HJR Rapat dengan Mentan RI Sorot Stabilitas Harga Pangan Petani Indonesia


Jakarta. Media Dinamika Global. Id. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB H.Johan Rosihan,ST pada Pagi ini melakukan Rapat dengan Mentan RI. Dalam rapat kerja bersama Mentan pagi tadi, salah satu masalah yang menjadi sorotan saya adalah mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani pada saat panen raya. 

Dalam kesempatan itu HJR Singkatan Namanya mempertanyakan hal ini karena banyak sekali keluhan Petani yang disampaikan ke kami saat pulang ke Dapil. Saya mewakili teman-teman Petani, juga para konstituen di dapil secara umum meminta agar persoalan ini harus ada solusi dan terobosan Pemerintah karena menyangkut soal kesejahteraan petani dan keluarganya. Ungkapnya

Setiap tahun petani kita selalu menjerit karena harga gabah yang jatuh saat panen dan tingginya ongkos produksi sehingga alih2 bisa sejahtera, mereka malah mengalami kerugian dan terlilit hutang dengan tengkulak.Faktanya, BPS mencatat, sejak Januari-Juni 2021, Indonesia telah melakukan impor pangan hingga US$ 6,13 miliar atau setara dengan Rp 88,21 triliun.

Dalam banyak kesempatan, kami selalu meminta agar pemerintah serius melindungi petani dengan menekan impor pangan secara ugal-ugalan. Cabai, bawang putih, gandum, gula pasir, dan garam adalah yang paling tinggi angkanya.

Kemarin, saat melakukan rapat kerja dengan KLHK, saya menyatakan agar LHK dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan membantu pemerataan ekonomi wilayah sesuai dengan potensi, “Misalnya potensi pariwisata forestry, lingkungan konservasi, penguatan padat karya dan ketahanan pangan nasional. 

Kita harus menyiapkan program konkret untuk meningkatkan industri pengolahan berbasis Pertanian, kemaritiman dan non agro yang terintegrasi, serta memperbaiki proses pengurusan izin yang lebih memudahkan masyarakat untuk pengajuan hutan kemasyarakatan.

Kita berharap Kementerian Lingkungan Hidup tidak melulu mengulang pelaksanaan program-program tahun sebelumnya. Tegasnya.(Man MDG).

Load disqus comments

0 komentar