MASYARAKAT DESA RADE USIR HAMA TIKUS DENGAN MENGGUNAKAN SAWE'BA (TRADISI) 1 OKTOBER 2021


Bolo. Media Dinamika Global. Id. Kegiatan mengusir Hama Tikus dengan menggunakan Sawe'ba ini adalah Tradisi Masyarakat Desa Rade. Tradisi seperti ini kerap kali dilakukan hampir setiap Tahunnya yaitu tepatnya pada Awal Bulan ini. Kegiatan ini dimulai pada pukul 05.30 hingga selesai,Nampak Hadir Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama,Adat,Kepala Desa dan Jajarannya dan stakeholder lainnya. Kegiatan itu dilakukan Pada Hari Jumat, 01 Oktober 2021.

M. Regonisa Radiallah salah satu Mahasiswa mengemukakan, Kegiatan ini dimulai dari Doro Kala, Wadu Jao, Sertangga, dan Tolo Rade dan menjadi titik temunya di Doro Muku atau Wadu Udu.

Kegiatan ini adalah suatu tradisi dari dulu dan ini langkah untuk langkah terakhir saat hama tikus merajalela. Aktifitas ini pula dihadiri oleh Kepala Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima serta staf Desa Lain, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Mahasiswa serta Masyarakat Desa Rade. Ungkapnya

Di bagian lainnya Samsudin yang biasa di sapa Diren (petani) salah satu masyarakat yang telah lama beristri di Desa Radepun berpendapat, kenapa dilakukan kegiatan ini dikarnakan sudah kami lakukan berbagai cara untuk mengurus Hama Tikus mulai pemberian Obat-obatan juga cara lain tidak mempan. Akhirnya kegiatan atau aktivitas mengusir Hama Tikus ini kami coba melakukan dengan cara tradisional (Tradisi) ini.

Lanjutnya, dulu pula pernah dilakukan kegiatan seperti ini, dan Alhamdulillah mampu untuk mengatasi Hama Tikus. Hari inipun kami kembali mencoba untuk melakukan aktivitas tradisi ini demi tanaman para petani dan mudah masih ampuh seperti dulu. Pungkasnya

Demikian juga disisi lain Kepala Desa Rade saat di konfirmasi oleh Media ini  mengemukakan bahwa ini adalah suatu Tradisi nenek moyang dulu yang sampai sekarang masih kami lestarikan. Kegiatan SAWE'BA ini juga perlu kita budayakan karena ini adalah suatu tradisi leluhur kita yang kita lestarikan karena ini adalah salah satu budaya yang ada di Rade.

Kegiatan ini juga bermanfaat bagi generasi berikutnya untuk tetap melestarikan budaya sembaring memperlancar proses pertanian dari gangguan Hama Tikus. Aktivitas ini juga di hadiri oleh beberapa kalangan seperti Tokoh Agama, Pemuda, Masyarakat, serta Kaum Milenia untuk memperlancar kegiatan tersebut. Ungkapnya.(Fer MDG).

Load disqus comments

0 komentar