Skadron Udara 3 TNI-AU Andalan Satuan Tempur Buru Sergap


TNI AU. Media Dinamika Global. Id. Skadron Udara 3 Tempur disingkat (Skadud 3) adalah Satuan Tempur Buru Sergap di bawah kendali Wing Udara 3 Tempur, Lanud Iswahyudi yang bermarkas di Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Skadron Udara 3 merupakan salah satu skadron tertua dan nomer 3 yang dibentuk Presiden Soekarno pada 21 Maret 1951. 

Kegiatan Skadron Udara 3, dahulu mengoperasikan pesawat P-51D Mustang (1950 - 1975), OV-10F Bronco (1976 - 1989) dan sekarang menggoperasikan pesawat tempur buru sergap andalan TNI Angkatan Udara F-16 Fighting Falcon A/B (1989 - Sekarang) F-16 Fighting Falcon C/D (2014 - Sekarang).

Skadron Udara (Skadud) tempur tertua yang paling banyak terlibat dalam operasi tempur ini dibentuk pada tanggal 9 April 1951 di Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim Perdanakusuma), Jakarta Timur. 

Lambang yang digunakan berupa perisai merah dan hitam dengan lukisan panah dan api melukiskan kemampuan tinggi dengan gerakan yang cepat dalam pertempuran. Pesawat tempur pertama yang mengisi Skadud 3 adalah 50 pesawat P-51 Mustang sumbangan dari AU Belanda (Militaire Luchvaart) pada tahun 1950. 

Pada bulan Desember 1951, Skadud 3 dipindahkan dari Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim Perdanakusuma) ke Pangkalan Udara Bugis (sekarang Lanud Abd. Saleh). Skadud 3 mulai terjun kedalam kancah pertempuran tahun 1953. 

Operasi-operasi yang diikuti pada saat itu adalah operasi menumpas pemberontakan separatis seperti penumpasan DI/TII di Jawa Barat, Permesta di Sulawesi Selatan/Utara, PRRI di Sumatera Barat dan Operasi Sorong hingga tahun 1960. 

Pada tahun yang sama, Skadud 3 diterjunkan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia dalam operasi Trikora dan Dwikora hingga tahun 1967. 

Dalam rangka menumpas pemberontakan PKI Skadud Udara 3 dilibatkan dalam Operasi Trisula di Blitar Selatan dan Operasi Sabre Kilat. Pada tahun 1973 diadakan penambahan pesawat dan suku cadang melalui program "Peace Phonix".(Team MDG).

Load disqus comments

0 komentar