tetap diupayakan untuk dikonfirmasi. (MDG.001).
Load disqus comments

0 komentar