Laskar Merah Putih Demo BAPPEDA Kabupaten Bima


Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Laskar Merah Putih Demo menggelar Aksi Demonstrasi di halaman kantor BAPPEDA kabupaten Bima, Landasan bergerak adalah nurani yang menyala, Landasan berjiwa adalah tekad yang membajak. Landasan berkorban adalah hati yang tulus, ijinkan kami meneriakkan satu salam kebangsaan hidup rakyat. pada hari senin (13/09/21) sekitar pukul 09.10 Wita.

Koordinasi lapangan (KORLAP) Adi Mandra. Menyuarakan ultimatum, kepada BAPPEDA kabupaten Bima. Indonesia adalah negara yang begitu kaya akan sumber daya alamnya, dari berbagai aspek ini menandakan bahwa indonesia adalah negara sebagai corong di dunia, sehingga banyak negara-negara yang mencoba melakukan penjajahan atas kekayaan tersebut.

Kita tarik sejarah misalkan dimana dulu belanda dan jepang melakukan penjajahan berabad-abad itu semua demi menguasai indonesia, beserta segala isinya yang terkandung di dalamnya.

Dierak demikian ada banyak model penjajahan di antaranya, para investor atau pemodal dilakukan privatisasi di berbagai sektor termaksud di dalamnya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil mereka membangun bangunan hanya untuk kepentingan mereka sendiri, tanpa memikirkan kepentingan masyarakat adat dan masyarakat lokal.

Kita ambil saja contohnya, dikalimaya desa poja kecamatan sape yang membangun jembatan setapak yang menjorong ke laut kurang lebih 70 meter, yang jelas-jelas ini akan berdampak kepada terhadap bagi masyarakat, tentu terhambatnya kepada masyarakat nelayan menangkap ikan di sana dan menikmati sepadan pantai di sana.

Lanjutnya, belum lagi jembatan tersebut yang kami ketahui itu belum mengantongi izin berdasarkan uu nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan peraturan menteri kelautan dan perikanan republik indonesia nomor 24 memberi tkp 2019 tentang tata cara pemberian izin blog lokasi perairan dan izin pengelolaan perairan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Berangkat dari hal tersebut diatas kami dari laskar merah putih mengutuk segala bentuk tindakan melawan atau melanggar hukum apalagi privasi dan pembangunan yang merugikan masyarakat umum adapun tuntutan kami kepada pihak terkait di antara," ungkap korlap.

Adapun sebagai tuntutan massa Aksi Demonstrasi merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

1. Mengevaluasi terkait dengan pembangunan jembatan setapak yang ada di desa poja kecamatan sape kabupaten bima.

2. Melakukan pembongkaran jembatan yang ada di desa pajak kecamatan sapi kabupaten bima.

"Meminta kepada bappeda kabupaten bima agar mansur senang sosialisasi RTRW hasil revisi.," Pungkasnya, Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan melakukan apa yang menurut kami benar ketua laskar merah putih Adi Mandra. 

Belasan masa aksi yang tegabung dalam Laskar merah putih dan pemuda menghampiri kantor Bappeda dalam rangka melakukan aksi demonstrasi terkait Pelanggaran Pembangunan Jembatan Kalimaya (Jetti) yang diduga kuat Ilegal dan tidak mengantongi Ijin Lokasi serta ijin operasional maupun ijin pemanfaatan Ruang  sesuai arahan UU dan regulasi yang berlaku. 

Kehadiran belasan masa aksi yang tergabung dalam Laskar Merah putih dan pemuda di kantor Bappeda bertujuan Untuk Mempertanyakan Terkait Regulasi tata ruang serta peruntukan ruangnya, sebab kewenangan dalam penetapan ruang merupakam kewenangam Bappeda Sebagai OPD yang bergerak di Bidang Perencanaan dan pembangunan Daerah. 

Dalam pantauan Media, kegiatan aksi yang berlangsung, sejumlah Masa aksi yang tergabung sempat terjadi kericuhan dan situasinya memanas dikarenakan respon dari OPD tekait lamban dan tidak sigap dalam menanggapi aspirasi Masa aksi, namun hal tersebut, kemudian tiba-tiba kepala Bappeda kabupaten Bima meningkatkan massa. Dan masa aksipun sempat melakukan pembakaran Ban didepan kantor Bappeda.

Sejumlah masa aksi yang di bawah  koordinator lapangan Adimandra berusaha masuk dan menerobos kedalam dan tidak lama kemudian  situasinyapun bisa diredakan oleh beberapa pihak serta pegawai yang ada, dan walaupun demikian massa serta pegawai BPPDA Menghindar saat saling cekcok mulut, namun dilerai oleh petugas didalam ruangan. Akhirnya membubarkan diri. (MDG.**)

Load disqus comments

0 komentar